iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkkk…Miguel Oliveira (Redbull KTM Factory Team) berhasil memenangkan balapan MotoGP Catalunya, Barcelona. Peningkatan yang cukup drastis telah ia tunjukkan dalam dua balapan terakhir. Namun disana ada salah satu wajah yang begitu tegang memperhatikan detik-detik kemenangan KTM di Catalunya. Siapa doi ? siapa lagi kalau bukan Dani Pedrosa…..tangan dingin yang membuat mesin RC16 berubah menjadi mesin brutal tak terkalahkan di Barcelona. Dan inilah detik-detik wajah tegang Dani Pedrosa di Catalunya….

Pabrikan Austria, KTM memulai musim 2021 dengan berjuang habis habisan untuk menemukan feeling terbaik terhadap pembalapnya. Yupss cakkk dalam lima seri awal musim ini, KTM yang musim lalu telah menunjukkan kecepatannya justru tampil diluar harapan karena belum mencetak podium dan capaian terbaik mereka hanya mentok diposisi ke lima.

Namun, pada seri kelima Mugello, Italia. Kedua pembalap pabrikan KTM mendapatkan update sasis baru Miguel Oliveira langsung klop dengan RC-16nya dan sukses mengemas podium kedua cakkk. Sementara rekan satu tim Oliveira, Brad Binder masih belum menentukan kepercayaan diri yang tinggi terhadap update baru tersebut.

iklan iwb

Kemudian di seri Catalunya kemarin, Miguel Oliveira benar benar menunjukkan bahwa doi mampu membuktikan diri bahwa KTM telah kompetitif setelah lepas dari hak istimewa bin Konsensi diakhir musim 2020.

Oliveira yang Memulai balapan dari posisi keempat langsung naik dua posisi di lap pertama, kemudian memasuki lap ketiga ia dengan mudah mengovertake Jack Miller (Ducati Lenovo Team) yang saat itu memimpin balapan.

Oliveira mulai menjaga ritme balapnya sejak lap ketiga, tiba dilap kesepuluh doi mulai mendapat serangan dari Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP) dan ia sempat terovertake. Namun dengan sigap ia kembali merebut posisi pertama.

Setelah itu ia terus berupaya keras untuk mencetak gap dari posisi kedua, balapan yang berlangsung selama 24 lap tersebut akhirnya sukses dilalui Oliveira dan berbuah manis dengan Kemenangan perdananya musim ini plus untuk pabrikan KTM.

Pembalap asal Portugal tersebut menceritakan bagaimana susahnya membalap di Catalunya kepada crash.net

“Dari sudut pandangku, sulit untuk memahami apa yang telah terjadi di belakangku. Pada awalnya aku tahu ada beberapa perubahan posisi, ketika ditempat kedua aku mendapatkan celah kecil yang membuatku merasa nyaman dan aku bisa menjaga ban dengan smooth juga aku bisa melakukan balapan dengan baik tanpa melakukan kesalahan,”

?Kupikir itu adalah kunci untuk bisa finis diposisi pertama. Balapan cukup sulit untuk semua pembalap tetapi bagiku, aku menganggapnya ekstra keras karena aku memilih ban depan Hard dan di delapan lap terakhir, terasa sulit untuk tetap bertahan di motor agar tidak terjatuh…

“Awal dari kecepatan balapanku berjalan baik dan sesuai dengan yang kami harapkan. Kami juga berharap Fabio tidak lebih cepat dan jika ia memimpin balapan lebih awal maka, mungkin balapan akan lebih sulit,”

?Jadi ketika ia menyalipku, aku melihat kesempatan untuk tetap bertahan bersamanya dan mungkin sedikit mengganggunya, kemudian aku berhasil melakukannya dan memimpin balapan hingga finish,” tutup Oliveira. Dan hasil akhir ? welldone !!! Tapi apakah itu semua hanya karena rider dan motor ?

Tentu tidak !! namun ada tangan dingin dibelakangnya yakni Dani Pedrosa. Yup…Dani begitu tegang memantau dari layar monitor detik-detik Oliviera finish pertama. Pedrosa yang memiliki pengalaman luar biasa di mesin V4 sudah tahu sebelumnya bahwa KTM memiliki potensi menang. Kenapa ? karena mesin ini kencang dan powerfull. So…kuncinya adalah….handling masuk dan keluar tikungan, termasuk keluar tikungan plus manajemen ban. Dilalah….Dani mampu membuat mesin RC16 makin bersahabat dan tidak underster. Hasilnya ? terbukti sudah…

Last…Dani Pedrosa adalah pembalap yang precise. Sepak terjangnya di Honda sebenarnya juga sangat baik namun rider mungil ini seperti dikutuk. Susah meraih juara dunia disaat kecepatannya tidak diragukan. Pengembangan RC dimasa lalu juga banyak mendapatkan masukan dari Dani sebelum Marc Marquez gabung dan merubah Honda jadi mesin liar. Celakanya lagi, Alberto Puig yang menggantikan Suppo sebagai Manajer HRC Motogp kurang menyukai Dani sehingga pembalap luar biasa ini ditendang. Disinilah KTM jeli langsung menarik Dani jadi test rider dengan hasil yang sampeyan bisa lihat hingga sekarang. So…welldone Dani-KTM !! (iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!