iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkkk….pertama kali melihat motor lansiran Yamaha ini pasti nggak menyangka atas handling serta respon mesin yang diberikan. Lhaaa piyee oraaa……walaupun perawakan uzur, motor begitu mantep dikendarai. Tidak sesuai dengan mesinnya yang sudah bangkotan alias aki-aki. Impressi ini IWB dapatkan saat SMA…boyong sebuah motor racikan Yamaha dengan label Yamaha AS Twin keluaran 1972 warna biru….

Yup….motor yang IWB bicarakan adalah Yamaha Street AS3 Twin keluaran tahun 1972…..lebih tua dari umur IWB sendiri 😆 . Saksi bisu jaman Roy Marten dan Rano Karno dong ya. Kendati demikian tidak menyurutkan niat kakak ipar buat meminangnya dari orang Ponorogo Jawa Timur. Berapa harganya..?? ” pokoke murah” cetus kakak ipar saat itu. Maklum pakde, ini adalah kisah tahun 1996….jadi IWB juga nggak terlalu agresif nanya banderol, kan nggak tahu kalau bakal jadi Blogger wkwkwk….

Singkat cerita karena tidak ada motor lain…yo wis terpaksa menunggangi besi tua tersebut buat pergi kerumah teman. Namun IWB dibuat terkejut atas impresi yang diberikan. Yamaha AS Twin 125 suara mesin persis seperti orang pilek. Maklum mesin pararel kubikasi mungil dimana masing-masing silinder hanya dijejali seher 62cc. Ditambah karburator susah sekali disetel langsam. Namun respon mesin tua kuda besi ini lumayan nendang….

iklan iwb
iklan iwb
iklan iwb

Kebetulan dijalan ketemu biker Honda Win dimana jokinya super gampang panas….ngajak tarik-tarikan ternyata Yamaha Twin mampu meladeni. Hebatnya motor begitu stabil tanpa ada goyang sama sekali. Sayang IWB harus menahan rasa pecicilan mengingat remnya nyenolong nggak karu-karuan. Maklum masih tromol depan belakang xixixixi. Motor banterrrr tapi direm ngeslong…opo ora mumet jal. Oh ya…Yamaha Twin AS 125 kata bokap pada masanya adalah motor yang terkenal kencang. Bisa dibilang motor racing diera 70an…

Terbukti konstruksi tromol depan yang begitu besar disertai sistem tuas lebih maju ketimbang rival-rivalnya. Yang salut tankinya itu cak….teballll banget dan belum ada tanda ditambal. Besi sasis juga padat habis. Lawong jaman tahun 1972 motor masih CBU didatangkan langsung dari Jepang alias belum Asembling Indonesia. Baru sekitar tahun 1977 kebijakan pemerintah merubah semuanya. Karena pasca tahun tersebut aturan CBU rada ketat alias harus ada komponen lokal. Kuwiii ceritae bokap cak…

Sebagai informasi…Yamaha AS 125 menggunakan mesin 125cc 2Tak dua silinder dengan ukuran Bore X Stroke 43 X 43. Mesinnya ini mampu memuntahkan tenaga hingga [email protected] RPM dan torsi 12,[email protected] Yang menjadi kekuatan adalah bobotnya yang hanya 105kg…makanya ngacir cak.  Kapasitas tanki sendiri adalah 9 liter…jadi lumayan mungil.  Mesin yang dikawinkan dengan transmisi lima speed ini mampu meraih top speed 127 km per jam (klaim). Yang membuat kita semua mumet adalah Karburatornya cak. Yamaha AS 125 menggunakan 2 buah karburator Teikei 18mm…makanya mumet nyarinya. Jaman sekarang sing enak cak, bisa online. Kalau dulu mung iso ngaplo bin doweh karena nyarinya susahhh setengah mati. Lawong part JDM….

Sayang Yamaha AS 125 tidak bertahan lama. Gara-gara kecerobohan IWB yang membongkar mesin….area silinder head IWB buka dengan tujuan membersihkan piston, dilalah drat malah pothel saat IWB kencengin. Nyesek cak…IWB lupa kalau ini adalah besi tuwo. Asli…kuwi kenangan pahit yang tidak bisa IWB lupakan. Apalagi saat laporan ke bokap. “ Waahh, ciloko wisss….susah lek wis ngene soale kudu dibubut. Bengkel mana ya bisa ? ” celetuk bokap saat itu sambil garuk-garuk alis. Dan bener saja…pasca IWB merantau ke Jakarta, IWB mendapatkan informasi Yamaha AS 125 tersebut dikiloin sama bokap. Lhooo kok dikiloin ????

” Sirek ceroboh, ada ring terlepas saat dinyalakan jadi piston malah macet…yo wis bubar…” tukas bokap membuat IWB kaget. Sirek adalah tukang bengkel yang ngerjain cak. Dan bokap IWB bukanlah tipe agresif yang suka protes atau complaint. Makanya selesai sudah…..motor terhebat dimasanya tersebut berakhir di tukang rongsokan. Kalau ingat super nyesek tenan. Motor sangat stabil untuk ukuran dimensi yang mungil, material super paten, mesin agresif walau diselingi raungan pilek akibat karbu yang sudah tidak lagi presisi kinerjanya….

Last….itulah pengalaman masa lalu IWB. Dan sekali lagi terbukti….IWB pastikan kuda besi jaman dulu lebih paten khususnya area material dibanding jaman sekarang. Tapi jangan salah…harga motor jaman dulu mahal mencekik leher. Mangkanya jangan heran kalau satu kampung mungkin hanya satu atau dua orang mampu membelinya. Seperti cerita bokap…mau beli motor?? harus jual padi berkarung-karung ditambah menguras tabungan. Kalau sekarang..?? kredit uang muka 500ribu aja banyak bertebaran didealer-dealer besar. Sayang IWB lupa menjepret secara langsung motor klasik ini. Yup….motor dulu emang tua-tua keladi. Jaman sekarang ? 20 tahun sik enak nggleser wis hebat cak…benerr horaaa …(iwb)

Spesifikasi sekilas Yamaha AS Twin 125

Mesin: 2-stroke, 2 silinder
Kapasitas mesin: 125cc
Bore x stroke: 43 x 43 mm
Max. power: 11.7 kw (16 hp) @ 9800 rpm
Top speed: 127 kpj
Pendingin: udara
Transmisi: 5-speed
Dimensi:
Tangki bbm: 9 liter
Berat: 105 kg
Starter: kick
Suspensi:
– depan: telescopic
– belakang: swing arm, double shockbreaker
Rem:
– depan: tromol
– belakang: tromol
Ban:
– depan: 2.50-18″
– belakang: 2.50-18″

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!