iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkkkk…siapa menyangka Marc bisa nempel barisan depan bahkan berpotensi juara di balap Austria 2 pada kondisi kering. Problem lemahnya grip belakang masih menjadi isu pasukan Honda sehingga doi terpaksa harus melakukan keputusan ekstrim yakni ban belakang tipe soft atau lunak disaat lainnya medium. Cara ini untuk meminimize kurangnya traksi ban belakang walau konswensinya mungkin hanya akan kencang 15 lap dan setelahnya sulit. Dilalah pada prakteknya Marc sangat perkasa dan mampu bertarung melawan Ducati serta Yamaha yang sekarang pada kondisinya puncak. Sayang hasil akhirnya mengecewakan. Secara khusus Marc mengungkapkan perasaannya pasca race Austria 2…..

Marc Márquez membuka peluang kemenangan keduanya dimusim ini setelah kemenangan Sachsenring yang luar biasa. Lhaaa piyee cak…pembalap Repsol Honda ini sukses memimpin balapan sebelum hujan turun setelah 25 lap dan memaksanya masuk pit bersama Pecco Bagnaia, Jorge Martin, Fabio Quartararo dan Joan Mir. Mode flag to flag inilah yang membuat segalanya buyar. Mantan juara dunia MotoGP enam kali tersebut berada di urutan sepuluh pada lap 26 dari 28 lap. Namun celakanya karena terlalu ngepush Marc dlosor pada T1 lap ke-27. Padahal hanya dalam beberapa tikungan Marc sukses meninggalkan Bagnaia, Jorge Martin. Fabio dan Mir……

“ Aku baik-baik saja….itu yang terpenting. Jujur aku senang dengan jalannya balapan.  Aku sendiri lebih suka berjuang untuk meraih hasil maksimal dan crash daripada mengikuti balapan dengan putus asa. Ini adalah balapan flag to flag, di mana level sebenarnya tidak tergali. Tapi yang terpenting kami tetap bertahan dengan baik dilintasan kering, aku sangat menikmatinya, itu membuatku senang, ” serunya. Apakah Marc menyesali pit stop setelah lap ke-25?

iklan iwb
iklan iwb
iklan iwb

“ Aku rasa masuk pit ganti motor adalah keputusan tepat. Itu adalah keputusan yang paling aman. Aku mencoba untuk tetap memimpin. Saat hujan turun, normal jika pembalap depan masuk pit. Dan memang seperti itu, semua pembalap mengikuti yang pertama. Hanya Brad yang tinggal di luar,” Marc tersenyum. “Selamat untuknya. Merupakan pencapaian luar biasa disaat hujan deras dengan ban slick. Tetapi para pebalap papan atas sudah membuat keputusan tepat mengganti motor dengan ban hujan. Sayang aku crash saat masuk T1…..” tukas Marc. Terus gimana perasan Marc dengan jalannya balapan….

“ Timku melakukan pekerjaan yang sempurna di Grand Prix ini, mereka bekerja keras, dan aku ingin berterima kasih kepada mereka untuk itu. Aku ingin membalas budi hari ini dengan hasil terbaik, tetapi sayangnya tidak berhasil. Tapi mereka sangat senang dengan performa balapku diaspal kering…” serunya. Terus bagaimana bisa Marc menggunakan ban lunak ketika kondisi trek sangat menguras ban? ditambah semua pembalap menggunakan ban medium ketimbang lunak?

“ Ya, dari luar sepertinya berisiko, tapi aku mencoba ban tersebut pada FP4 pada hari Sabtu dan dengan pengalaman kami kompon ini bekerja dengan baik. Dengan ban Michelin kamu terkadang harus melupakan pembagian ban lunak, sedang, dan keras. Kamu hanya perlu mengandalkan feeling dengan ban ini. Karena kami mengalami banyak masalah dengan cengkeraman ban belakang tahun ini, kami pikir kami dapat melakukan setidaknya 10 hingga 15 putaran dengan baik memakai ban belakang lunak. Tapi untuk beberapa alasan aku merasa jauh lebih kuat dengan ban ini di akhir balapan daripada di awal….” tukas Marc. Menurut Marc, sebelumnya doi berdoa supaya trek turun hujan. Dilalah hujan malah mengacaukannya. Btw dari sisi tim Marc masih belum puas terhadap motor. Jika ingin juara dunia tahun depan menurut Marc RC213V harus dipush lagi…

Memang betul…sebelum balapan, aku berdoa agar hujan turun. Tetapi ketika race kering aku malah merasa kuat. Saat itulah aku berharap tidak hujan (tertawa). Apapun itu, ini adalah kabar baik buat kami. Kita bisa membalap dengan cepat dan konsisten hari ini. Tapi setelah balapan, aku bilang kepada para insinyur Honda: ‘Itu tidak cukup.’ Kami masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Memang benar aku terus berada di depan, tetapi aku harus mengambil banyak risiko. Jika kami ingin berjuang untuk titel juara Dunia tahun depan, kami harus sedikit lebih cepat. Kami masih harus meningkatkan beberapa poin…” tutup Marc…..(iwb)

Hasil MotoGP Red Bull Ring, 15 Agustus 2021:
1. Brad Binder (ZA), KTM, 28 lap dalam 40: 46.928 menit
2. Pecco Bagnaia (I), Ducati, +9.991 detik
3. Jorge Martin (E), Ducati, +11.570
4. Joan Mir (E), Suzuki, +12.623
5. Luca Marini (I), Ducati, +14.831
6. Iker Lecuona (E), KTM, +14.952
7. Fabio Quartararo (F), Yamaha, +16.650
8. Valentino Rossi (I), Yamaha, +17.150
9. Alex Márquez (E), Honda, +17.692
10. Aleix Espargaró (E), Aprilia, +18.270
11. Jack Miller (AUS), Ducati, +25.144
12. Danilo Petrucci (I), KTM, +25.193
13. Takaaki Nakagami (J), Honda, +25.603
14. Alex Rins (E), Suzuki, +30.642
15. Marc Márquez (E), Honda, +35.459
16. Pol Espargaró (E), Honda, +40.384
17. Cal Crutchlow (GB), Yamaha, +52.950
– Miguel Oliveira (P), KTM, 6 lap mundur
– Johann Zarco (F), Ducati, 10 lap mundur
– Enea Bastianini (I), Ducati, 22 lap mundur

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!