Iwanbanaran.com – Caakkk… Balada knalpot racing aftermarket emang nggak ada habisnya, baik itu di Indonesia ataupun luar negeri yang namanya knalpot aftermarket banyak bertebaran di pasaran cak. Tapi yang jadi masalah, masih banyak knalpot aftermarket ilegal dan tidak sesuai dengan aturan yang telah ditentukan oleh masing-masing negara. Karena dalam aturan penggunaan, beberapa negara sudah memberikan lisensi street legal untuk penggunaan harian dan knalpot untuk penggunaan race atau balapan. Wiss dilarang cak kalo knalpotne ilegal…

Sebenarnya ada beberapa jenis knalpot aftermarket yang beredar dipasaran cak, terutama di tanah air banyak sekali pengrajin knalpot pinggir jalan yang mungkin bisa dikatakan ilegal. Tapi dilain hal kita tidak bisa memberantas pengrajin knalpot non merk karena kebanyakan dari mereka menggantungkan hidupnya dari usaha ini. Selain itu, pengrajin knalpot pinggir jalan ataupun perusahaan knalpot lokal tentunya termasuk ke dalam industri kreatif. Nah disini harusnya pemerintah mendukung para pengrajin knalpot diluar sana dengan cara memberlakukan aturan baru soal knalpot racing, karena seperti yang sampeyan tahu aturan soal knalpot racing di tanah air memang masih abu-abu….

” Razia knalpot di Thailand, petugas wajib menggunakan Db meter sebagai dasar penindakan….”

Yups berbeda dengan indonesia, salah satu negara di Asia seperti India mereka memberlakukan aturan yang sangat jelas untuk peredaran knalpot aftermarket. Karena knalpot yang beredar di negeri Bollywood harus disetujui oleh RTO (Regional Transport Office) agar berstatus street legal dan tidak bermasalah jika digunakan untuk modifikasi. Tapi di negara lainnya seperti Thailand, dalam menindak knalpot aftermarket petugas mengukur ambang batas kebisingan dengan Db meter dan jika tidak melebihi batas kebisingan maka pengendara tidak akan ditilang oleh petugas. Catet cak…diukur dengan alat Desibel meter bukan sekedar mengandalkan telinga. Dan petugas menggunakan ini sebagai acuan penindakan….jadi semua berpatokan dari data dan aturan hukum yang berlaku disana. So..semua fair dan bikerpun tidak bisa ngeles sebab ukurannya jelas…..

iklan iwb

Selain itu yang paling parahnya lagi cak, di Malaysia mereka memberlakukan aturan yang cukup keras, yakni dengan mendenda biker yang memakai knalpot yang melebihi ambang batas kebisingan dengan denda RM100.000 yang jika dirupiahkan sekitar Rp 352 juta atau diberi sanksi penjara maksimal 5 tahun. Ediaan moncrot tenan rekk. Tapi nggak masalah karena semua petugas dibekali alat pengukur Db dan jika ada penindakan….semua berdasarkan bukti sahih dengan data dan alat ukur !

” Akrapovic Street legal Ninja ZX25R….”

Secara umum berlaku didunia….jenis knalpot racing aftermarket memang di bedakan berdasarkan penggunaannya cak, jadi ada knalpot yang dipakai untuk harian atau street legal dan knalpot yang digunakan untuk race atau balapan. Jadi tidak benar jika knalpot freeflow dikatakan haram digunakan dijalan raya dan hanya untuk sirkuit. Yup…sampeyan tidak bisa pukul rata. Sebab Street legal vs race track….Kedua jenis knalpot ini tentunya memiliki spesifikasi yang berbeda walaupun kebanyakan biker mengganti knalpot agar performa motor meningkat….

Contohnya knalpot racing street legal yang lebih banyak dipakai untuk keperluan looks dan lebih mengejar suara yang merdu ketimbang memikirkan performa. Berbeda dengan knalpot yang dipakai untuk race yang memang lebih diperuntukan mengail performa motor tanpa memperdulikan polusi suara. Selain itu ada beberapa material yang digunakan untuk membuat knalpot baik itu untuk street legal ataupun race, seperti plat besi atau galvanis, stainless steel, titanium, hingga yang paling mewah serat karbon….

” Para biker Jepang mayoritas pakai knalpot racing street legal…..”
” Foto ini IWB ambil dijalanan Suzuka Jepang….”

Biker diluar negeri mungkin dibuat lebih nyaman dengan berbagai pilihan knalpot racing aftermarket khususnya untuk harian, karena pemerintah disana sudah menetapkan aturan yang sangat jelas dengan memberikan lisensi terhadap knalpot racing yang beredar dipasaran. Bahkan beberapa pabrikan motor pun membuat khusus knalpot racing secara resmi baik untuk harian maupun race. Hampir semua negara didunia demikian. Makanya pas IWB di Jepang negara yang sangat fokus dengan polusi suara, mayoritas biker disana juga menggunakan knalpot racing seperti Akra, Yoshimura, Sakura dan banyak lagi lainnya. Dan mereka aman jaya sebab knalpot tersebut berstatus street legal….

Last……mungkin kedepannya pemerintah kita bisa melakukan hal yang sama seperti negara lain dengan memberikan lisensi street legal agar knalpot aftermarket bisa digunakan di jalan umum. Karena sebenarnya kita sama-sama untung cak jika misalnya knalpot aftermarket dilabeli SNI, yakni biker nyaman dan tentunya ada pemasukan tambahan buat negara dengan menaikan beberapa persen dari harga knalpot karena telah dilegalkan. Selain itu, dengan demikian pemerintah praktis juga mendukung usaha industri kecil masyarakat yang menjadi tumpuan hajat hidup orang banyak. Merk knalpot lokal andalan seperti WRX, ProSpeed, CLD, R9 dll yang tidak usah diragukan lagi kualitasnya pasti akan mengikuti aturan tersebut. Kita dukung berangus knalpot yang memekakkan telinga, namun kita juga dukung knalpot street legal. Piyee menurut sampeyan cak?….(iwb)

Beberapa foto motor di Jepang

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

61 COMMENTS

    • Namanya juga kec0ak. Mata duitan. Kalo knalpot mber resing brong rongs0k suara zolimin orang gapapa ditindak. Ini knalpot racing ori adem ditilang juga tanpa pengukur. Kan kony0l

    • Ijo ijo mana mau pake aturan gitu. Coba ente lagi solo touring ke kota K, di tengah jalan di kota E ente distop ijo ijo cuma nunjuk knalpot tidak standar. Tetep aja rujukannya pasal 285 ayat 1 mau ente pake uji desibel dll. Ttep aja udah melanggar pasal tsb, drpada ente bolak balik ikut sidang di kota E mau ga mau nitip aja dah sama ijo ijo.. the power of pasal 285 ayat 1

  1. Percuma , peraturan negara kita rada berbelit Belit..
    Pokoknya GK ori motor knalpot nya tilang,,

    Sekarang mobil pun mulai di Brantas …

  2. Bener, seharusnya dari dulu dibuat aturan terkait knalpot ini. Ngambil contoh aja dr negara lain yg secara umum ngikutin aturan tsb. Ditambahin logo timbul SNI, untuk spesifikasi juga harus dicap/ditempel plat yg memberi keterangan “racing use only” dengan yg “legal street use”. Jadi walaupun petugas lg gk megang alat db meter udah jelas di knalpotnya. Harga sedikit lebih mahal gpp yg penting legal aman di telinga, menambah pemasukan negara, kita2 yg petrollhead pun tenang dalam memodifikasi.

  3. Apa yang dikatakan Cak Iwan bener, tapi kan kita tau sendiri bagaimana keadaan negara kita, tentang penegakan hukum di Jalan Raya πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

  4. Pindah luar negri aja um kalo mo pake knalpot brong.
    Dah tau disini ga boleh masi ngeyel ganti.
    Tu ogeb namanya

  5. Betull kang iwan setujuu..kasian industri kreatif yg bergantung dari penjualan knalpot,semoga pemerintah peka dan bisa mnerapkan aturan jelas bagi produsen knalpot..zaman pandemi susah gini aturan2 makin ribet dtmbh ekonomi mlemah harusny ada win2 solusi

  6. Setuju bgt..Knalpot hrs ada lisensinya biar nyaman dikuping.
    Cm pertanyaannya, pihak terkait mau ngikutin metoda negara tetangga apa bodo ae?

  7. ekekekekke

    buat FBH yg pakai Knalpot mbettt mberrrrr nih njir udah kayak serasa mak makuesss di jalan

    H suuuuRrrrrAM

    muehehehehehhe

  8. ekekekek

    jangan kayak salah satu pabrikan yg rilis produk pakai knalpot akralingga..ngisin ngisin i

    # Kawal knalpot emblem Akralingga

    H suuuRrrrAM

    mueheheheheh

  9. Gak usah terlalu berharap negeri ini bisa meniru atau menerapkan aturan seperti Jepang,Malaysia,atau negara2 Eropa….lebih baik berharap saja negara2 luar sana meniru negeri kita…

  10. Endonesah?
    Kalau bisa bikin ribet ngapain bikin gampang?
    Kalau bisa bikin rakyat sengsara ngapain bikin enak?

    • Udah Enak2 feodal monarki junjung tinggi leluhur kekeluargaan… Ehhh datang demokrazy, buah pikir orang sonoh

  11. Gw suka JALANAN LUAR NEGERI…!BERSIH MULUS …
    GA KEK DI PANTURA..dan seluruh daerah…
    Kek habis bawa traktor sawah kotor nya motor habis hujan…

    Kelihatan biar tua2 , motor mereka terawat bersih spt keluar dealer…

  12. Prospeed knalpot lokal yg suaranya adem dan jelas ngasi looks dan performa… Klo wrx performa tpi suara Berisik bgt.

  13. Betul cak, kalau pemerintah bisa memberikan lisensi street legal buat knalpot after market jalanan juga akan terbebas dr oknum2 yg suka tilang sembarangan

  14. petugas sini boro boro bawa alat DB meter, ditanya berapa standart DB aja plonga plongo kagak ngarti

  15. Berharap produsen knalpot lokal segera bikin asosiasi terus mulai buka nego2 ke imi, polri dan pemerintah

  16. jane ki pie ya lik.. knalpot gawen indo ki asline yo sik street legal yo wakeeh… pokok e suarane bas bulet adem g ganggu lah.. tapi yo kebijakan biyen iseh diturunke ora tau intropeksi.. pokok e kabeh pukul rata… kan janc*k.

  17. jelas saya setuju cak,kalo polisi masih ngelakuin razia tanpa aturan yang jelas kayak sekarang ya siap2 aja nambah 2 masalah baru,pengangguran dan kriminalitas meningkat

  18. Selamat Pagi Mas Iwan,

    Terima kasih atas artikel yang sangat mecerahkan ini.

    Saya dukung Polisi menindak knalpot yang tidak sesuai aturan, karena saya sendiri sebagai biker merasa terganggu apabila berpapasan dengan motor yang suara knalpotnya ngga disekolahin.

    Tapi disatu sisi, saya tidak setuju kalau polisi menindak motor yang berisik suaranya hanya berdasarkan pendengaran dan bentuk knalpotnya saja.

    Seharusnya Polisi dalam bertindak menggunakan alat desibel meter agar terlihat profesional, tidak arogan dan bisa dipertanggung jawabkan dengan data yang akurat.

    Terima kasih Mas Iwan Banaran, tetap semangat dalam menulis atikel-artikel yang mencerahkan seperti ini. Dan semoga artikel ini dibaca oleh para pembuat regulasi dan penindak hukum.

    Salam Satu Aspal,

    Edward

  19. Kalau mau menegakkan peraturan mestinya semua petugas di lapangan dibekali alat ukur secara merata, jadi acuannya jelas, terukur, dan objektif. Lha ini alat ukurnya blm merata (ada yg bawa, ada yg kaga) eh udah main tindak

  20. padahal potensi nya gede tuh di Indonesia kl knalpot after market dilegalkan hukumnya jelas

    potensi pajak untuk pendapatan negara/ daerah ada
    lowongan kerja ada

    bayangin aja industri otomotif di indo tuh subur loh, apalagi bisa bikin knalpot legal tapi murah

    wah ga akan laris gimana lagi tuh

    tapi ya.. susah sih
    literasinya masih kurang disini tuh jadi ya nunggu ganti gerasi sih bisa terwujud ada aturan yang lebih jelasnya

    kalau sekarang sih no hope
    ya mending bawaan dealer aja, atau kl masih mau maksain ya kucing2an

    lagian emang komunitas motor sama produsen knalpot ga mau kerjasama gitu?
    ngajuin ke pemerintah biar diberi kejelasan
    dibikin peraturannya

    kan ini negara democrazy

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama