iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkkk….IWB lumayan terpana oleh tulisan Mat Oxley seorang mantan pembalap Island Man of TT dan juga penulis dibeberapa media balap luar serta pengamat Motogp. Mat yang pernah memenangkan gelar balap paling mengerikan sedunia tersebut mencurahkan hasil analisa dan opininya dengan kembalinya sang raja. Tulisan yang cukup tajam namun juga realistis mempertanyakan…apa yang bisa Marquez lakukan pasca cedera tulang Humerus? secara runut, doi percaya Marc Marquez juara dunia 2021 terbuka namun dengan beberapa catatan. Opo kuwi ? berikut tulisan lengkap Mat yang IWB terjemahkan dari Speedweek berikut ini….

Selama sembilan bulan, MotoGP bagaikan ring tinju tanpa Muhammad Ali, lapangan sepak bola tanpa Pel? atau Formula 1 tanpa Ayrton Senna.?Rekor lap MotoGP dipecahkan hampir setiap tahun, tetapi tidak tahun lalu karena orang tercepat di lapangan tidak ada untuk menembus batas. Sekarang Marc M?rquez akhirnya kembali, setelah tiga operasi lengan atas dan beberapa saat ketika karirnya tampak hampir berakhir….

Sembilan bulan tanpa balapan, itu waktu yang lama. Dalam kecelakaan serius, keberuntungan adalah satu-satunya poin terpenting dalam sebuah olah raga balap. Beberapa pembalap mencoba melindungi diri saat terlempar dan terhempas kekerikil, tetapi satu hal yang tidak akan pernah bisa mereka kendalikan ketika crash adalah motor mereka sendiri. Itulah nasib buruk yang terjadi pada Marc M?rquez Juli lalu di Jerez….dia terhantam roda depan RC213V-nya (secara paradoks, motor yang membuatnya tidak terkalahkan). Motor yang membawanya meraih gelar MotoGP ketujuh dalam delapan tahun…..

iklan iwb

Lengan atas bukanlah tulang yang sangat sering terkena di balap motor. Lengan bawah atau pergelangan tangan jauh lebih umum. Bagi juara dunia Superbike empat kali, Carl Fogarty, itu adalah akhir dari karirnya. Saat tiba-tiba dia mematahkan humerusnya di Phillip Island pada tahun 2000. Pelat dan sekrup digunakan, tetapi masalah bahu tetap ada. Dia mencoba mengendarai motor lagi setelah beberapa bulan, dia akhirnya paham semuanya sudah berakhir….

Lengan atas M?rquez dalam kondisi yang lebih baik, tetapi bisakah dia membidik gelar MotoGP ketujuhnya tahun ini? aku tidak dalam posisi untuk membuat prediksi, balap motor terlalu gila untuk itu. Namun, hal itu tentu saja memungkinkan. Tentu saja, ada juga keraguan: Bisakah break point mengalahkan kecepatan penuh selama 40 menit di motor MotoGP?

Portim?o harus menjawab pertanyaan itu. Tidak ada trek yang mudah dengan MotoGP bike, tetapi Belokan 1 “Aut?dromo Internacional do Algarve”, di mana pembalap dipaksa meluncur menuju turunan setelah lintasan lurus pada kecepatan 350 km / jam, mungkin memberikan gaya G-Force tertinggi yang akan dialami pembalap motor (bahkan tanpa jatuh sekalipun)….

Ini artinya setiap kali M?rquez mengerem masuk tikungan pertama, setidaknya ada tekanan sebesar 1,7 Gaya G yang harus ditahan – itu berarti beban sekitar 120 kg untuk lengan dan pergelangan tangan. Dia sudah tahu ini karena dia pernah ngetes ini sebulan lalu, meski dengan RC213V-S – tanpa rem karbon. M?rquez mengambil risiko tahun lalu, kalah taruhan dan menyadari bahwa dia hanyalah manusia biasa. Dan jika dia melihat angka-angkanya, dia akan sadar bahwa dia tidak harus langsung menang untuk merebut gelar pada 2021….

Mahkota MotoGP 2019 jatuh ke tangan bintang Repsol Honda dengan 420 poin. Itu adalah musim terbaik dalam sejarah “kelas utama”: dua belas kemenangan dan enam podium dua dalam 19 balapan itu luar biasa. Jika kita menghitung ulang perolehan poin Joan Mir dalam perjalanannya meraih gelar Motogp 2020 dengan melakukan simulasi menjadi satu musim 19 balapan, dia hanya akan mengoleksi 232 poin. Itu artinya 188 lebih sedikit dari Marquez pada 2019.

Hasil poin Mir memang rendah, tetapi tidak jauh di bawah Andrea Dovizioso, yang menjadi runner-up di belakang M?rquez pada tahun 2017, 2018, dan 2019.

Itu memberi tahu kita bahwa Marquez memiliki margin yang cukup untuk bangkit. Memang, 2021 bukanlah 2019, tetapi tidak banyak yang berubah sejak dia memenangkan gelar terakhirnya. Karena tidak ada yang memecahkan rekor lap (hanya hitungan lap balapan). Dan bahkan jika perolehan poinnya 40 persen lebih rendah dari tahun 2019, dia akan tetap menjadi juara dunia – dengan asumsi bahwa para pesaingnya tetap berada di level yang sama seperti tahun lalu, dan itu bisa saja terjadi.

Jika lengan kanan atas dapat sepenuhnya menahan tekanan ketika race, maka aku rasa dia memiliki peluang untuk mengejar gelar dunia. Banyak orang melihatnya seperti itu.

“Dengan Marc semuanya ada di planet yang berbeda. Ketika dia memakai helmnya dan keluar lintasan, kamu tahu bahwa sesuatu akan terjadi – sesuatu yang istimewa…” seru ,” manajer tim Repsol Honda Alberto Puig. Apalagi Pembalap pabrikan Ducati, Jack Miller, juga pernah menegaskan…” Perbedaan sangat besar ketika kamu membalap sendiri atau membalap seperti mendorong pisau selama 20 lap dengan 22 orang…” tukas Miller

Jadi apa yang bisa dilakukan Marc M?rquez akhir pekan ini?

Ada tiga faktor yang perlu dipertimbangkan: M?rquez menjalani tes di Portim?o pada bulan Maret, jadi dia tahu arahnya. Stefan Bradl mengendarai RC213V Marquez pada final musim 2020 di Portugal di posisi ke-7, 15 detik di belakang pemenang, hasil terbaiknya tahun itu. Bradl telah menyatakan bahwa dia tidak akan terkejut jika M?rquez naik podium pada hari Minggu.

Yup…kuwi cak sekilas tulisan Mat Oxley, seorang mantan pembalap sekaligus jurnalis. Tulisan yang sangat tajam dan mantap. Dengan kata lain Mat sepertinya cukup yakin jika lengan humerusnya baik-baik saja potensi Marc merebut juara dunia 2021 cukup terbuka. Nah…kalau sampeyan sendiri piye cak, setuju dengan opini Mat atau nggak ? monggo berikan opininya….(iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!