Iwanbanaran.com – Cakkkk….. Cukup menarik ketika mendengar pengakuan dan pernyataan Maverick Vinales di Assen. Menjadi pembalap terkencang dan tidak terpatahkan hingga free practice hari pertama usai, ternyata pembalap faktor Yamaha racing tersebut mengaku heran. Lhoooo kok iso ?? simak detilnya dibawah ini….

Maverick Vinales menjadi pembalap MotoGP terkencang diBelanda saat free practice hari pertama di hari Jumat. Vinales adalah pembalap terakhir yang memenangkan balapan MotoGP di sirkuit Belanda (2019), jadi tidak mengejutkan sebenarnya melihatnya dalam performa terbaik. Tapi yang harus diingat Performa pembalap Yamaha ini mengalami inkonsistensi performa yang cukup signifikan. Naik turun cak….. Makanya banyak yang meragukan Performa Vinales di Assen 202i, namun faktanya tidak. doi langsung melesat dan kondisi ini juga membuatnya heran. Lhooo ???

” Pada Free practice pertama di hari Jumat, semua berjalan dengan baik. Sejujurnya, aku tidak menyangka bisa langsung kompetitif dan juga kencang. Ketika FP1 aku melihat lap time ku 1’33.0detik dengan ban yang sudah terpakai selama 20 putaran. Jujur menurutku itu adalah lap time yang sangat kencang. Sementara di sore hari aku bermain dikisaran 1’33,2…. Menurutku ini juga bagus. Pada dasarnya, aku menemukan cengkeraman yang baik pada motor. Aku merasa sangat nyaman di atas motor sehingga bisa pembalap sesuai dengan keinginan…..” tukas Vinales seperti dilansir crash….

iklan iwb

Manajer Tim Massimo Meregalli mengakui bahwa sirkuit Assen memang sangat cocok dengan mesin Yamaha. Oleh karena itu mereka cukup gembira pada jalannya free practice hari pertama….

“Kami menjalani hari pertama yang baik di akhir pekan GP Belanda, hanya sayang beberapa pekerjaan kami terhenti karena tiba-tiba turun hujan pada FP2. Padahal pada kondisi kering di FP1 dan di awal FP2, kami membuat langkah pertama yang positif. M1 sangat cocok dengan trek Assen, sampai-sampai kita merasa motor seperti dibuat untuk itu. Ya….Pembalap kami berdua merasa sangat positif disini, kami sangat pedih ketika kondisi aspal kering. Namun, ini Assen… Di sini bisa hujan kapan saja, seperti yang kita lihat hari ini…..

“Hujan pada FP2 tidak diprediksi dan jujur merusak rencana kami untuk mencoba berbagai pilihan ban. Tapi, sisi baiknya, setelah trek benar-benar basah, kondisi tersebut bisa memberikan Maverick dan Fabio kesempatan untuk merasakan wet tire. permukaan trek dalam kondisi hujan, sambil berusaha untuk tidak mengambil risiko yang tidak perlu. Namun yang pasti sejauh ini kami puas…” tutup Meregelli. Sirkuit Assen memang cocok buat Yamaha walaupun Marc sempat juara ditahun 2018. Namun di tahun 2019 Vinales berhasil mengambil alih dan ini menambah rasa percaya diri pada kubu Yamaha….(iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

38 COMMENTS

  1. Ah masa yamaaf kenceng…kalo kenceng terahir jurdun kapan…kalo ga pernah jurdun berarti lemot…jangan bilang kenceng lah

  2. Emang nya yamalu punya sejarah bagus buahahahha

    Ada juga sejarah zurram kata Mizone

    6 tahun zongos

    Curang klep tetep aja gak jurdun

    Buahahahha

  3. Baru juga mm juara sekali udah meriang panas dingin fby n sales yamalu fans karbitan baperan buahahahha

  4. Lambat heran, cepet heran, jatuh heran…km kerja apa judi sih les vinnales…kok spertinya kerjamu itu gak terukur samasekali. Heran akuh…

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama