iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkkk….. Sepertinya Marc Marquez kali ini betul-betul ngepush Honda untuk memperbaiki kelemahan RC213V versi 2021. Fakta ini bisa kita gali dari bagaimana berjuangnya Marquez, menggali setiap Jengkal potensi motor di sirkuit Assen. Hingga doi terpantau terpental dan terbanting keaspal dengan tipe crash yang mirip dengan Jerez 2020. Sekonyong-konyong banyak yang kuatir dengan kondisi Marc karena doi terbanting ke aspal pada kecepatan 130 km perjam. Syukurlah pembela HRC ini baik baik saja dan justru mengaku gembira pasca crash yang dialami. Lhooo?? piyee maksude kiee ??

Seperti yang kita semua tahu Honda mengalami kesulitan dengan traksi ban belakang pada RC213V 2021. Hal ini membuatnya sulit saat masuk entry corner, termasuk ketika keluar tikungan. Kondisi ini memaksa pasukan Honda lebih lambat sepersekian ribu dibandingkan para rival. Kondisi tersebut juga berkonstribusi pada keamanan para pembalap karena berpotensi mengalami high side. Kurangnya traksi ban belakang membuat grip ban lemah dan akhirnya rider akan dilempar dari motor. Inilah yang menjadi fokus Marc sehingga kejadian Jerez memberikan gambaran riil problem yang terjadi pada Honda RC213V….

Ternyata kejadian ini kembali terulang pada saat free practice dua di sirkuit Assen kemarin. Marc terlempar dari motor setelah mengakhiri 19 bulan kekalahan beruntunnya dan Honda di Sachsenring Minggu lalu. Marc benar-benar terbang di udara – dengan kecepatan 130km/jam….asli ngeri cak. Tentu saja kondisi tersebut langsung direspon Marshal yang segera membantu Marquez. Untungnya pembalap Honda tersebut bisa langsung berdiri dan informasinya tidak ada cedera berarti yang dirasakan oleh Marc. Diprediksi pembalap Honda ini memang mencari limit motor dan ternyata Marc kembali menemukan kelemahan lain Honda RC213V…..diluar grip ban tentunya….

iklan iwb
iklan iwb
iklan iwb

“Pertama-tama aku merasa beruntung bisa lolos dari kecelakaan dan berakhir dengan baik. Tentu saja aku bisa merasakan crash yang sangat keras. Aku merasakan sakit di lutut, beberapa rasa sakit di kaki serta di siku. Tapi semuanya baik-baik saja dan aku siap melanjutkan performa yang sama selama sisa akhir pekan ini…” cetus Marc. Yang menjadi  pertanyaan sebenarnya apa yang terjadi dan bagaimana komentar Marc terhadap Motor secara keseluruhan di Assen ??

“ Pada FP2 aku membalap dengan baik. Aku ngepush motor di beberapa bagian sirkuit tetapi pada titik saat aku crash….di tikungan tersebut aku tidak on limit, karena ada pebalap lain di depanku (Joan Mir) dan aku melakukan hal yang sama. seperti yang dia lakukan atau bahkan lebih lambat. So….aku temukan masalah lain di motor kami dan aku sudah dorong HRC untuk menemukan solusi. Kami tidak boleh mengalami kecelakaan seperti ini lagi. Di tikungan seperti itu, kami mengandalkan elektronik. Elektronik menjadi kunci kami terhindar dari jenis kecelakaan ini...” tukas Marc…

Marquez tidak hanya melihat hubungan antara jatuhnya pada hari Jumat dan kecelakaan sebelumnya, namun doi merasa ada kemiripan pola highside Jerez 2020 yang menyebabkan doi cedera selama sembilan bulan dengan crash Assen kemarin….

“Masalahnya, hanya pebalap Honda yang memiliki pola crash seperti ini. Di Portimao Alex dan Pol. Sekarang aku. Itu adalah kecelakaan serupa pada 2020 di Jerez. Kita harus memahaminya. Aku memeriksa data untuk melihat apakah aku melakukan sesuatu yang salah. Dan ternyata aku mengendarai motor dengan cara yang sama seperti lap sebelumnya. Sepertinya Traction control tidak berfungsi maksimal. Kami perlu memahami cara kerja elektronik untuk menghindari crash semacam ini. Ketika kamu mengendarai motor sama persis seperti sebelumnya…. kemudian crash, itu berarti ada sesuatu yang salah…..

[Honda] sudah memeriksa beberapa hal, beberapa parameter yang tidak sepenuhnya normal di tikungan semacam itu. Mereka akan mencoba untuk menyesuaikan. Kami harus terus bekerja. Lanjutkan di level yang sama karena aku membalap dengan baik pada FP2. Tentang sasis, aku sangat senang dengan pekerjaan yang dilakukan HRC. Mungkin inilah pertama kalinya aku merasakan arah yang jelas untuk masa depan. Aku merasakan perbedaan positif. Ya….aku langsung senang ketika mencobanya. Aku bisa melakukan gaya berkendara yang berbeda dan cara yang berbeda untuk memahami berbagai hal.

Secara keseluruhan, aku menyukainya. Tapi bagaimanapun aku perlu membandingkan lebih dalam selama akhir pekan dan di trek lain. Untungnya setelah kecelakaan sasisnya baik-baik saja. Jadi kami berencana untuk melanjutkan sasis itu. Kami perlu membandingkan lagi. Hari ini kami akan memiliki satu motor dengan sasis berbeda untuk melanjutkan pekerjaan dan melupakan performa, melupakan hasil terbaik, dan lebih berkonsentrasi pada peningkatan motor untuk masa depan....” tutup Marc yang memastikan bahwa kelemahan lain dari Honda RC213V adalah elektronik atau secara spesifik tidak optimalnya traction control belakang yang membuat makin runyam traksi ban belakang. So….semangat Marccc !! (iwb)

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!