iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Caakkk… Seperti yang sampeyan ketahui Ducati merupakan pabrikan asal italia yang terkenal dengan sportbike dan superbike yang powerfull. Namun ada satu hal yang kurang cak dari pabrikan ini yakni Ducati hingga saat ini belum memiliki line up motor listriknya. Padahal diawal tahun 2019 lalu CEO Ducati menyatakan bahwa akan segera memproduksi sepeda motor listrik pertamanya tapi sampai tahun ini Ducati belum terendus memproduksi sepeda motor listrik…..dan memang cak ketertarikan mereka dimotor listrik sangat lemah. Waahhh….

Disaat pabrikan lain tengah berlomba dengan merilis sepeda motor listrik mereka baik itu tipe sport ataupun skutik. Lain halnya dengan Ducati yang beberapa bulan belakangan ini terendus kabar bahwa mereka gagal merampungkan janji CEO Ducati dalam membangun sepeda motor listrik. Bahkan VP penjualan global Ducati mengungkapkan bahwa sepeda motor listrik tidak ada dalam rencana perusahaan, seperti yang diutarakannya “Akankah kami segera memproduksi Ducati listrik? Tidak. Kami pikir untuk jenis mesin yang kami produksi sekarang, sepeda motor listrik tidak dapat menjamin kesenangan, jarak tempuh, bobot, dll., Yang diharapkan pengendara Ducati.” Ujar Francesca Milicia selaku VP penjualan global Ducati.

Yups sepertinya Ducati belum tertarik cak untuk terjun kedalam persaingan sepeda motor listrik karena menurut pernyataan diatas motor listrik tidak bisa menjamin apa yang dirasakan biker akan sama dengan motor konvensional. Namun disisi lain cak CEO Ducati mengonfirmasi alasan mengapa Ducati belum memiliki kemajuan di sepeda motor listrik seperti yang diutarakannya…

iklan iwb
iklan iwb

“Katakanlah saat ini kerumitan utama pembuatan sepeda motor listrik dengan performa dan otonomi tinggi terletak pada baterai. Jadi kami mengikuti dengan penuh perhatian evolusi komponen ini, dan saat ini kami mengevaluasi kapan dan pada saat berapa jumlah energi yang dapat disimpan dalam baterai entah bagaimana akan membuat produk seperti sepeda motor listrik skala penuh dapat digunakan”

“Ada evolusi yang jelas penting, karena dibandingkan dengan, misalnya, lima belas tahun yang lalu ada perubahan yang sangat penting, sepuluh tahun yang lalu lagi; saat ini baterai litium sangat baik tetapi belum mampu menyimpan energi yang cukup untuk menjaga bobot sepeda pada levelnya saat ini. Oleh karena itu, diperlukan kompromi antara otonomi dan bobot. Selama pertengahan dekade ini, langkah penting seperti baterai solid state diharapkan, dan perkembangan yang lebih penting lagi di akhir tahun dua puluhan.”

“Saya optimis dengan ciri khasnya: Kalau kita kesampingkan sejenak bobotnya, mesin elektriknya adalah mesin yang sangat sporty, jadi tentunya bisa membuat produk yang sesuai dengan ciri khas merek kita yang selama ini selalu dikaitkan dengan performa dan sport. Dinamika yang paling relevan adalah waktu pengenalan.” Ungkap Claudio Domenicali selaku CEO Ducati.

Last… Alasan terbesar Ducati ternyata dari sektor baterai yang menurut mereka baterai lithium-ion belum cukup canggih untuk menampung energi yang dapat menunjang performa seperti motor konvensional. Karena memang kekurangan sepeda motor listrik khususnya tipe sport yakni dari bobotnya yang lebih berat dan tenaga masih dibawah motosport konvensional. Meskipun disisi lain cak, sepeda motor listrik memiliki torsi yang lebih njengat dibanding motor bensin tapi sayangnya belum mampu mengalahkan tenaga (HP) dari motor konvensional. Sepertinya Ducati masih melakukan penelitian cak untuk sektor baterai, dan semoga saja dimasa depan Ducati sudi berkecimpung dipersaingan sepeda motor listrik walau sekarang mereka belum tertarik serius garap mesin ini(RA iwb)

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

15 COMMENTS

  1. Ducati emang cetdas cakkk….
    Eropa…. orang orang nya mumpuni, world leading tennantz and gak neko2. Some higher than japanese.

    • Jepang sendiri malah blm tertarik ke full ev, kebijakan global ttg ev malah dibuat oleh UE, china, korea dan indonesia. Kedepan, klu jepang tdk berevolusi di indonesia, pasti tersingkir. Spt tesla di indonesia, mereka tertarik investasi solid state, bukan buat pabrik mobil

  2. Ducati menunggu pelukan Marc Marquez
    Mangstabz…….. Gondhaszzz

  3. soalnya bikin dinamo sama baterai itu mudah, maspion sama polyteon aja bisa wkwkwk. yg sulit itu bikin mesin konvesional seefisien mungkin~

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here