iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkkk….akhirnya kontroversi baju balap Fabio yang terbuka saat race Catalunya terungkap. Banyak yang berspekulasi bahkan air bag sempat dituding menjadi biang masalah yang membuat Fabio memutuskan membuka resleting agar bisa bernafas. Pertanyaannya…apakah demikian ?? setelah IWB ubek-ubek cari referensi, akhirnya IWB mendapatkan konfirmasi langsung dari Fabio. Dan inilah kata Quartararo soal baju balapnya !

Awalnya diduga airbag Fabio terbuka secara tidak sengaja. Namun, asumsi ini belum terbukti. Bahkan teknisi Alpinetars belum tahu persis apa yang terjadi. Mereka kini  memulai penyelidikan dan sedang memeriksa data yang terekam. Masih belum jelas apakah Fabio membuka ritsleting baju balapnya dan membuang “Pelindung Dada” untuk memberi lebih banyak ruang bagi airbag yang mungkin terbuka. Ritsletingnya jelas tidak cacat, karena saat masuk pit Fabio bisa menutup kembali….

Bagaimanapun, peraturan FIM menetapkan dalam Pasal 2.4.5.2 secara tegas tentang “Perlengkapan Keselamatan Pembalap”: Pembalap harus memakai helm, baju balap, sarung tangan, sepatu bot, pelindung punggung dan pelindung dada dan harus terikat sempurna saat diatas trek. Namun, Quartararo terbukti kehilangan Pelindung Dada. Oleh karena itulah Fabio mendapatkan penalti tambahan 3 detik mundur kebelakang. Doi akhirnya diputuskan finish diposisi enam (di belakang Mir dan Vinales) serta kehilangan tiga poin. Alhasil, keunggulan atas Zarco menyusut dari 17 menjadi 14 poin. Yang menjadi pertanyaan apakah benar airbag terbuka ??

iklan iwb
iklan iwb

“Itu juga pernah terjadi padaku yakni airbag terbuka. Tapi untungnya tidak dalam balapan. Aku akan mengerti jika Fabio membuang pelindung dada seandainya airbag benar-benar terbuka. Karena air bag bisa menekan dada ketika terbuka sehingga membuatmu sulit bernafas.  So…jika itu yang terjadi aku bisa dimengerti apa yang dilakukan Fabio...” cetus rider tes Honda Bradl. Terus apa kata Fabio ? apakah betul air bag mengembang ? dan akhirnya terungkap cak kondisi sesungguhnya setelah Fabio buka suara…

” Perkara baju balapku semua sudah tahu dari tayangan TV bahwa resletingku benar-benar turun. Aku sendiri tidak tahu pasti kenapa hal itu bisa terjadi. So saat itu aku hanya berusaha menutup kembali resleting namun tidak bisa. Bisa kalian bayangkan kondisinya. Bukan hal yang menyenangkan bagiku 5 lap terakhir setelahnya. Namun kami memiliki pertarungan yang luar biasa dengan Jack dan aku rasa kami layak dapat podium dengan segala kondisi yang terjadi. Secara umum seluruh rider Yamaha mendapatkan masalah di Catalunya. Dan pada kondisi normal sekalipun akan sulit bagiku bisa juara karena Oliviera melakukan tugasnya dengan baik…dia sedikit lebih kencang dibandingkan kami…” tutup Fabio…

Last…itulah pernyataan lengkap Fabio perihal kontroversi baju balapnya. Artinya tidak benar airbag mengembang dll. So…masalahnya hanya pada resleting yang turun…kuwi thok. Sejauh ini Fabio tidak menyebutkan perihal protector dada yang dibuang doi. Namun dari analisa pribadi…mungkin itu adalah keputusannya sebagai upaya dan harapan agar resleting bisa ditarik keatas kembali. Maklum cak….protector dada bisa saja dianggap menghalangi (nyantol) proses usaha menarik keatas resleting, mungkin saja. Apapun itu sudah clear sekarang hanya gara-gara masalah resleting turun. Apesss tenan rekk-rekkk !! (iwb)

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

31 COMMENTS

  1. Airbag mengembang bisa dilihat dari lengan. Klo gemuk2. Pasti mengembang. Yg terjadi di fq, lengan masih normal ngga mengembang. Harusnya emang dia di black flag.

  2. Intinya si pasti ada yg mengganggu membuat tidak nyaman,semua pembalap ingin fokus ke balapan jika tidak ada yg dirasa mengganggu,karna kehilangan fokus sepersekian sekond saja begitu berarti dalam race.terlihat Fabio kehilangan fokus di saat ada sesuatu pada racing suite yg dirasa mengganggu.Mungkin cara Fabio saja melemparnya kurang jauh n aman,bisa di lempar jauh ke gravel ataou mana seharusnya mungkin yg td beresiko kena pembalap lain di belakang.

  3. Masih untung loh cuma dapat penalti tambahan 3 detik.. Pantesnya sih di black flag karena terlihat jelas di rekaman ulang balap kalau protector hanya dilempar bgtu saja, nggak minggir perlahan dulu keluar dari racing line baru dibuang keluar trek. Padahal di belakangnya ada jack miller dengan gap ~1 detik. Jelas itu melanggar regulasi safety dan bisa jadi berpotensi membahayakan pembalap lainnya

  4. Saya trawang pakai ilmu jengking mlumah murep yang saya plajari dari buku primbon fotocopy yang cak iwb kasi itu menemukan bahwa ada umbrela girl yang menurunkan resleting fabio .

  5. ekekekekeke

    Learning by doing, menjadi pengalaman, Poin udah didapat, udah dihukum clear

    sebelah minta reffil hukuman lagi jangan blon blonn kayak mbekkkHaaa aja

    H suuuuuRrrrAM.

    muehehehe

  6. Taun lalu air bag morbi jg ngembng full, cari d artikel lek webeh yg lma pasti ada,, dan lita sikap morbi kl itu

  7. Casey selalu jadi spam padahal mantan pembalap 6thn 2 kali jurdun dan bukan legend tapi webe bilang legend karena sama sama phen dzi lihat hunda

  8. Ya susah lah kalo mau naikin satu tangan sambil ngebut. Mesti berhenti dulu. Mana pake sarung tangan lagi.

  9. Sekelas Y Selalu terganggu oleh hal seple.. Sprti tahun lalu ada salah teakanan ban, skrg salah resleting..

    Tim koplak.. 😅😅😅

  10. Gue maren nyoba quiz QR Code motogp, trus dialihkan ke salah satu web buat jawab quiz,

    pertanyaan pertama “Motor apa yg anda miliki?” Jawabannya ada, Yamaha, Honda, Suzuki, Kawasaki

    Gue jawab Suzuki dong motor kesayangan gue gitu… masak salah yg bener jawabannya Yamaha, ini yamaha segitunya amat jualan produk ya, makin males dan amsyong gue sama pabrikan Garpusomay, CURANG MOLO HHHHH.

    Untung fby disini sebagai sales garpusomay memberikan saya hiburan seru lewat komentar” lawaknya alwokaowka

  11. Saya rasa ini kesalahan dia sendiri, jika diperhatikan kalau dia selalu membuka ritsleting sebelum menaiki motornya dan sebelum warm up lap. Jadi ini murni keteledoran dia sendiri, tidak menutup resleting dengan rapat. Itu analisa saya berdasarkan kebiasaan seseorang yg berulang2.

  12. tepat analisa, ga mungkin fabio iseng nurunin resleting.

    resleting turun sendiri, akibatnya udara masuk ke bagian perut sehingga protector tergeser karena besarnya tekanan angin. posisi protector turun tersebut menyebabkan perut fabio tidak bisa ditekuk sempurna dan malah membuatnya sakit, akhirnya protector dibuang di tempat yang bukan jalur balap ideal. jadi masih aman.

    masih untung protector yang dilempar, lawan balapnya malah lempar motor… wkwkwk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here