iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Caakkk… Kabar terbaru datang dari Kepolisian Republik Indonesia yang baru-baru ini mengeluarkan aturan baru tentang Penerbitan dan Penandaan Surat Izin Mnegemudi (SIM). Nah aturan tersebut sudah dirilis melalui Peraturan Kepolisian (Perpol) no 5 tahun 2021. Perpol tersebut cak berkaitan dengan penggolongan SIM yang akan diberlakukan diwaktu mendatang. Wiss untuk lebih lengkapnya, simak kelanjutane dibawah ini…

Menurut Perpol yang dirilis, aturan tersebut secara menyeluruh berisi penggolongan jenis SIM untuk sepeda motor konvensional dan listrik. Nantinya cak, biker hanya memiliki SIM yang sudah disesuaikan dengan kubikasi motor mereka. Rinciannya, untuk SIM C akan dibagi menjadi tiga golongan yakni SIM C biasa untuk motor berkubikasi kurang dari 250cc, SIM CI untuk sepeda motor listrik dan bensin berkubikasi 250cc- 500cc, dan SIM CII untuk motor listrik dan konvensional berkubikasi lebih dari 500cc.

Selain itu cak, terdapat juga SIM D yang statusnya setara dengan SIM C dan yang membedakan hanya peruntukannya yang dimana SIM D ditujukan untuk biker penyandang disabilitas dengan kendaraan khusus berbasis motor. Sedangkan SIM DI setara dengan golongan SIM A (mobil) tapi dengan tujuan yang sama seperti SIM D.

iklan iwb
iklan iwb

Sementara itu, Kasi Standar Pengemudi Ditregident Korlantas Polri mengungkapkan bahwa “Perpol tersebut sudah resmi ditanda tangani sejak Februari 2021 lalu, artinya sudah ditetapkan dan berlaku. Namun ada masa sosialisasi lebih dulu dan waktunya minimal selama enam bulan sejak diterbitkan,” ujar AKBP Arief Budiman selaku Kasi Standar Pengemudi Ditregident Korlantas Polri.

Sedangkan Kasi SIM Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya menambahkan bahwa “Saat ini untuk penggolongan SIM C untuk pelaksanaanya belum, kami masih menunggu instruksi dari atasan. Untuk keputusannya nanti akan diumumkan langsung oleh Kakorlantas Polri,” ungkap AKP Anrianto selaku Kasi SIM Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya.

Last… Infone cak, aturan penggolongan SIM ini akan diberlakukan minimal enam bulan sejak Perpol tersebut rilis yang dimana waktu enam bulan ini cak digunakan untuk sosialisasi kepada masyarakat tentang aturan baru tersebut. Dan kemungkinan besar aturan ini akan diterapkan sekitar bulan Agustus atau September mendatang. Jadi bersiaplah….bersiaplah untuk mengikuti aturan yang makin ketat dan tidak main-main untuk masalah SIM. Demi kebaikan tentunya keputusan ini kita support penuh namun kita harapkan pengaplikasian dilapangan juga selaras dimana tidak mudah bagi kita untuk mendapatkan SIM dengan cara test secara ketat pula. Biker dan aturan makin berkualitas maka kecelekaan juga bisa ditekan. Bener horaaa cak. Wahh IWB kudu siap-siap ki soale sering ngetes motor dari cc kecil hingga moge kieee, tetap semangattttt…(RA iwb)

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

28 COMMENTS

  1. anjir tibeut amat ni pemerintah yg terhormat..

    dompet makin penuh aja nih banyakin sempit…

    auto ganti dompet harus degede bagong…. biar muat banyak kartu….

  2. Lagi pirang Wulan bayar perpanjangan SIM, ganti golongan CC bayar maning, nemen meras rakyat nya!!! Opo gratis? Ndhak mungkin!!!

  3. Agak rancu sih emg. Sim C biasa itu buat dibawah 250cc atau sampe pas 250cc? Biasanya motor 250cc itu ga pure 250, biasanya kan 248 atau 249cc, berarti masih dibawah 250cc. Apakah perlu upgrade ke C1? Soalnya disitu ditulisnya kan C1 dari 250-500, sedangkan 250cc biasanya ga pure 250, misal kaya cm 248 atau 249 cc. Pun yg 500 cc jg kan ga pure 500cc, biasanya paling 400an cc gitu, cm pembulatan keatas jd 500cc. Disini yg masih agak rancu nih

  4. Gosah bingung & dibuat bingung, kalau emang motornya 250cc ya berarti Sim C maupun C1 sama-sama bisa karena kriterianya masih masuk keduanya. Kalau ada rencana upgrade motor kedepan yang CCnya lewat dari 250cc ya maka simnya juga jadi wajib ikut diupgrade jadi C1..

  5. Wedew… Kudu up-grade ke C-II ni. Masa berlaku masih 4tahun lagi.

    Ehhh… Cak… Iku Savitri mana ya…?!? Nampakin photo nya donk…
    Jgn… Jgn…. Semoga saja bukan.

  6. Ekonomi makin sulit, hutang negara makin banyak, korupsi dimana-mana, nyari pendapatan akhirnya rakyat juga yg diperas habis-habisan..

    Kembali ke zaman VOC broo.. Harus ada reformasi 🔥🔥

  7. ekekekekekek

    pengguna jalan yg mengacungkan jari yg tidak etis juga harus di tilang dan sim nya

    harus ditindak etika dan norma nya di jalan saling menghormati

    karena sejatinya udah ada wadah untuk pengaduan

    H suuuuuuRrrrrAM

    mueheheheheheheh

    • Ya liat dulu lah,ngacungin jari gara2 apa…persis kyk mijone,koar2 ngelantur kmana2 pasti ada sbab,jadi dimaklum saja,mungkin dia lagi cari makan tapi terusik

  8. ruwet bin jlimet. kek toping aja cem macem. segala C1 lah. mo cari tambahan gini amat. pesenan kartel kah. yg punya kendaraan listrik biar masuk golongan wah. ato biar bisa ada tilang kalo sim gak sesuai.

    yang perlu di ganti noh ratu pajak indo yg bisa nya ngutang mulu.

  9. ruwet bin jlimet. kek toping aja cem macem. segala C1 lah. mo cari tambahan gini amat. pesenan kartel kah. yg punya kendaraan listrik biar masuk golongan wah. ato biar bisa ada tilang kalo sim gak sesuai.

    yang perlu di ganti noh ratu pajak indo yg bisa nya ngutang mulu.

  10. Apa ngga cacat hukum?

    Perpol mengatur masyarakat luas.perpol hanya mengatur internal polisi saja.klo masyarakat luas harusnya diatur undang2,perppu,peraturan pemerintah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here