iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkkkk….asli IWB baru merasakan turing setelah hampir satu setengah tahun tidak mencicipi aspal hingga di atas 150 km. Turing perdana yang tidak boleh dilewatkan dan ternyata pemecah telur touring tersebut datang dari Honda CB150R terbaru. Touring sejauh 180 KM untuk menggali kelebihan dan kekurangan generasi terbaru Cibi yang banyak mendapatkan revisi baik dari sisi ergonomi riding ataupun kaki kaki. Pastinya pada turing ini IWB menemukan plus minus. Namun dari sekian poin IWB sangat kaget dengan keiritannya. Yup…..yang mengejutkan adalah konsumsi BBM yang jabang bajul nggilani tenan. Emang berapa kilometer perliter? Simak detil perjalanan turing IWB dibawah ini…

“Touring Laki” All New CB150 Street Fire yang diadakan oleh komunitas dengan rute Jakarta – Bandung dan digelar tanggal 12 Juni 2021 kemarin sukses IWB ikuti. Karena masih mengikuti Prokes Covid19, rombongan yang berpartisipasi hanyalah 15 dengan komposisi berbaur antara komunitas dan blogger. IWB dibantu oleh tim AHM yang menjadi sweeper….. mereka nunggang moge Honda CB series, dari CB500X…sampai CB500F dengan start awal dari Wahana Gunung Sahari. IWB sendiri awalnya mendapatkan CB150R warna merah namun tukeran dengan Vandra sehingga akhirnya nunggang CB150R berwarna hitam. Wihhh lebih gagah yang item cak….galak tenan…

Setelah sarapan IWB dan rombongan pun berangkat sekitar jam 7.30 dengan jalur Jakarta menuju Bandung. Nah….awal nongkrong di atas motor ini IWB sudah merasakan perbedaan yang cukup signifikan dibandingkan dengan generasi lama. Yang pertama adalah Posisi badan yang lebih tegak dan tidak dipaksa sedikit bungkuk ke depan. Hal ini ditunjang Raiser yang tinggi, stang baplang sehingga feelnya gagah banget. Selain itu karena ukuran tangki atas yang gambot membuat kita merasa lebih menyatu dengan motor. Mulai dari posisi kaki, tekukan siku hingga postur badan terasa pas buat setinggi IWB. Iki buat IWB lho cak…karena tiap postur rider bisa saja beda feel ridingnya. Singkat cerita….kita pun langsung gasss cak…

iklan iwb
iklan iwb

Dalam perjalanan yang begitu asyik, IWB disodorin simulasi jalanan yang betul-betul mewakili mulai dari kondisi jalanan Jakarta yang begitu semrawut karena hari Sabtu Memang luar biasa ramai…. termasuk melewati pasar Kramat Jati. Dari sana kita pun menggeber hingga daerah Bukit Pelangi Sentul yang diteruskan hingga ke jalur Puncak. Disini ternyata gila parah banget macetnya….ampunnn cakkk. Memang betul jalanan dibuat kontraflow tapi motor-motor dari arah berlawanan masih saja lalu-lalang membuat kita harus konsentrasi total. Belum lagi arah ke atas kita harus melawan mobil serta kendaraan umum yang jumlahnya kenthirrr tenan bikin macet…

Jalanan tanjakan dan turunan masih belum bisa kita rasakan secara total sebelum pada akhirnya setelah melewati Puncak Pass lalu lintas mulai terurai. Karena ingin merasakan performa sport 150cc terbaru Honda ini, IWB bersama Vandra geber CB150R ini sampai Cianjur dengan gaya sruntulan…gas-rem ekstrem. Maklum kayak dapat rejeki cak setelah menghadapi kejamnya macet Puncak….jalanan ramai tapi lancar menjadi pelipur lara. Disinilah IWB bisa mengeksploitasi total mulai dari kinerja rem, handling, mesin dan juga performa secara total. Apa yang kita rasakan?

Enakkkk tenan buat melibas tanjakan. Dari poin ini harus IWB katakan keputusan Honda memilih konfigurasi near square dibandingkan dengan Overbore sudah tepat. Nafas motor seperti tidak ada habisnya. Mau low RPM, low speed dengan gear 6 sekalipun tanjakan ekstrim dilibas dengan gampang. Torsi bawah yang berlimpah membikin motor ini seperti less effort alias ora ngoyo. Padahal bobot IWB tembus 88kg….bayangin cak. Ketika berhenti pun karena terhalang kendaraan lain, posisi jalanan menanjak extreme namun sekalinya lepas kopling motor langsung reaktif. So…fix, CB150R adalah master Climbing ability di kelas sport 150cc 4tak. Jago tanjakan cak. Apakah sesempurna itu?

Masuk ke Cianjur setelah makan siang…. rombongan kembali menjelajahi jalanan dengan target Bandung. Jalanan berkelok tidak mengendurkan ritme rombongan. Dan kembali IWB harus geleng-geleng atas handling generasi terbaru Honda ini cak. Nyarisssssss sempurna diarea front end kalau tidak sedikit terganggu ban bawaan yang cenderung licin. Maklum hard compound untuk mengejar life time…IRC Road Winner memang bukan untuk rebah-rebahan. Apalagi cuaca cenderung dingin sehingga traksi ban keaspal juga ikut drop. Kalau pengen lebih mantap kudu ganti kiee. So…apa yang IWB rasakan?

Solid, presisi dan stabil. Suspensi USD Showa SFF BP membuat handling CB150R meningkat cukup signifikan. Hal ini juga diamini Vandra (monkeymotoblog) yang mengatakan….” buat manuver depan enak banget mzzzz…” serunya. Yesss…IWB setuju cak. Zig zag dikemacetan gampang dilakukan. Stang baplang juga memberikan feel full control. Yang asyik… suspensi Upside Down juga sukses membuat kemampuan braking meningkat. Karena suspensi lebih solid…pengereman dadakan direspon motor dengan sangat baik karena minim limbung, praktis motor selalu berhenti dengan sempurna. Namun…. pada akhirnya IWB menemukan sisi minus setelah kita melibas jalanan lurus panjang….

Karena lebih fokus pada torsi kita merasakan nafas motor cenderung pendek. Hal ini berdampak pada getaran mesin yang lumayan terasa Setelah memasuki teritori di atas 8000 RPM. Yup…. nafas pendek memaksa motor teriak. Getaran ini menjalar di area bawah jok atau center frame. Memang masih dalam batas toleransi namun sensasi ini terasa timpang setelah kita disodorin engine yang super halus dibawah 5000 RPM. Yang kedua adalah performa pengereman setelah dipakai secara ekstrim. Kita merasakan penurunan kinerja setelah digunakan tanpa henti menuruni bukit…

Tetap pakem cak…tapi kita harus menekan tuas kuat dibandingkan sebelumnya tanda saat disk brake super panas, disitulah gejala ini timbul. So…kita harus menggunakan engine brake untuk membantu panic brake. Apakah parah? Nggak juga…karena masih pakem hanya butuh effort lebih. Gejala ini sebenarnya sangat dimaklumi karena semua motor standart juga akan mengalami kondisi demikian jika rem dipaksa bekerja keras untuk menahan Laju kendaraan pada saat menuruni Bukit selama berjam-jam. Lalu sisi minus lain dimata IWB adalah foot step. Lhoo emange nyapo ?

Mungkin terdengar minor namun jujur mengurangi kenyamanan cak. Opo kuwiii? Foot step tidak dibekali dengan spring return. Yup…. footpeg Honda New CB 150R baru ini tidak dibekali dengan peer sehingga mudah terlipat keatas jika terbentur kaki tanpa sengaja. Ini IWB alami berkali-kali pasca berhenti di lampu merah. Pada saat lampu hijau nyala…motor jalan…kaki naik dan foot step tersenggol betis. Hasilnya ? Foot step terlipat keatas dan IWB harus menurunkan lagi pakai kaki. Kondisi ini memecah konsentrasi. Minor sih namun rada nyebelin. Dan yang terakhir kekerasan jok yang menurut IWB kurang empuk. Dari level sebenarnya busa CB150R ini termasuk masuk kategori medium…..

Tidak keras dan juga tidak empuk. Tapi gejala bokong panas timbul setelah kita berkendara di atas 100 km. IWB mulai geser bokong diatas jarak tersebut cak. Yahh….sisi minus yang mungkin tenggelam oleh segudang sensasi feel riding yang improve signifikan khususnya handling. USD ora ngapusi cak….ono duit ono rupo….

Tidak terasa kita pun akhirnya tiba di Bandung Barat atau tepatnya di Honda Safety Riding Ciubereum. Berangkat jam 7.30 pagi tiba di lokasi jam 03.00 sore. Yahhh…. memang dipotong dengan istirahat makan dan Shalat sambil bersantai menikmati pemandangan. Dan dari sinilah IWB dibuat kaget tenan. Ketika akan motret speedometer before after,  karena indikator bensin hanya berkurang satu strip. Waaahhh….ediannnn njaran, seriussss kieee ?? kok irittttt bangetttt. Padahal jalurnya ekstrem benerrrrr. Belum lagi gaya berkendara IWB yang gaspol stop n go mengejar rombongan depan….

IWB sampai ngecek teman-teman lainnya seperti lek Kobay, Vandra dan Lek Ari serta Alki. Dan memang cak…semua turunnya sama rata-rata yakni hanya 1 sampai 2 bar. Karena tidak puas IWB mencari panitia dari AHM…memastikan apakah ada pengisian bensin saat kita istirahat ?? dan fix mereka pastikan bensin hanya diisi sebelum berangkat di Jakarta. Clear kalau gitu….bisa dipertanggung jawabkan hasilnya. Waaahhh…..kethirrr bener kiee. Untuk memastikan secara pasti, IWB pun mulai ngecek speedometer dengan teliti…berapa MID yang ditunjukkan….??

FYI…sebelumnya IWB sudah reset Trip A ke 0. Dan setelah melaju dari Jakarta ke Bandung, motor sudah menjelajah sejauh 171,5 km. Lumayan jauh untuk simulasi kendaraan harian. Sekarang kita lihat Berapa konsumsi BBM rata-rata setelah jarak tempuh mencapai angka tersebut ?? dan diperoleh hasil yang sangat mengejutkan yakni….52,8 km/liter. Whaaattttttt….tenan to, irittt puolll. Asli cak…. hasil ini di luar dugaan dan sangat mengejutkan mengingat track-nya juga ekstrem. Iki pegunungan lho, dengan gaya geber puol gas mentok berkali-kali. Kalau jalanan lurus dengan berkendara santai IWB sih maklum. Lhaaa iki? wahhh….

Bukti bahwa dengan torsi besar, power jempolan membuat konsumsi BBM lebih efisien walaupun digunakan untuk melibas jalur pegunungan. Secara teknis hal ini memang memungkinkan karena kita tidak perlu buka gas dalam untuk melahap tanjakan. Tapi 52,8km/liter untuk gaya berkendara pecicilan? Ini sih edian master irit kieeee !

Nah… untuk memberikan gambaran kesampeyan inilah plus minus Honda New CB 150 R dimata IWB :

Sisi plus

1. Torsi berlimpah dan less effort untuk melahap jalur tanjakan. Motor ini pantas kita sebut sebagai raja tanjakan
2. Pick up power menyenangkan, sekali colek lari tanpa ditemukan gejala delay
3. Mesin halus khususnya pada rentang dibawah 5000 RPM
4. Perpindahan gigi sangat smooth, shifting transmisi tiap gear lembut
5. Handling meningkat pesat khususnya area depan. Manuver zigzag nurut banget, ringan dan stabil serta presisi
6. Pengereman solid termasuk respon suspensi yang bisa meredam panic brake dengan sangat baik sehingga tidak ditemukan gejala Limbung ketika kita mengerem dadakan
7. Ergonomi Riding sangat nyaman dan tidak memberikan pressure atau stres apapun di seluruh badan kita. Mulai dari siku, pergelangan tangan punggung…semua aman cak
8. Perangkat rem Pakem dan bekerja baik pada kondisi normal
9. Mesin super irittttttt dikelasnya
10. Desain moge look dan terlihat mahal
11. Visibilitas speedometer sangat baik alias terbaca dengan jelas walau di tengah terik matahari

Minus

1. Nafas pendek dan tenaga terasa kosong saat melengking di atas 9500 RPM
2. Vibrasi mesin mulai timbul saat RPM diatas 9000. Getaran cukup terasa di area Tengah sasis walaupun masih kategori wajar
3. Tidak adanya Spring return pada foot step mengurangi kenyamanan karena sering tersenggol kaki dan melipat sendiri ke atas
4. Performa rem mulai menurun jika kita gunakan untuk menuruni perbukitan yang cukup tajam secara terus-menerus di atas 1 jam
5. Walau jok termasuk medium nggak keras dan empuk namun berkendara di atas 100 km bokong terasa panas

Yup…. itulah sekelumit plus minus honda new CB150R terbaru di mata IWB. Tidak diragukan motor ini meningkat signifikan dibandingkan dengan generasi lama khususnya dari sisi handling, ergonomi riding dan efisiensi. Lhooo…kok bisa? Dari analisa pribadi karena walaupun menggunakan basis engine yang sama, namun bobot generasi terbaru ini lebih enteng 2 kg. So…. praktis power to weight rasio meningkat dan hasilnya adalah efisiensi bahan bakar plus pick up power yang menyenangkan. Artinya opo?

Motor ini kurang cocok bagi sampeyan yang hanya mengejar top speed namun sangat cocok bagi sampeyan yang mendambakan paket komplit penggunaan harian yang nyaman, handling mantap, power spontan, sekali colek ngacir, tampang gagah, raja tanjakan dan juga lembut untuk daily use. IMHO diatas kekurangannya, fix harus IWB katakan…. ini adalah standar baru motor sport 150cc 4 tak yang seharusnya bisa diikuti oleh para Rival karena suka atau tidak motor ini di atas rata-rata soal kenyamanan, kestabilan handling, kelincahan serta efisiensi bahan bakar. New CB150R ?? suspensi USD emang ora ngapusi cak…..semoga pabrikan lain mengikuti disegmen ini, juozzzz !! (iwb)

 

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

49 COMMENTS

  1. NMP Fi sekitar 56km/liter, irit tapi tenaga emang kaya motor bebek 😀

    Depok-Purwakarta 115km juga 1 bar aja berkurangnya

  2. Eits, jangan remehin vixion loh, itu motor bagus sebenarnya, ga ada vixion ga ada cb150r kayak gini nih, cuma aneh aja strategi yamaha untuk mengembangkan vixion itu masih ngawang ngawang ga jelas kemana

  3. Kalau ngomongin jok keras ya emg sejak dulu ciri khasnya sayap. Mulai dulu pakai karisma 125 sampai beat ga ada satupun yg masuk kategori empuk. Yamaha sebaliknya, jok empuk suspensi keras

  4. Wah mantap ulasannya lek..lebih detil ini ketimbang penjelasan sales di dealer. Semangat dan semoga sukses kedepannya blog dan vlognya. IWB jozz gandhozz

  5. new cb150r emang irit cak.. saya aja dari Serang Banten – Bekasi Timur cuma turun 1 bar ( 3 jam ).. balik lagi ke Serang Banten total” sisa 3 bar.. krna pas pulangnya jam macet wkwkwk ( 4,5 jam ).

  6. irit untuk sport 150 cc ,, R15v3, MT-15, itu di kisaran 46-48 KM/L ,, tinggal nunggu berita dari youtub otomotif TV,, nanti dicompare sama kompetitor lainnya.

  7. Perlu dicek ulang dengan cara fuel to fuel lek iwan.

    Saolnya liat penghitungan all new cb150r penyimpangan mid konsumsi bbm nya cukup tinggi. Bisa aja beda 5-8km/l.

    • sama, malah saya lebih pendek lagi, dan kelihatan ini motor untuk orang-orang yang berpostur tinggi, mungkin itu juga alasan mengapa TMC’blog gak ikutan touring,,wkwkwkw,,.

  8. Memang mas Iwan top.

    Saia pengguna satria f 150 dari 2012, memang masalah overbore ditarikan awalnya yg kurang mampuni. Saia sampai ganti karbu pe28 dengan settingan kering bisa lebih baik, tapi tuk kecepatan 115km/jam agak berat. Saia berpikir tuk strokeup tapi takut akan gejala mesin / bengkel yg kurang teliti. Soalnya tiap malam slalu saia adu dengan honda cbr250r rute mall taman anggrek sampai graha raya bintaro. Awalnya menang tapi di kecepatan 70km/jam dilewati, cuma bisa nyusul lagi jika da tikungan. Hehe…

    1 tahun kemudian muncul sonic, saia berpikir tuk pindah tunggangan tapi saia tunggu sampai 1 tahun setelah rilis agar tau +-‘y. Akhirnya ga jadi beli.

    2015 saia beli new thunder 125

    2016 saia beli address 115

    2019 saia beli nex 115

    Setelah saia sadar saia ternyata beli produk suzuki semua. Haha…

    Motor pertama shogun 110

    Kedua sanex 100

    Ketiga smash 110

    Keempat vario 110

    Kelima skywave 125

    Keenam revo abs 110

  9. ekeekekeke

    V-ixion ketawa nyengir

    lebih irit V-xion bisa 55 km / liter dalam kota

    buat ruring biaa tembus 60 km / liter

    H suuuuuuRrrrrrAM

    muehehehehe

    • Nerima kenyataan Vixion nggak laku karena apa? GK enak dilihat aneh bagusan yg gen awal, tukang gambar diyamaha pecat saja ganti GK bisa desain motor yg cakep, sekedar saran jangan sampe kaya Suzuki yg mabruk dealer pada nutup baru sadar.

  10. Irit bbm msh debatable Cak dgn hanya mengacu info by display yg ada risiko simpangan angkanya..Saran utk validity akurasi pake metode fuel to fuel, mangkat karo finish lalu isi maneh Cak..just suggestion lho Cak ben fair..Suwon

  11. wah kebalikan nya gsx s150 saya, waktu lwt tanjakan ekstrem di tanjakan dini geopark sama di tanjakan puncak darma posisi boncengan, ngeden cak tp kuat nanjak karena nafas panjang, klo ga mainin gas rpm tinggi ngeden mesin overbore gsx

  12. wah kebalikan nya gsx s150 saya, waktu lwt tanjakan ekstrem di tanjakan dini geopark sama di tanjakan puncak darma posisi boncengan, ngeden cak tp kuat nanjak karena nafas panjang, klo ga mainin gas rpm tinggi ngeden mesin overbore gsx

  13. konsumsi bbm jg gsx s150 saya paling tinggi 39-40km per liter, terbilang paling boros di banding vixion R sa. a New cb150

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here