iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkk…kisruh antara pabrikan dan ridernya yakni Vinales vs Yamaha seperti belum usai. Walau sudah jelas Yamaha menjatuhkan skors pada Maverick, namun banyak pertanyaan yang juga masih menjadi misteri. Salah satunya adalah pernyataan Vinales yang membuat heran karena enggan dijawab Yamaha. Opo kuwiii ???

Kisah tentang Vinales – Yamaha memang seperti drama seri cak. Jiann mbulet bikin mumet pakde. Lhaaa piyeee…..setelah hasil yang dramatis di Sachsenring, di mana Vinales finis terakhir, seminggu kemudian, di Assen, pembalap Spanyol itu mengumumkan akan meninggalkan Yamaha pada akhir 2021, keluar dari kontraknya setahun lebih awal. Ironisnya, pengumuman itu datang pada hari Minggu, setelah Vinales baru saja finish kedua di belakang rekan setimnya….

Nah…..Pada hari Minggu setelah putaran Styrian MotoGP di Red Bull Ring, Vinales sekali lagi frustrasi. Pembalap Spanyol itu mengawali balapan dengan baik di balapan pertama, ketika akan restart mesin motor mati. Mesin stall dan doi kemudian terpaksa mendorong motornya ke pit lane, harus start dari pit lane dan ini yang membuatnya selesai sudah. Dari konfirmasi Vinales saat itu, doi menuding motor jadi berubah setelah ban dan kopling diganti….

iklan iwb
iklan iwb
iklan iwb

” Aku memiliki putaran pertama yang fantastis. Tapi sayang semua berubah ketika kami harus kembali ke pit. Di sana mekanik kami mengganti ban dan kopling. Dan anehnya motor langsung beda. Aku seperti tidak mengenali lagi sebab feelingnya berubah. Lalu aku menarik kopling pada lap pemanasan dan kemudian tiba-tiba motor mati. Ini jelas di luar kendaliku…” seru Vinales via speedweek kesal. Kemudian doi melanjutkan…

” Kami memiliki masalah kecil lainnya. Setelah restart, mesin kurang responsif seperti saat kualifikasi. Setiap kali aku mencoba berakselerasi, aku mendengar suara-suara aneh….”‘ tukasnya via speedweek. Namun ada pernyataan yang lebih menarik dan dimuat asphaltrubber yakni perilaku elektronik yang janggal menurut Vinales. Karena ketika itu dashboard Vinales senantiasa nongol tulisan pit lane dan ini membuat doi bingung….

Aku tidak tahu mengapa, tetapi ada tulisan ‘pit lane’ [di dasbor] selalu muncul, seperti pesan masuk. Aku tidak tahu apa maksudnya. Tulisan ‘pit lane’, ‘pit lane’, setelah mesinku mati. Aku tidak tahu mengapa, tetapi setelah itu anti-wheelie-pun bekerja buruk, aku coba acuhkan dan terus membalap karena sudah kehabisan poin. Namun aku melihat tulisan ‘pit lane’, ‘pit lane’ terus nongol. Jadi aku pikir mungkin memang ada komponen yang bermasalah……” seru Vinales seperti dilansir Asplatruber. Hhmm….makin aneh dan bikin puyeng cak….

Celakanya, menurut asphaltrubber permintaan penjelasan kepada Yamaha untuk konfirmasi pesan dasboard yang dilaporkan oleh Vinales ditolak. Representatif pabrikan garputala hanya mengatakan bahwa mereka sedang mempelajari data…itu saja. Setelahnya tidak ada statement apapun hingga berita ini diturunkan. Dan puncaknya Vinales diblack list Yamaha tidak boleh balap karena dianggap berpotensi merusak M1. Alasan yang sangat mengejutkan sehingga banyak dari kita berpikir…mungkinkah motor Vinales bener-bener disabotase seperti yang dipikirkan Vinales family untuk mencegah Vinales ganggu Fabio yang sedang berjuang untuk meraih juara dunia buat Yamaha ?

Kenapa pabrikan dan pembalap tidak duduk bersama kemudian diperingatkan secara keras terlebih dahulu jika mereka tidak menyukai gas dimainkan dan dianggap berpotensi merusak M1 ? dan jika diperingatkan kemudian diulangi, barulah punishment dibuat. Soalnya ini keras banget cak….benar-benar luar biasa. Jadi publik sekarang berpikir….seolah-olah seperti ada skenario untuk menyingkirkan Vinales untuk mengamankan posisi Fabio. Kenapa ? karena yang bisa menyetop ketajaman Fabio adalah pembalap dengan motor yang sama dan itu adalah Vinales….

Yup….logis juga kalau kita melihat manuver Vinales yang cukup agresif karena pada race pertama Styria memang kencang dan bisa saja kondisi ini mengkuatirkan Yamaha. Bak peluru Vinales sukses ngrecokin Fabio dan mungkin manuver ini tidak disukai Yamaha mengingat satu poinpun akan sangat berguna bagi Fabio untuk kejuaraan. Jangan sampai setelah paceklik selama 5 tahun nihil juara dunia ditahun ke enam juga gagal hanya gara-gara Vinales. Itu pemikiran awam dengan skenario yang paling ekstrim. Karena jujur cak….sangat tidak biasa bagi seorang pebalap diskors oleh tim mereka….

Itu hanya terjadi 2 kali sepanjang sejarah balap modern. Romano Fenati setelah insiden Misano dengan Stefano Manzi pada tahun 2018, John Hopkins di Misano pada tahun 2008 dan biasanya hukuman ini harusnya karena sesuatu yang ekstrem bukan masalah sepele seperti memainkan gas motor atau perseneling. Insiden ini jelas menjadi tanda perpecahan paling serius sepanjang sejarah balap dunia antara pabrikan dengan pembalapnya. Bahkan hubungan kurang harmonis Rossi-Honda tidaklah segamblang dan sevulgar ini….

Last….Semoga saja kita masih bisa melihat Vinales membalap di Yamaha pasca Austria…semoga saja. Dari sisi pribadi IWB sendiri, rasanya tidak mungkin sekelas Motogp bike ada sabotase. Karena mereka pasti menjunjung tinggi sportifitas yang akan dijadikan pegangan mereka untuk berlaga. Nahh…kalau sampeyan sendiri piye cak, punya opini lain soal ini ? monggo berikan pendapatnya..gazzz ! (iwb)

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

4 COMMENTS

  1. Moncroot kenthel cak….nek ancene Iki tenan sabotase…sepertinya tim pabrikan sudah meng halal kan segala cara buat jadi juara..

    • Halal donk..yg penting tidak merugikan tim.lain tidak ada regulasi tekniss yg di langgar..toooh peluang vinaliss sudah habis untuk jadi jurdun…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here