Iwanbanaran.com – Cakk… Sampeyan pasti sudah gak asing lagi dengan selera biker terhadap desain motor baik itu di indonesia maupun di negara lain, dan ternyata perbedaan desain ini tidak serta merta terjadi jika tidak ada alasan, baik itu dari pabrikan ataupun dari survey penduduk dinegara tertentu yang menjadi acuan produsen motor untuk menelurkan produknya, nah… kendati demikian perbedaan desain ini memiliki keunikan tersendiri di masing-masing negara, sehingga membuat pabrikan harus memutar otak untuk menelurkan produk globalnya di negara tertentu karena perbedaan selera disetiap negara. Penasaran ? intip detilnya dibawah ini…

Indonesia sendiri menurut IWB soal desain kendaraan baik itu motor ataupun mobil disetiap tahunnya selalu ada pabrikan yang meluncurkan produknya sesuai dengan selera konsumen indonesia. Walaupun ada juga pabrikan yang mendesain produknya yang bukannya disambut hangat malah menuai protes karena desain yang tidak menunjukan peningkatan dari generasi sebelumnya, maka dari itu desain mempunyai andil besar dalam larisnya kendaraan di indonesia.

Nah… Untungnya cak berkat sampeyan semua yang selalu menyuarakan taste desain kepada pabrikan yang berkiprah ditanah air, menjadi acuan utama bagi pabrikan untuk menelurkan sepeda motornya dengan desain terbaik sesuai keinginan pasar. Pasalnya biker indonesia selalu menginginkan desain yang agresif, keren dan juga gahar. Jadi berkat sampeyan dalam beberapa dekade terakhir desain sepeda motor di indonesia memang menunjukan peningkatan yang signifikan. Dan hal ini juga dibuktikan dengan penetrasi produk yang sangat baik dipasaran dan tentunya laris manis rekk.

iklan iwb

Selain desain beda juga dengan genre motor yang disukai di indonesia, sejak hadirnya motor matic ditanah air, masyarakat indonesia lebih menyukai segmen skutik dibandingkan sport ataupun bebek, karena memang dengan kondisi jalanan yang lebih banyak macet membuat biker indonesia lebih memilih skutik sebagai tunggangan harian daripada segmen sport, bahkan bebek non-kopling pun sudah kurang diminati, kecuali bebek sport dan ayam jago seperti mx king, supra ataupun satria masih memiliki ketertarikan dihati para biker indonesia.

Lain halnya dengan negara tetangga yakni Malaysia, di negeri jiran justru sangat jarang sekali motor sport yang berseliweran. Berbeda dengan indonesia yang lebih menyukai skutik, penduduk Malaysia lebih menyukai motor bebek sebagai tunggangan harian masrakatnya, karena memang kondisi jalanan di malaysia tidak macet seperti kebanyakan kondisi jalan di tanah air, dan uniknya cak… bebek yang di indonesia sudah sangat jadul namun di Malaysia masih diproduksi dan laris rekk, tetapi untuk segmen sport selera biker disana tidak berbeda jauh dengan indonesia, sehingga beberapa motor pun didatangkan dari tanah air….

Tidak berbeda jauh dengan malaysia, segmen bebek masih sangat diminati di negeri gajah putih, padahal Thailand menjadi kiblat motorsport di asia, karena kebanyakan pabrikan memilih basis produksinya di Thailand, selain itu ternyata motor yang memiliki desain seperti Xabre dan MT15 lebih disukai ketimbang motosport dengan desain pada umumnya, dan seperti yang sampeyan tahu di negeri gajah putih juga terkenal dengan modifikasinya yang beraliran Thailook. Kondisi ini berbeda jauh dibandingkan tanah air dimana kedua motor tersebut sulit mendapatkan hati para bikers…

Yup… Berbeda dengan ketiga negara sebelumnya yang memang memiliki kesamaan soal selera khususnya motorsport, entah kenapa di India yang bahkan negara dengan peduduk lebih banyak dari Indonesia, nyatanya mayoritas biker disana menyukai motor dengan desain yang kaku dan kurang mengalir secara kasat mata, fakta tersebut diperkuat dengan data penjualan yang dikuasai oleh pabrikan lokal di negeri Bollywood. Intip saja bagaimana kuatnya Hero Motocorps yang mengalahkan Honda. Bahkan TVS dan Bajaj bukan lawan Yamaha dan Suzuki disana. Kondisi yang berbeda jauh dibandingkan Indonesia pastinya….

Last…beruntunglah kita tinggal di negara ini, karena mayoritas pabrikan sudi menuruti desain yang diinginkan biker tanah air yang terkenal dengan desain gahar dan keren yang juga sangat diminati negara lain. Bahkan di negaranya sendiri seperti jepang justru keberadaan motor disana kurang diminati, dan berimbas ke penjualan motor yang kurang laris dan mengalami penurunan sejak lima tahun terakhir. Inilah fakta perbedaan market antara Indonesia vs negara lain. Nah, kalau sampeyan sendiri piye cak….ada nggak motor luar negeri yang sampeyan inginkan masuk di Indonesia? monggo berikan opininya…...(RA edited iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

62 COMMENTS

    • Ekekekek……
      Memang aneh cak….
      Di indo sebagian suka motor yg nyaman
      Tpi tidak sedikit pula peminat mongtor yg hobi REKAL
      MuuuuUUUuuuuehehehe…….

    • Faktor pengaruhnya banyak cak. Usia pengendara, penghasilan, harga motor, suku cadang, Club/Komunitas, kondisi jalan, pajak, gaya hidup, kendaraan umum, dll.

  1. Cek Data Pengukuran PCX160 CBS di Sirkuit Sentul

    0-60 km/jam: 5,4 detik
    0-80 km/jam: 10,5 detik
    0-100 km/jam: 17,5 detik
    0-100 m: 7,72 detik (@69,74 km/jam)
    0-201 m: 12,34 detik (@84,62 km/jam)
    0-402 m: 20,2 detik (@105,1 km/jam)
    Top speed di spidometer: 116 km/jam
    Top speed di Racelogic: 111,1 km/jam

    Yamaha NMAX 155
    0-60 km/jam 5,2 detik
    0-80 km/jam 9,3 detik
    0-100 km/jam 16,3 detik
    0-100 m 7,7 detik
    0-201 m 12,1 detik
    0-402 m 19,5 detik
    Top speed spido 121 kpj
    Top speed Racelogic 115,7 kpj

  2. ekekekek

    ( Breking News )
    shockbreker Peceex gasrukkkk cover berpotensi retak

    # Kawal Matic Besar Membagongkan

    H suRrrrAM

    mueheheheheh

  3. ekekekek

    ( Breking News )
    shockbreker Peceex Ambles buat boncengan

    # Kawal Matic Besar Membagongkan

    H suRrrrAM

    mueheheheheh

  4. ekekekek

    masalah ring piston peceex ngebulll

    itu udah dibilang jauhari
    dulu ada lapisan mobyldenum itu meminimalisir gesekan eh la dalah di downgrade diilangin lapisan itu. wassalam

    H suRrrrrrrAM

    muehehehehhe

  5. ekekekek

    ibarat udah disediain Sirkuit masih dijalanan

    udah disediain plat nomor asli malah pakai palsu

    # Kawal Matic besar Membagongkan
    # Kawal Plat nomor palsu

    H suRrrAM

    mueheheheheh

  6. ekekekek

    ( Breking News )
    Peceex baru keluar deler Gredekk Ambrol Turun mesin

    # Kawal Matic Besar Membagongkan

    H suRrrrAM

    mueheheheheh

  7. ekekekke

    HonHon karakter mesin Sportnya kepengen mirip R15 MX Vixion series tapi GaTOT

    matic 110 cc gak nyampe mbeot mberrr seriess karakternya kepengin Yamaha malah longg long Overstrokke ngedennn poullll gak kuat nanjak yg ada malah mundur alon alon

    H suRrrrrAM

    muehehehehhe

  8. ekekekk

    – R15 pakai Tangki Kondom dicemooh dijiplak HonHon
    – VIXION pakai Sliper clucht di BC dijiplak HonHon
    – Nmax naik cc dinyinyirin dijiplak HonHon

    H suRrrrrAM

    mueheheheheh

  9. Desain Suzuki GSX250R (bukan india lho ya) udah bagus sama desain Burgman 400 sport, menurut saya keduanya bisa jadi acuan. Harga mahalin dikit gpp asalkan sesuai dgn yg didapat. 🙂

  10. Mungkin di negara lain orang beli motor lebih ke fungsional nya saja, dan tidak menganggap motor barang yg bisa menjadi kebanggan ketika menaikinya.Jadi mau desain alakadarnya juga mereka terima

    • Di sini kalau ada produk lokal ada potensi naik daun udah dijegal sama penguasa bro……
      Mobil listrik yang katanya gagal uji emisi, gesits, komodo, masih banyak lagi

  11. di jepang sendiri kurang diminati karena biaya pembuatan SIM disana jauh lebih mahal dan persyaratannya ketat….wkwkwk

  12. Last…beruntunglah kita tinggal di negara ini, karena mayoritas pabrikan sudi menuruti desain yang diinginkan biker tanah air yang terkenal dengan desain gahar dan keren yang juga sangat diminati negara lain.

    Saya kurang setuju dengan pargraf terakhir ini.
    Mslh bruntung atonggak kuwi sangat relatif lek, mungkin biker india n thailand akan brpikir sebaliknya, mereka merasa jauh lbh bruntung drpda biker indonesia yg disugihi desain “culun”. Culun ini kan mnurut mereka, tp tidak mnurut kita.

    Soal laku nggaknya sbuah produk di suatu negara itu banyak faktor lek, gak cuma soal desain yg diminati, tapi minat masyarakat itu sendiri juga sangat berpengaruh.

    Desain bagus, tapi masyarakatnya mayoritas nggak minat dgn motor, ya sama aja bohong, sprt di jpn, mrk lbh suka moda transportasi umum ketimbang pribadi, apalagi motor.

    Ini opini saya, dari awal artikel sdh bagus, tapi khusus paragraf terakhir ini saya disagree.

  13. Beruntung kok seneng produk luar laku cak, yg aneh malah di indonesia gak mau kasi kesempatan dan kepercayaan untuk produk dlm negeri berkembang, bangga kok jadi konsumen.

  14. pengin beli motor turbocarger cak.. tapi klw di pake disini mau di bawa kmn ya kira-kira? masuk tool ga bisa, ganti knalpot racing nanti di tilang, apa lagi disini matic lebih agresif.. y udah ga jadi da duit juga ga ada hahah

  15. Tulung cak sampein ke HM, Honda C110 mbok dilokalin, Ben terangkat nasib Revo koperasi. Masih banyak yg suka bebek kok…

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama