iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkk…..tepuk tangan para kru pit HRC pecah pasca race Portimao. Pembalap yang 9 bulan tidak pernah megang Motogp bike, dengan segala keterbatasan dan kelelahan luar biasa berhasil finish ketujuh dengan gap hanya + 13,208 detik dari sang pemenang Fabio Quartararo. Kondisi yang sangat membuat Marc emosional karena doi tidak pernah menyangka bisa melakukannya mengingat Portimao adalah trek yang menguras tenaga dan cedera. Dan menurut Marc hal pertama yang sangat berat adalah fisik dan skill. ” Aku seperti belajar membalap lagi….” seru Marc Marquez tertawa!!

Jika pada kondisi normal, posisi 7 tentu adalah hasil yang tidak pernah diinginkan Marc pastinya. Namun ketika cedera parah dan nyaris diragukan lagi karir Marc kembali di Motogp sempat mengancam dan kini finish hanya +13,208 detik dari sang pemenang sangatlah extra ordinary. Bakat luar biasa itu menyamakan kedudukan ketujuh pada 22 November,? lewat Stefan Bradl sebagai rider pengganti M?rquez di Aut?dromo International do Algarve sepanjang 4,692 km (9 belokan kanan, 6 belok kiri). Inilah yang membuat Marc sangat gembira dan emosional serta terharu..

Tentu saja aku merasa sangat emosional hari ini. Aku adalah orang yang suka menyimpan emosi untuk diriku sendiri. Tapi ketika aku kembali ke pit setelah balapan dan melihat semua mekanikku, aku tidak bisa mengendalikan emosiku. Ini adalah waktu yang sangat lama di mana aku terus bermimpi untuk menyelesaikan balapan MotoGP. Apa yang terjadi hari ini adalah langkah terbesar dalam pemulihanku. Mimpiku adalah kembali menjadi pembalap MotoGP. Tentu, aku lelah dan kehabisan tenaga. Tapi tetap saja, ada ledakan emosi tidak bisa kutahan. Ini di luar kendali. Ini adalah momen yang sangat menyenangkan…” seru Marc berkaca-kaca. Btw…apa yang terberat menghadapi 20 pembalap lain di Portimao hari ini ??

iklan iwb

Yang terberat adalah lap pertama (tertawa). Aku tidak bisa menempatkan diriku ditambah baru pertama aku mencoba menggunakan perangkat baru holeshot. Masih bingung dengan apa yang harus aku lakukan. Rasanya seperti di sekolah ketika kamu bermain sepak bola melawan siswa yang lebih tua dan mengakalimu. Aku seperti belajar membalap lagi. Aku tidak memiliki kendali pada motor. Lalu dalam beberapa lap pertama, Mir dan lainnya menyusulku. Aku tidak memiliki kecepatan dan aku tidak bisa mengontrol motor dengan sempurna. Itulah mengapa begitu banyak lawan menyalipku. Tapi aku memaksakan diri untuk tenang…

” Setelah sekian lama sangat sulit untuk memahami tempat untuk mengerem di belakang pembalap lain, untuk memahami cara bermain ketika mereka menyalipku, untuk keluar dari racing line. Ini sangat sulit karena begitu aku masuk tikungan, aku tidak bisa mengambil jalur lain. Akhirnya 6 lap pertama aku berpikir, ‘Oke, saatnya bernapas’. Jika tidak, aku tidak akan menyelesaikan balapan. Kemudian aku menenangkan diri, aku tidak melakukan pertarungan dan disitulah menemukan tempatku. Pelan dan pasti ritme race aku tingkatkan….selangkah demi selangkah dan aku mampu melakukan lap terbaikku menjelang akhir balapan….

Aku mulai coba mendekati Aleix Espargar?. Tapi tiba-tiba tubuhku merespon dan seperti berkata…” cukup “. Jadi selama empat atau lima lap terakhir aku hanya duduk di atas motor untuk menyelesaikan 25 lap. Itulah yang terpenting, finish hanya 13 detik di belakang [pemenang balapan] Quartararo itu luar biasa…. ” seru Marc gembira. Pembalap Honda terbaik lainnya adalah Alex Marquez yang finish 4,7 detik di belakang Marc, sedang Takaaki Nakagami finish diposisi sepuluh. Nasib kurang beruntung dialami Rekan setim Marc di Repsol, Pol Espargaro, yang harus masuk pit karena masalah rem belakang. Terus gimana dengan race berikutnya? apakah kondisi fisiknya akan mendukung ?

” Jujur, aku tidak tahu. Karena semua tergantung dengan sirkuit, apakah benar-benar trek yang akan menguras fisik atau bukan. Misalnya, 7 lap terakhir hari ini aku bahkan tidak bisa menyentuh siku. Aku geber motor dengan gaya balap yang sangat aneh. Aku tidak bisa melakukan apa-apa. Poin penting lainnya adalah kami sudah berbicara dengan dokter sebelum balapan ini. Kembali ke kompetisi berarti latihan di rumah harus lebih sedikit. Itu berarti sekarang dari balapan ke balapan aku tidak boleh nunggang motor apa pun. Aku hanya akan berlatih di gym 3 atau 4 hari tanpa banyak beban….

? Tulangnya baik-baik saja, tetapi tekanan yang kita berikan pada tulang harus progresif. Tidak bisa setiap hari dan setiap minggu. Ini alasan lain mengapa akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk kembali dalam kondisi fisik yang baik. Aku harus mengikuti nasihat para dokter karena mereka memberiku kesempatan untuk mengendarai motor MotoGP lagi. Sekarang aku hanya akan naik motor saat balapan saja. Kemudian pada pemeriksaan medis berikutnya kita akan melihat bagaimana kondisi tulang dan apakah aku bisa melakukan sedikit latihan diluar race. Tapi pemeriksaan berikutnya akan dilakukan setelah Jerez….” tutup Marc. Wowww…..rumit tenan jebuleee….

Last…salut buat Marc, bukti talenta luar biasa dari sosok yang tidak pernah megang motor serta dengan segala keterbatasan fisik dan masih mampu mendulang 9 poin. Nggak heran Fabio Quartararo menyebut hasil Marc sebagai sesuatu yang mengejutkan. ” Dia sudah kembali…” cetus Fabio via speedweek. Kita lihat saja pada next race…(iwb)

Hasil MotoGP, Portim?o, 18 April:
  1. Quartararo, Yamaha, 41: 46.412 menit
  2. Bagnaia, Ducati, + 4.809 detik
  3. Mir, Suzuki, + 4.948
  4. Morbidelli, Yamaha, + 5.127
  5. Binder, KTM, + 6.668
  6. Aleix Espargar?, Aprilia, + 8.885
  7. Marc M?rquez, Honda, + 13.208
  8. Alex M?rquez, Honda, + 17.992
  9. Enea Bastianini, Ducati, + 22.369
  10. Nakagami, Honda, + 23.676
  11. Vi?ales, Yamaha, + 23.761
  12. Marini, Ducati , + 29.660
  13. Petrucci, KTM, + 29.836
  14. Savadori, Aprilia, + 38.941
  15. Lecuona, KTM, + 50.642
  16. Oliveira, KTM, + 1 lap

 

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!