Iwanbanaran.com – Cakkkk….Sebagai juara dunia MotoGP saat ini, Joan Mir belum berhasil meraih kemenangan di musim 2021. Walaupun Joan mir berhasil masuk Podium tiga namun menurutnya perjuangannya luar biasa melelahkan di Assen. Hal ini karena power Suzuki tidak cukup untuk mengejar para rival…” Menyalip Honda dan Ducati adalah mimpi buruk !!” seru Mir…

Seperti yang kita semua tahu, Setelah balap Portimo dan Mugello, Joan Mir masuk podium untuk ketiga kalinya tahun ini di MotoGP di Assen. Yup…untuk ketiga kalinya hanya masuk podium 3 cak. “ Ini adalah podium yang sangat penting bagiku, tetapi juga untuk Suzuki. Ini akan memberi kami dorongan pada paruh kedua musim untuk terus meraih hasil tertinggi. Jujur paket kami tahun ini tidak cukup baik untuk memenangkan gelar. Oleh karena itu, kami harus berupaya meningkatkan motor serta kemampuanku….

” Tapi secara umum aku puas dengan balapan ini. Karena dua pembalap mengendarai motornya dengan sangat keras. Butuh perjuangan luar biasa untuk bisa masuk podium karena menyalip pembalap Honda sangat sulit, apalagi Ducati….benar-benar seperti mimpi buruk.  Aku memberikan kemampuan maksimalku, mencoba melakukan manuver secara cerdas. Beberapa manuver menyalip sudah masuk limit jadi aku minta maaf. Sebenarnya ini bukan gayaku. Namun, menyalip Ducati sangat sulit. Jika mereka duduk di atas motorku, mereka pasti bisa memahami kondisiku…” tukas Mir….

iklan iwb

Last…Mir memang luar biasa karena berhasil finish ketiga ketika start dari posisi 10. Pembalap Suzuki ini hanya terpaut 5,7 detik Dibandingkan Fabio yang memenangkan balap Assen. Padahal untuk meraih posisi tersebut mir harus menyalip banyak sekali pembalap dan ini tidak mudah karena rata-rata bkt hanya menggunakan mesin V4 yang notabene lebih powerfull. Ini juga disadari Fabio Quartararo yang berusaha keras merangsek kedepan agar bisa melarikan diri setelah itu. Karena sekalinya terjebak di belakang para pembalap yang menggunakan mesin V4, rata-rata mesin inline4 sulit untuk melakukan overtake….(iwb)

Hasil MotoGP, Assen, 27. Juni:

1. Quartararo, Yamaha, 26 lap dalam 40:35.031 menit

2. Vinales, Yamaha, + 2.757 detik

3. Mir, Suzuki, + 5.760

4. Zarco, Ducati, + 6.130

5. Oliveira, KTM, + 8.402

6. Bagnaia, Ducati, + 10.035

7. Marc Márquez, Honda, + 10.110

8. Aleix Espargaró, Aprilia, + 10.346

9. Nakagami, Honda, + 12.225

10. Pol Espargaro, Honda, + 18.565

11. Rins, Suzuki, + 21.372

12. Pengikat, KTM, + 21.676

13. Petrucci, KTM, + 27.783

14. Alex Márquez, Honda, + 29.772

15. Bastianini, Ducati, + 32.785

16. Savadori, Aprilia, + 37,573

17. Gerloff, Yamaha, +53,213

18. Marini, Ducati, + 1:06,791

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

36 COMMENTS

  1. Ah masa sih cak siapa bilang mesin i4 susah nyalip dr belakang ? Dulu rossi di th 2015 start dr posisi 26 di gp valencia, kemudian finish diposisi ke 4 dan itu rekor comeback tertinggi saat ini di motogp loh…. Muehehehe… 😂, Lah i4 kui raja tikungan kok dikatain susah nyalip yo kebalik 😂

  2. Juara dunia suram si mir. Jurdun krna kebetulan aja banyak pembalap ygb bermaslah tahun kmren menang juga cuma sekali. Makannya davido cabut dari suzuki yg penting uda jurdun 😂😂😂

    • Terus kudu honda dl atau ducati atau yamaha yg jurdun br gak kebetulan, sempit amat pikiran ente, alasan yg klasik bgt perasaan di awal musim kemaren jg yg getol ducati ama yamaha

    • Diakan junjunganya gak main motohgepeh, karena dana & teknologi pas2an cukup buat menang kasta weesbek doang yang penting juara kelas receh… Jadi bacot y juga lepel kandang weesbek…

  3. Kan BS memanfaatkan keunggulan di tikungan,buktinya semua yg podium adalah mesin I4 kemaren di Assen,juga 2 taun terakhir yg dominan justru mesin I4 dg ente menjadi juara mir.taun inipun Yamaha dg mesin I4 pun menguasain klasemen.Jd power bukan segalanya,namnaya sirkuit kan lebih banyak tikungan.

  4. Nyatanya V4 dikamplengin satu-satu oleh i4 di garis finish. Wkwkwkkkk

    Mgkin sbagian dri kita bgitu mndewakan v4. Tp mgkin kita tak lebih cerdas dri pak tukang insinyur di team yamaha yg udah berhasil memuncakin klasemen dgn p1 terbanyak baik tahun lalu dan tentunya tahun ini juga.

  5. Walaupun yamama menang tetep yg hebat junjungannya… padahal yg finis 123 inline ,apakah rasa benci bisa merubah fakta…bukankah mir kemaren ikut balapan dan sampe podium kenapa terlihat inferior dari mesin v yg justru di belakangnya… berarti ad yg salah dg cara pandang si empu blog ini

  6. Walaupun yamama menang tetep yg hebat junjungannya… padahal yg finis 123 inline ,apakah rasa benci bisa merubah fakta…bukankah mir kemaren ikut balapan dan sampe podium kenapa terlihat inferior dari mesin v yg justru di belakangnya… berarti ad yg salah dg cara pandang si empu blog ini

  7. ekekekekeke

    kakau Jian mir mimpi buruk tapi bisa Podium

    tapi kalau Taka pakai NdaHON mimpi buruk beneran gak jadi Podium

    H suuuuuuuRrrrrAM

    mueheheheheh

  8. Inilah kelebihn Rosi di kala itu yg bisa meng obrak-abrik mesin V vs inline.

    Akankah ada pembalab zaman now yg bs melakukn over take berkali-kali, supaya MotoGP bs hidup lg?

    Ataukah akan seterusnya pembalap terdepan melepaskan diri langsung kabur. Membosankn

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama