iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkk…..rasanya masih sulit bagi kita menerima fakta bahwa 2021 akan menjadi tahun terakhir Valentino Rossi. Pembalap yang sudah menjadi semacam brand…mirip ketika kita membicarakan Aqua untuk menyebut mineral water. Begitu pula Motogp….banyak anak-anak ketika mereka melihat Motogp selalu menyebut nonton Rossi. Yup…entah Vale menang atau kalah kondisi tersebut menjadi bukti kongkret bahwa Rossi bagaikan nyawa di Motogp. Inipun dirasakan Vale yang mengatakan akan sulit melupakan Motogp karena dia sudah mengabdikan separuh hidupnya untuk balap tertinggi didunia tersebut. Simak detil pernyataan Rossi dibawah ini…

Valentino Rossi adalah pembalap yang tidak dipandang diawal kedatangannya sekitar 1996. Anak dari Graziano Rossi yang ingin diseret ke balap F1 namun mentok akibat biaya tersebut akhirnya belok arah jadi pembalap motor. Dilalah disanalah namanya melejit dan mengubah wajah balap roda dua dunia. Jiwa slengekkan dan entertainnya menjadi kekuatan yang tak dimiliki rider lain. Disaat lainnya ketika menang hanya mengepalkan tangan keatas, Rossi malah sudah menyiapkan kotak toilet dipinggir lintasan untuk buang air kecil (” seolah-olah”)….

iklan iwb
iklan iwb
iklan iwb
” Max Biaggi bersaing ketat melawan Rossi disekitar musim 2000. Saat itu Max bersama Yamaha….”

Nama Rossi juga makin santer ketika terjadi persaingan yang sangat tegang dengan rekan senegaranya bintang 500cc Max Biaggi. Kegilaan Rossi kemudian meledak ketika The Doctor tiba di kelas premier pada tahun 2000. Yup…Rossi dipuja karena memang luar biasa. Kombinasi personaliti yang menyenangkan dan prestasi sukses membuat Rossi tenar. Disisi lain dari sisi industri Rossi berhasil menyedot audiences sehingga balap GP meroket dan dicintai penonton didunia. Vale sukses  mengangkat profil ‘MotoGP’ yang baru berganti nama ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Suka atau tidak memang berkat Rossi. Itu belum termasuk Fansnya yang luar biasa….

“ Perbedaan antara aku dan semua pebalap hebat lainnya dalam sejarah MotoGP adalah fans. Sejujurnya aku tidak tahu kenapa, aku bisa membuat orang menjadi cinta dengan balap motor. Aku memulai balap di awal karirku dan katanya berhasil menyalakan emosi orang-orang. Aku bangga. ini Ini sesuatu yang sangat istimewa. Terutama di Italia, banyak orang mengikuti balap motor untuk melihatku. Ini seperti Alberto Tomba di Ski. Aku pikir ini adalah hal terpenting yang aku lakukan dalam karirku….yakni selain balap adalah menghibur orang….

” Semua spontan, aku hanya berpikir ingin menghibur banyak orang pada hari Minggu sore. Selama 1 atau 2 jam ketika mereka tidak perlu memikirkan apa pun dan hanya menikmati balapanku. Aku pikir ini adalah hal terbaik yang aku rasakan. Dan jujur selama karirnya aku selalu memberikan segalanya untuk para fans. Perjalanan waktu yang sangat lama. Karena tidak terasa sudah lebih dari 25 tahun perjalanan ini akui lalu. Dan Aku selalu berusaha maksimal untuk tetap dalam permainan, untuk tetap berada di puncak…..

“ Sebuah perjalanan panjang bersama mereka. Aku rasa banyak penggemarku mungkin lahir ketika aku berada di trek dan sekarang tiba di momen ini ! Itu luar biasa karena aku mendapat dukungan luar biasa dari semua penggemar di seluruh dunia. Aku ucapkan terima kasih kepada mereka. Sayang….sekarang hasilnya tidak fantastis, tetapi ternyata dengan kondisi sulit….orang-orang masih sangat senang menontonku. Ada yang menangis dan bagiku itu selalu mengejutkan. Aku bilang ‘jangan menangis, kenapa kamu menangis?!’ Ya…aku rasa ini adalah emosi terbesar…” tukas Vale via crash…

Valentino Rossi dianggap memiliki ketenaran luar biasa mirip seperti sang legendaris NBA Michael Jordan atau Tiger Woods di golf. Soal ini Vale menambahkan….

” Tidak baik jika aku mengatakan ‘ya, aku seperti Michael Jordan!’ Tapi perasaan itu luar biasa. Orang-orang mengenaliku di mana-mana, juga di tempat-tempat paling khusus di dunia. Ketika kamu pergi ke Thailand dan kamu bisa melihat stiker angka 46 nempel di skuternya. Itu sesuatu yang istimewa….” tambah Rossi. Btw….Setelah menghabiskan lebih dari separuh hidupnya sebagai pembalap motor grand prix, merayakan 115 kemenangan dan 235 podium, apa yang paling dirindukan Rossi ketika dia meninggalkan paddock untuk terakhir kalinya sebagai pembalap?

Aku rasa aku akan kehilangan banyak kehidupan seorang atlet. Bangun setiap pagi dan berlatih dengan target untuk mencoba menang. Aku sangat menyukai kehidupan ini. Tapi nomor satu, aku akan merindukan mengendarai motor MotoGP. Karena ketika kamu berada di trek dengan motor MotoGP, itu adalah emosi yang luar biasa. Kedua, ketika bekerja dengan timku, mencoba memperbaiki semua detail kecil supaya menjadi lebih kuat. Selain itu aku akan sangat merindukan perasaan saat Minggu pagi, dua jam sebelum balapan….

“Itu adalah moment di mana kamu tidak merasa nyaman, karena kamu takut akan kalah atau menang ? tetapi itu adalah emosi khusus karena kamu tahu balapan akan dimulai jam 2 siang. Aku rasa itu adalah hal-hal ini akan sulit untuk diperbaiki…” tutup Vale. Praktis dengan pensiunnya Valentino Rossi dimusim ini maka Vale akan menutup perjalanan karirnya dibalap roda dua mulai 1996 dan diakhiri 2021…yup, lebih dari 25 tahun cak. So…Grazie Rossi, kita semua akan sangat merindukan gayamu ditrek…asyemmm kok sedihnya ora ilang-ilang yoooo cak. Tisue oiiii mana tisuee wkwkwk…..(iwb)

Rekor Rossi di kelas utama
2000: WM-2. pada Honda 500, 209 poin,
2001: WM-1. pada Honda 500, 325 poin, sebelas kemenangan
2002: WM-1. pada Honda 990, 355 poin, sebelas kemenangan
2003: WM-1. pada Honda 990, 357 poin, sembilan kemenangan
2004: WM-1. pada Yamaha 990, 304 poin, sembilan kemenangan
2005: WM-1. pada Yamaha 990, 367 poin, sebelas kemenangan
2006: WM-2. pada Yamaha 990, 247 poin, lima kemenangan
2007: WM-3. pada Yamaha 800, 271 poin, empat kemenangan
2008: WM-1. pada Yamaha 800, 373 poin, sembilan kemenangan
2009: WM-1. pada Yamaha 800, 306 poin, enam kemenangan
2010: WM-3. pada Yamaha 800, 233 poin, dua kemenangan
2011: WM-7. pada Ducati 800, 139 poin, tidak ada kemenangan
2012: WM-8. dengan Ducati 1000, 163 poin, tidak ada kemenangan
2013: Piala Dunia ke-4 pada Yamaha 1000, 237 poin, kemenangan
2014: WM-2. pada Yamaha 1000, 295 poin, dua kemenangan
2015: WM-2. pada Yamaha 1000, 325 poin, empat kemenangan
2016: WM-2. dengan Yamaha 1000, 249 poin, dua kemenangan
2017: Kejuaraan Dunia 5. pada Yamaha 1000, 208 poin, kemenangan
2018: WM-3. pada Yamaha 1000, 198 poin, tidak ada kemenangan
2019: WM-7. pada Yamaha 1000, 174 poin, tidak ada kemenangan
2020: WM-15. pada Yamaha 1000, 66 poin, tidak ada kemenangan
2021: WM-19. pada Yamaha 1000, 17 poin, tidak menang

 

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!