Iwanbanaran.com – Cakkkk…..jujur dari hati yang paling dalam, IWB sedih dengan Valentino Rossi. Sosok luar biasa yang masih membalap dengan cukup baik diusia yang memasuki ke 42 tahun, nggak mudah cak. Namun ketika kita melihat kalkulasi performa…data prestasi dalam dua tahun terakhir…fix harus kita katakan Rossi sudah waktunya pensiun. Walau ayah Rossi yakni Graziano sudah mengatakan bahwa Rossi harusnya pensiun ketika usia 46 sesuai dengan nomernya, namun itu terlalu lama. Performa yang mencoreng nama Rossi sebagai legendaris luar biasa membuat kitapun setuju opini yang mengatakan secara tegas….” Valentino Rossi….sudah waktunya pensiun !”….

Kalau sampeyan membuka data….Kemenangan terakhir Vale adalah empat tahun lalu (Assen 2017). Lalu podium terakhir diraih oleh VR46 pada Juli 2020 di Jerez, hasil sepuluh besar terakhir pada September 2020 di Misano. Cukup lama cak. Dan memang banyak superstar lain di kancah roda dua juga gagal berhenti di puncak karir mereka. Tetapi untuk tetap tampil di Kejuaraan Dunia Grand Prix dua belas tahun setelah memenangkan gelar terakhir, jelas merupakan semangat yang luar biasa….

Setelah kembali ke Yamaha pada tahun 2013, Valentino Rossi berulang kali mengindikasikan bahwa ini adalah kontrak terakhir. Namun tidak menyangka hingga 2021 Vale masih membalap dan semakin terpuruk. Semuanya dimulai ketika Rossi dideportasi ke tim satelit MotoGP untuk pertama kalinya dalam karirnya di Yamaha. Rossi memiliki posisi awal terburuk dalam karir GP-nya tahun ini (dimulai di Shah Alam pada tahun 1996 diawal karirnya). Mirisnya kini seperti sudah menjadi pemandangan biasa ketika Rossi crash atau tidak mendapatkan poin….

iklan iwb

Ya…..Ketenaran mulai runtuh, ketajamanan terenggut dengan pelan dan pasti akibat usia. Kemegahan tersebut kini mulai jatuh dan patung master besar yang bertahan dari generasi ke generasi ini sudah mulai tampak ujungnya. Vale telah bertarung melawan para pembalap tangguh dari era ke era seperti Jorge Martinez, Loris Capirossi, Biaggi, Gibernau, Melandri, Stoner, Lorenzo, Márquez dan sekarang…..Quartararo, Miller, Zarco, Morbidelli. Namun diera terakhir inilah kita makin yakin bahwa era Rossi memang sudah usai….

Last….Rossi is Rossi. Dia adalah legendaris luar biasa yang tidak akan tergantikan sepanjang masa. Pemenang GP 115 kali yang karismatik dan juara dunia sembilan kali tersebut merupakan hadiah bagi dunia. Fans di seluruh dunia memujanya dan mereka masih melakukannya hingga kini. Walau baterei mulai meredup pula karena pembalap pujaan sudah tidak berdaya.  Ya…realistislah bahwa Rossi sudah usai. Biarlah dia tidak mengalahkan rekor Agostini sepanjang masa dengan 122 kemenangan GP. Biarlah nama Rossi tetap harum dengan mengisi posisi runner up dibelakang Agostini. Tapi jangan biarkan sosok legendaris ini menderita dalam keterpurukan yang semakin dalam dan dalam. Musim 2020 hanya 66 poin dan ditahun 2021 baru mengoleksi 17 poin. Tidak diragukan era keemasannya sudah usai, Sedih euy….(iwb)

Rekor Rossi di kelas utama
2000: WM-2. pada Honda 500, 209 poin,
2001: WM-1. pada Honda 500, 325 poin, sebelas kemenangan
2002: WM-1. pada Honda 990, 355 poin, sebelas kemenangan
2003: WM-1. pada Honda 990, 357 poin, sembilan kemenangan
2004: WM-1. pada Yamaha 990, 304 poin, sembilan kemenangan
2005: WM-1. pada Yamaha 990, 367 poin, sebelas kemenangan
2006: WM-2. pada Yamaha 990, 247 poin, lima kemenangan
2007: WM-3. pada Yamaha 800, 271 poin, empat kemenangan
2008: WM-1. pada Yamaha 800, 373 poin, sembilan kemenangan
2009: WM-1. pada Yamaha 800, 306 poin, enam kemenangan
2010: WM-3. pada Yamaha 800, 233 poin, dua kemenangan
2011: WM-7. pada Ducati 800, 139 poin, tidak ada kemenangan
2012: WM-8. dengan Ducati 1000, 163 poin, tidak ada kemenangan
2013: Piala Dunia ke-4 pada Yamaha 1000, 237 poin, kemenangan
2014: WM-2. pada Yamaha 1000, 295 poin, dua kemenangan
2015: WM-2. pada Yamaha 1000, 325 poin, empat kemenangan
2016: WM-2. dengan Yamaha 1000, 249 poin, dua kemenangan
2017: Kejuaraan Dunia 5. pada Yamaha 1000, 208 poin, kemenangan
2018: WM-3. pada Yamaha 1000, 198 poin, tidak ada kemenangan
2019: WM-7. pada Yamaha 1000, 174 poin, tidak ada kemenangan
2020: WM-15. pada Yamaha 1000, 66 poin, tidak ada kemenangan
2021: WM-19. pada Yamaha 1000, 17 poin, tidak menang

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

16 COMMENTS

  1. Legend still legend, istirahatlah mbah..nikmati masa2 pensiunmu, kami tetap mengidolakanmu😊

    • Ekekekek…..klo dh gk sanggup balapan mongtor
      Ganti aj balap karung
      MuuuuUUUuuuuehehehe……

  2. tinggal pensiun ngurusin team motogp.kurang apa lagi hayo?Nikmat apa lagi yang kau dustakan mbah Ros??

    • Msh banyak kurangnya cak…..
      Blom laku ma cewek
      Blom nyadar klo dh tuwek
      Blom dewasa meh kyk kanak2
      MuuuuUUUuuuuehehehe…..

  3. Gitulah cak. Gairahnya di grand prix mang war biasa tapi jg bumerang ketika performa sdh gk memuaskan justru memperburuk statusnya

    • Ekekekek…..
      Dorna Cuman buat menghibur vr aj biar gk dajit2an (dh tuwek)
      MuuuuUUUuuuuehehehe…..

  4. Lek wawan tegaa.. kejamnya dirimu lek.. kok di itung sih lek 12 tahun zonk . Kejam kamu lek.. 🤣

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama