iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkkk…Marc Marquez (Repsol Honda Team) memang gagal menyelesaikan balapan MotoGP Catalunya, Barcelona. Walaupun hanya menuntaskan 7 laps saja Namun secara keseluruhan doi puas atas peningkatan performanya. Dan yang terpenting…kini mereka tahu masalah sebenarnya pada RC213V. Apa gerangan ???..

Catatan rekor buruk The Baby Alien berlanjut, yupss cakkk doi secara mengejutkan gagal finish dalam 3 balapan beruntun bahkan didepan publiknya sendiri ia tidak mampu meraih poin yang cukup penting bagi dirinya sendiri maupun untuk Repsol Honda.

Sejatinya, Marc Marquez memang mengalami kesulitan disepanjang akhir pekan dan terbukti doi sangat bersusah payah untuk menembus sepuluh besar sejak Free Practice 1, praktis ia harus ‘magang’ terlebih dahulu di Qualifying 1.

iklan iwb
iklan iwb

Meski telah mendapatkan bantuan Slipstream dari Jack Miller (Ducati Lenovo Team) namun catatan waktu Marc belum cukup untuk menembus Qualifying 2 dan ia akhirnya menempati start ke tiga belas.

Race day pun tiba, Marc yang optimis bisa tampil baik dalam balapan membuktikan kualitas dirinya cak. Yupss doi secara perlahan naik keposisi sembilan di lap pertama dan tiga lap berselang The Baby Alien sudah berada di barisan depan dan menempati posisi empat.

Ia menjalani battle dengan Jack Miller, Johann Zarco (Pramac Racing Team) dan Aleix Espargaro (Aprilia Racing Team Gresini) sebelum dlosor ditikungan ke sepuluh ketika balapan menyisakan 17 lap. Doipun terpaksa menyelesaikan balapan lebih awal.

Kendati demikian, Marc mengakui bahwa ia menikmati balapan yang cukup singkat tersebut dan mengatakan bahwa 7 lap yang telah ia tempuh di Catalunya adalah performa Terbaiknya musim ini.

“Hari ini aku menikmati balapan. Aku bisa menekan sejak awal dan bagiku itu adalah 7 lap terbaikku tahun ini. Aku bisa membalap seperti yang kuinginkan. Di track aku berkata ‘hari ini waktunya mengambil risiko’ karena jika hanya menghabiskan bahan bakar dan ban untuk P12 atau P14 bukanlah styleku,” tegas Marc kepada crash.net

Menurut Marc baru kemarin doi geber Honda RC213V on the limit. Dan justru karena itulah doi akhirnya paham apa yang menjadi problem utama Honda….

“Jadi inilah yang kulakukan. Aku menekan pada lap awal dan aku melakukan beberapa overtake, aku menikmatinya, tetapi begitu semua pembalap berada dalam kecepatan terbaik mereka, kami tidak berada dalam kecepatan yang benar,”

“Aku tahu bahwa 3-4 lap itu kritis, mengendarai motor dengan waktu 1 menit 40 rendah itu bukanlah kecepatanku, tetapi aku berkata ‘jika aku bisa mengikuti mereka 3 lap ini, maka aku akan tetap bisa bersama mereka (grup depan) disepanjang balapan,

“Tetapi di lap-lap tersebut aku mengambil terlalu banyak risiko dan semua terjadi dengan mudah. Aku berada di belakang Aleix Espargaro dan aku kehilangan banyak akselerasi. Kemudian aku mencoba memulihkan rem,”

“Aku tidak membuat titik pengereman yang besar [terlambat], karena Vinales ada di belakangku dan ia mengerem lebih lambat. Namun ia bisa masuk tikungan dan berhenti dengan baik sedangkan aku tidak. Aku mengunci ban depan dan terjatuh,”

“Tentu saja, aku tidak senang dengan hasilnya, namun aku senang dengan caraku menjalani 7 lap itu. Aku lebih suka melakukan 7 lap yang bagus daripada hanya bertahan hingga finish,”

Kejadian apes ini, nampaknya juga membantu Marc menunjukkan dengan tepat di mana Masalah yang ada pada motor RC213Vnya cakkkk..

“Di sisi akselerasi kami tidak bisa mendapatkan grip dan di tikungan kami tidak bisa menghentikan motor karena dengan bagian belakang kami juga tidak memiliki grip. Jadi ini adalah dua masalah yang berbeda, di dua area yang berbeda, tetapi kupikir solusinya berjalan dengan cara yang sama,”

“Kami terlambat mengerem tetapi kami berhenti dengan banyak getaran dan ketika berhenti dengan banyak getaran, hal-hal ini biasa terjadi, seperti aku dan Pol hari ini (dlosorr). Poin lainnya adalah kami banyak kehilangan di sisi akselerasi karena kami tidak mendapatkan grip. Jika kami kalah di sisi akselerasi, Tentu kami juga kalah di sepanjang lintasan lurus.” Tutup Juara dunia 8 kali tersebut….(CB iwb)

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

40 COMMENTS

    • The problem has already configured out. Now is time to work solving n fixxing em all. We love to work for championship

  1. Kasian jg ya cakk markuwes, ujung tombak honda blg 7 lap p4 adalah prestasi terbaiknya, itupun DNF alias

    Dlosor Ning Fasir

    • Kasih napas dulu wat sebelah. Tenang aje. HRC sultannya para dewa. Gak da yg dirugikan meski DNF. Secara target adalah di 2022 ngah ngah ngah. Sekarang mah cuma proses n progress untuk kembali back to the level he knows aje sobs. Catalunya sudah mulai “push n push”.

      Ken93rian di 2022 semakin dekat dan nyata

      Ngah ngah ngah ngah

  2. Yess, marc already configured the two rcv problemo sobs…. It’s kind of hard to fix ’em but he is still the talented skillful motogp rider ever born. Soon he solves’ em all and ready to gaspoll seizing championship aftet championship. Matumpuk-tumpuk piala lan penghargaane cakkkkk

  3. disaat YZR M1 terlihat cantik saat menikung

    RC213V malah sakit pinggang saat menikung

    saat YZR M1 berdiri tegak di podium

    RC213V malah tidur lemes di gravel

    dengan segala keaultanan dan kesombongan para sales dan blogger ternakan

    itu sangat memalukan

  4. Orennya wow… bikin dagdigdug pans sebelah… jurdunnya nyata….🤣.. yg belum jurdun mimpi aja dulu… siapa tau gak jurdun🤣… salam blekplex..

  5. Kalo soal grip dri kemaren kan si pol dah sering bilang juga n di kuatkan hampir semua pembalap Honda kebanyakan dlosor di setiap race karna kurangnya grip juga pastinya.masalahnya HRC sangat lambat mengatasi mesalahnya sepeninggal Pedrosa.

  6. Katanya dulu gembar-gembor punya teknologi paling update dari semua motor MotoGP termasuk terknologi anti ndlozoor.

    • Berani gak ya om weybih nulis gini,

      Pol Espargaro Bilang Honda Lebih Baik Turun Kasta

      Berita terbaru tuh

  7. Masalah motor sudah ditemukan, tinggal bagaimana insinyur hrc bisakah mengatasinya. Sedangkan masalah fisik marc sepertinya masih butuh waktu untuk pulih, marc mungkin bisa kembali fit 100% nanti setelah dokter mengizinkan untuk kembali berlatih pakai motor cross.

  8. Honda semenjak ditinggal Shuhei Nakamoto+Livio Suppo, ngedrop performanya. Tahun 2016 dan 2017 padahal Repsol Honda, LCR dan Marc VDS waktu itu bisa juara atau nggak podium. Visinya Shuhei Nakamoto+Livio Suppo adalah menjadikan RC213V menjadi motor yg “Friendly User”, siapapun yang pakai bisa jadi juara dunia atau nggak menjadi juara konstruktor. Berita orang-orang HRC “menyingkirkan” Shuhei Nakamoto+Livio Suppo berarti benar dan dampaknya hingga sekarang, HRC terlalu bergantung kepada MM bukti nyata tahun 2018, 2019 dan puncaknya 2020, pembalap Honda yg bisa perform cuma MM yg lain gk perform sama sekali juara cuma crutchlow doang sekali, pedrosa biasanya menang entah 2 race atau podium sama sekali nggak tahun 2018 khususnya. Blunder terbesar Bos HRC Yoshishige Nomura melepas Pedrosa ke KTM dan juga penunjukkan Alberto Puig sebagai pengganti Livio Suppo yang menurut saya nggak sepadan dengan livio suppo, yang bahkan Livio Suppo bilang hal tersebut blunder besar mengingat pengembangan RC213V belum sukses besar dan apa yang dilakukan Alberto Puig di Honda benar-benar buruk. Penunjukkan Alberto Puig menurut saya hanya dijadikan “boneka” HRC ada wakil barat, mengingat orang-orang Honda tidak suka dengan kehadiran “orang barat” di posisi strategis seperti zamannya Shuhei Nakamoto, kalau sekarang posisi strategis diisi orang-orang jepang. Seharusnya orang-orang HRC sadar waktu ECU diseragamkan magnetti marelli tahun 2016, Insinyur Honda pusing bahkan frustassi tidak bisa menyelesaikan masalah ECU, kalau tidak open mindednya seorang Shuhei Nakamoto mendatangkan Filippo Tossi, Honda tahun 2017 tidak akan jadi juara saya yakin itu. Menurut saya, semoga HRC belajar dari kesalahan mereka sekarang dan berbenah, manajemen HRC harus lebih open minded seperti halnya Shuhei Nakamoto tidak perlu gengsi mendatangkan insinyur barat jika lebih unggul dari insinyur dalam negeri dan pengganti yang sepadan dengan livio suppo kemudian mendatangkan test rider yang lebih berkompeten, Stefan Bradl sebagai test rider menurut saya tidak melakukan pekerjaan yang bagus dalam pengembangan RC213V,bagian depan low side belakang kurang traksi, datangkan Pedrosa/Cal Crutchlow/Dovizioso sebagai test rider. *jika memungkikan

  9. Honda semenjak ditinggal Shuhei Nakamoto+Livio Suppo, ngedrop performanya. Tahun 2016 dan 2017 padahal Repsol Honda, LCR dan Marc VDS waktu itu bisa juara atau nggak podium. Visinya Shuhei Nakamoto+Livio Suppo adalah menjadikan RC213V menjadi motor yg “Friendly User”, siapapun yang pakai bisa jadi juara dunia atau nggak menjadi juara konstruktor. Berita orang-orang HRC “menyingkirkan” Shuhei Nakamoto+Livio Suppo berarti benar dan dampaknya hingga sekarang, HRC terlalu bergantung kepada MM bukti nyata tahun 2018, 2019 dan puncaknya 2020, pembalap Honda yg bisa perform cuma MM yg lain gk perform sama sekali juara cuma crutchlow doang sekali, pedrosa biasanya menang entah 2 race atau podium sama sekali nggak tahun 2018 khususnya. Blunder terbesar Bos HRC Yoshishige Nomura melepas Pedrosa ke KTM dan juga penunjukkan Alberto Puig sebagai pengganti Livio Suppo yang menurut saya nggak sepadan dengan livio suppo, yang bahkan Livio Suppo bilang hal tersebut blunder besar mengingat pengembangan RC213V belum sukses besar dan apa yang dilakukan Alberto Puig di Honda benar-benar buruk. Penunjukkan Alberto Puig menurut saya hanya dijadikan “boneka” HRC ada wakil barat, mengingat orang-orang Honda tidak suka dengan kehadiran “orang barat” di posisi strategis seperti zamannya Shuhei Nakamoto, kalau sekarang posisi strategis diisi orang-orang jepang. Seharusnya orang-orang HRC sadar waktu ECU diseragamkan magnetti marelli tahun 2016, Insinyur Honda pusing bahkan frustassi tidak bisa menyelesaikan masalah ECU, kalau tidak open mindednya seorang Shuhei Nakamoto mendatangkan Filippo Tossi, Honda tahun 2017 tidak akan jadi juara saya yakin itu. Menurut saya, semoga HRC belajar dari kesalahan mereka sekarang dan berbenah, manajemen HRC harus lebih open minded seperti halnya Shuhei Nakamoto tidak perlu gengsi mendatangkan insinyur barat jika lebih unggul dari insinyur dalam negeri dan pengganti yang sepadan dengan livio suppo kemudian mendatangkan test rider yang lebih berkompeten, Stefan Bradl sebagai test rider menurut saya tidak melakukan pekerjaan yang bagus dalam pengembangan RC213V,bagian depan low side belakang kurang traksi, datangkan Pedrosa/Cal Crutchlow/Dovizioso sebagai test rider. *jika memungkikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here