iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkk….pro kontra perihal knalpot freeflow atau racing sepertinya masih cukup hangat. Hal ini karena banyak juga para followers yang pinter-pinter dan berwawasan luas bertanya ke IWB perihal status knalpot freeflow yang beredar didunia termasuk Indonesia. Mereka pinter karena wawasannya luas tidak hanya dalam kotak alias melihat juga fakta dibeberapa negara dunia. Apakah betul knalpot Freeflow hanya untuk disirkuit peruntukannya ? apakah knalpot ini tidak boleh ada dijalanan ? inilah bedah fakta yang bisa kita beberkan….

Knalpot racing atau bahasa Inggrisnya biasa disebut sebagai freeflow exhaust….. sebenarnya sudah hadir sejak sampeyan-sampeyan belum lahir. Knalpot ini awalnya memang untuk racing oriented karena di desain dengan merubah spesifikasi knalpot bawaan yang lebih mengejar efisiensi serta aturan kebisingan suara yang lebih adem. Namun banyaknya sekat dengan konstruksi yang dibuat seefisien mungkin memang dianggap menjadi biang tidak totalnya performa sebuah motor. Oleh karena itulah lahirlah knalpot racing dengan fokus pada mendongkrak performa motor…

Pada perjalanannya produsen knalpot akhirnya mulai melebarkan sayap dengan meracik versi produksi massal. Freeflow exhaust yang di desain lebih bersahabat baik soal harga ataupun suara yang tidak se Extreme versi racing. Alasannya satu karena jika produsen hanya mengandalkan  pemasukan dunia racing  produsen tidak mungkin bisa berumur panjang. Tingginya cost production serta kecilnya ruang lingkup dunia racing apalagi mayoritas tim tidak membeli namun justru sebaliknya…. produsen knalpotlah yang menjadi sponsor untuk mendongkrak brand image juga menjadi alasan kenapa Mass production sangat diperlukan…

Beberapa contoh berstatus street legal

Tidak heran kemudian lahirlah knalpot-knalpot racing berstatus Street legal. Knalpot ini di desain sedemikian rupa dengan memperhatikan desibel suara. Apakah ini artinya knalpot racing terkenal yang bertebaran di pasaran legal digunakan di jalan raya? Yesss betul cak. Sebelum produk mereka legal digunakan dijalan raya para produsen mendapatkan approval kelayakan. Dengan kata lain ketika knalpot sudah bertebaran di pasar itu artinya secara legalitas street use sudah tidak perlu lagi diragukan. Makanya kalau sampeyan lihat di Jepang, sangat banyak para Bikers menggunakan knalpot racing dan tidak satupun dipermasalahkan oleh petugas lalu lintas di sana. Contohnya dari penuturan teman IWB cak Mahmudi di Jepang….

” Bebas cak disini sebab knalpot racing yang dijual di pasaran ini berarti sudah mendapatkan sertifikat legal digunakan di jalan raya. Artinya Memang boleh digunakan di Jalan Raya bukan untuk sirkuit. Jadi razia di sini lebih fokus pada pengendara yang mengkonsumsi minuman alkohol…” serunya ke IWB. Jadi disini IWB ingin luruskan tidak benar jika ada komentar bahwa knalpot racing hanya untuk di balap. Bahkan peraturan undang-undang lalu lintas kitapun tidak menyebut bahwa demikian. FYI…knalpot premium seperti Yoshimura, Sakura, Akrapovic, Austin Racing dan masih banyak lagi lainnya yang juga merilis knalpot racing versi Street legal. Perbedaan dibandingkan dengan versi balap tentu spesifikasi material yang lebih rendah serta desibel suara yang jauh lebih adem…

” Rider Thailand terjaring razia knalpot”

Peraturan yang sama juga dilakukan di Thailand. Namun mirip dengan Indonesia masih banyak juga knalpot yang melebihi ambang batas suara dijual di Negeri gajah putih. Oleh karena itu tindakan tilang getol dilakukan oleh aparat kepolisian. Mereka melakukan razia terstruktur dan menjaring para Bikers yang menggunakan knalpot yang melebihi ambang batas desibel yang sudah dipatok di sana. Namun di Thailand petugas sudah dibekali dengan alat pengukur desibel suara sebagai standar petugas melakukan tindakan. Bahkan pengukuran pun menggunakan standar baku Di mana posisi alat harus mundur setengah meter dari knalpot…

Dari sana akan terlihat secara fair bahwa knalpot yang digunakan menyalahi aturan desibel suara yang sudah dipatok oleh pemerintah Thailand atau tidak. Semuanya terstruktur jelas dan gamblang. Contoh razia knalpot racing diThailand bisa sampeyan di intip dalam video paling bawah. Dari sisi pribadi IWB sangat mendukung memberangus para Bikers yang menggunakan knalpot brong bising. IWB wae budrek cak kalau mendengar knalpot memekakkan telinga. Rata-rata sering IWB temukan pada motor satu silinder….wisss buanterrrr ora penak knalpotnya, udah gitu digasss puoll bergaya ala pembalap Motogp…asyemm pengen tak sawat sandal swaallowww tenan rasane cak…

Tapi sebenarnya tidak semua knalpot racing memekakan telinga. Justru ada juga yang adem ngebas serta merdu puol. Bahkan saat idle lebih adem dibandingkan knalpot standar sekalipun….ono cak. Biasanya knalpot racing dengan ukuran silencer besar dengan konstruksi gasbul padat. Oleh karena itulah IWB sendiri selektif dalam memilih knalpot racing untuk tunggangan. Bohong kalau IWB tidak menyukai knalpot freeflow karena sejak era 1980-1990an knalpot racing sudah menjadi teman kita di dunia motor. IWB sejak era 1990an sudah menggunakan knalpot “telo” sebutan buat knalpot racing 2Tak jaman dulu. Namun dengan catatan, knalpot racing yang adem dan tidak membikin emosi orang ketika motor digas. Itu sangat penting cak…

Last…knalpot racing tidak selamanya mendapatkan perlakuan buruk saat razia. Contohnya IWB sendiri pernah terjaring razia disekitar Jabodetabek menggunakan Green Tukijo Ninja 250 dilengkapi knalpot Prospeed Viper, tidak dipermasalahkan. Petugas justru hanya fokus pada kelengkapan kendaraan meminta SIM dan STNK. Artinya tidak semua kondisi knalpot dipermasalahkan. Jadi jika sampeyan nanya kepada IWB knalpot racing apa yang aman digunakan? nggak ada yang aman cak karena ada dua pasal yang bisa digunakan, pertama adalah desibel suara dan kedua motor sudah dirubah dari spek alias tidak standart. Dengan kata lain desibel sampeyan lolos, maka pada pasal lainnya tetap kena. Jadi horaa jamin cak. Paling aman ??…standart wae wisss, kiro-kiro ngono……..(iwb)

Razia knalpot Thailand

iklan iwb
Previous articleHoreeee undangan AHM masuk, New CBR150R K45R siap rilis?
Next article[BREAKING] Celaka ! Davide Brivio tinggalkan Suzuki Motogp ?
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

72 COMMENTS

  1. Di sini memang masih banyak penafsiran, sehingga susah mendapatkan kepastian hukumnya.

    Kalo pendapat pribadi saya, pakai knalpot non standar atau bahkan racing pun monggo asal tdk melebihi batas desible sesuai aturan dan tetap berkendara dengan bertanggung jawab

  2. Mgkn dibutuhkan lagi label “street legal” utk setiap knalpot after market, selain dapat mendukung industri knalpot dalam negeri jg memfasilitasi mereka yg hobi modifikasi namun tetap taat aturan lalulintas.

    Seperti sdh umum diketahui publik, produsen kendaraan pun menjual knalpot variasi resmi yg suaranya lbh kencang dibandingkan standar namun masih memenuhi aturan. Namun di lapangan masih sering kena pasal “tdk standar” kan lucu jg, krn knalpot dan aksesoris lainnya itu merupakan produk resmi pabrikan

  3. Padahal klo pemerintah jeli teruma depperindustrian bayak pengrajin knalpot lokal yg harus ya dibina dan diahrakan untuk bikin knalpot yg bener tdk abal abal yg cuma kenceng suara motor lari ya dusitu situ aj yg bawa kerasa kenceng pengaruh psiologis dari suara kenceng…COBA PEMERINTAH BIMBING MEREKA ADA ATURAN YG JELAS ADA BATASAN JELAS DAN CARA SERTIFIKATI UNTUK KNALPOT YG LEGAL LIHAT JUMBLAH MOTOR DI INDONESIA JUTAAN YUNIT KELUAR TIAP BULAN NYA 😂 INI PROSPEK DUIT DUIT …

  4. Itulah diperlukan aturan yg jelas,namanya knalpot gampangannya ada ambang batas kebisingan,brp db dll,batas polusi udara,klo aturan blom jelas ya berpulang ke kita masing2 untuk lebih peka thd lingkungan,klo sekiranya pake knalpot kedengeran di kuping mengganggu ya gausah dipake,knalpot racing identik sama orang2 arogan.Lagian pake knalpot racing maupun standar klo di jln raya kan ga berasa bedanya buat performa(kebanyakan racing abal2 yg beredar),Klo mo gaya ya pake Akrapovic atau apalah yg berkelas.

  5. Itulah diperlukan aturan yg jelas,namanya knalpot gampangannya ada ambang batas kebisingan,brp db dll,batas polusi udara,klo aturan blom jelas ya berpulang ke kita masing2 untuk lebih peka thd lingkungan,klo sekiranya pake knalpot kedengeran di kuping mengganggu ya gausah dipake,knalpot racing identik sama orang2 arogan.Lagian pake knalpot racing maupun standar klo di jln raya kan ga berasa bedanya buat performa(kebanyakan racing abal2 yg beredar),Klo mo gaya ya pake Akrapovic atau apalah yg berkelas.

  6. Itulah diperlukan aturan yg jelas,namanya knalpot gampangannya ada ambang batas kebisingan,brp db dll,batas polusi udara,klo aturan blom jelas ya berpulang ke kita masing2 untuk lebih peka thd lingkungan,klo sekiranya pake knalpot kedengeran di kuping mengganggu ya gausah dipake,knalpot racing identik sama orang2 arogan.Lagian pake knalpot racing maupun standar klo di jln raya kan ga berasa bedanya buat performa(kebanyakan racing abal2 yg beredar),Klo mo gaya ya pake Akrapovic atau apalah yg berkelas.

  7. Klo di indo razia knalpot, bikernya disuruh tempelin kupingnya di knalpot trus polisi geber geber.. klo bikernya budeg ya kena tilang..

  8. Masalahe pulisu di negara antah berantah kita razia cuma pake telinga telanjang + assumsi g pake alat cak,asal mangap g standart ,hawane misuh aku cak

  9. Iya lah, di jepang kan kawasan pertokoan yg lebar jalannya sempit kan gak dilewati motor, lebih banyak pejalan kakinya

    Wajar gak diprotes..

    Motor/mobil kan kebanyakan dari kawasan pemukiman langsung masuk jalur utama..

    Di jepang, kan jarang yg kalau disini sering disebut “jalur tikus”

  10. Jadi razia di sini lebih fokus pada pengendara yang mengkonsumsi minuman alkohol…” 

    Alkohol membuat peminumnya berkurang akal dan membahayakan pengguna jalan lain maka dirazia di jepun. Lah disini gak minum alkohol aja akalnya juga berkurang alias S*mplak dan bikin polusi suara serta membahayakan.

  11. Salam 1 aspal mas $$$$..

    Sekedar saran dari saya untuk petugas kepolisian indonesia

    Bagaimana bila setiap knalpot racing yang di jual di Indonesia disertifikasi oleh dinas terkait tentang ambang batas desibel suara yang di hasilkan dari knalpot tersebut.. Setelah lolos ambang batas dibuatlah kartu uji lolos seperti sim , beserta no uji lolos tersebut tertera pada nomor seri dikartu dan nomor seri knalpot ,bahwa knalpot racing tersebut sudah lulus batas db , sehingga bisa dikatakan legal..

    Jadi seperti ini..

    Kartu uji lolos( semacam kartu sim buat knalpot)

    Tipe knalpot : merek A

    No seri knalpot :000xxxx

    Tanggal sertifikasi:ddmmyy

    Ambang batas db : __ db

    Jenis motor : merek M

    Di knalpot tertera

    No seri knalpot saja..

    Jadi petugas hanya perlu menyesuaikan no seri yang tertera pada kartu dan knalpot sama

    Kartu tersebut hanya bisa di keluarkan oleh dinas terkait saja..

    Jadi biker bisa tenang selama berkendara

    Dan tidak membuat pengendara lain merasa berisik kang $$$$..

    Itu saja saran saya kang

    Salam dari bikerbalung tuwo

  12. Banyak di pasaran knalpot bikinan home industri yg tidak ada sertifikat apapun, sing penting suaranya menggelegar.

  13. Tetep cax ga jelas regulasinya… Cax yakin street legal kalo knalpot itu nyemprot ke muka biker di belakangnya? Gabisa lah rata rata di Indo knalpot resing selain bising juga nyemprot wajah biker dibelakangnya, itu bisa digugat legalnya sama biker lainnya… Jadilah adu mulut di jalanan bahkan bisa lebih…

    Sori cax, coba liat di jalanan nyatanya, kalo yg cax misalkan kan itu motor luar semua, yg satu dua di Indo, rata rata yg ditilang juga 250cc kebawah, yg legalnya ya knalpot bawaan pabrikan…

    Sori cax kacau donk kalo dijalanan umum resing, resing tu di sirkuit…

  14. Ekekek, boleh di jual, ya jelas boleh, supaya klian smua pada beli, dan nanti supaya ada razia pakai pasal knalpot tidak standar. Sistemnya sama kayak narkoba, dibiarkan berputar biar ada yg terjaring. Simpel aja mainnya polisi. Lagian yg cuma satu silinder mending gak usah pake knalpot bising buang2 duit ekekek

    • Yang satu silinder harus didor palanya karena bising banget bikin sakit telinga saya

      Mampoosss…. Mampoosss…..Laknatullah Matilahhh dengan kehinaan yang mendalam

  15. Klo di Indonesia beda lek, asal kenalpot tidak standar langsung priiiiiit… Entah polisinya yg kurang wawasan atau memang oknum yg cari duwit

  16. Paling MENYEBALKAN plus NGESELIN lihat metik dan motor bebek plus sport 150 cc yang pake knalpot super bising! bikin polusi suara di jalan raya! Nyembur ke muka pengendara di belakangnya. Sangat setuju polisi menilang knalpot beginian!

    • Betul….. Single silinder memekakkan telinga. Twin inline saja masih bikin sakit. Tapi klo minimal tiga cylinder okelahhh ya

      Suara ada di dada pendengar or warga yang tinggal di pinggir jalan kek guwa

  17. fungsi nya klo buat saya yg sempet tinggal didaerah yg banyak mobil sih, sebagai penyelamat jg kang, seringkali gara gara motor knalpotny adem banget, entah di tikungan , atau saat mobil mau bermanuver , knalpot freeflow bikin pengendara mobil lebih aware klo ada motor deket dia, kapok saya banyak mobil kurang ajar, asal kesenggol galakan dia. pdhl kaki saya yg kena hajar

  18. Di Australia noleh lahhh dibawa kemana-mana. Karena bisa buat warning atau alert bagi pengguna jalan yang lain. Malah bunyiin klakson gak boleh sembarangan.

    Sebenarnya gampang klo kita kembali lagi jadi orang timur dengan alam pikiran orang timur.

    Menjadi masalah karena kita orang Indonesia yang tidak kuat keindonesiaan nya tapi ujug-ujug kepingin jadi orang barat.

  19. Era kemerdekaan dan kebebasan harus tidak ada aturan yang mengikat warga negara. Asal bayar pajak, semua bebas melakukan dan memilih sesuai selera

  20. Harusnya ada pejabat negara yang seorang biker sejati biar memahami passion warga bikerz seindonesia. Tidak sewenang-wenang, seenak udelnya sendiri klo bikin aturan undang-undang dasar. Bikin pengen misuh saja, khususnya teman dan sahabat-sahabat kita yang turah-turah dana dan selera

  21. Mohon di goreng terus cak..

    Peraturan knalpot Masi rancu ..di negeri ini..

    Pokok nya di lihat GK bawaan toko tu knalpot , tilang lah sita lah..

    Yg knalpot 3 in 1 . Yg suara nya mode STD aja bnyk kenak Tilang ,, padahal di geber suaranya yaa kayak knalpot STD motor,,, 🤣🤣 jadi patokan tilang nya bukan suara… TAPI KNALPOT NYA

  22. yg jadi permasalahan kemaren itu sebenernya bukan cuma masalah knalpot …tp lebih kepada kelakuan biker2 yg tdk bertanggung jawab …klo cuma sekedar lwt pasti warga juga ga masalah … intinya koreksi diri aja

    klo untuk artikel ini …intinya di indonesia blm terlegalkan untuk knalpot racing meskipun desibel memenuhi standard …karna UU merubah kendaraan menjadi tdk standart …dan sebaiknya ga usah pake knalpot racing klo masih di pake harian ….pake klo ke sirkuit aja …

    dh gtu aja

    • Nice tak perlu berdebat, saya rasa Indonesia memang belum melegalkan kenalpot racing ,saya kebijakan polisi sudah sesuai UU ,waktu dulu saya pakai knalpot racing saya di tilang ya sudah memang kita bersalah,walau ada alat ukur DB killer tapi dalam UU jelas sudah melanggar Tetang standar motor jadi uji suara knalpot racing sudah tidak berlaku karena sudah ada UU yg mengatakan kondisinya motor harus standar pabrik ,jadi tidak alasan walau kenalpot racing nya suaranya kaya standar tetap sudah masuk melanggar UU jadi polisi sudah berhak menindak tapi harus dengan cara persuasif ,misal dibikin UU misal orang yg melanggar knalpot dikasih teguran tertulis ,1,2,jika ketangkap ke 3 kaliny knalpot wajib dimusnahkan di tempat ,ini saya rasa ini lebih masuk akal ,dan yg melakukan sun mori secara ugal-ugalan + knalpot racing itu gak perlu di tilang cukup kasih hukuman dorong motor nya sampai rumah kuncinya dibawa polisi lalu di ikuti dibelakang nya saya rasa itu akan membuat efek jera

      • Kenalpot racing saya rasa tidak lolos ya, bukannya knalpot ORI itu ada sejenis bahan penyerap gas buang seperti di knalpot ninja 2 tak ,jika pakai original bisa lulus eruo 2 tapi dilepas gak lulus uji emisi euro 2,tapi jika knalpot premium mungkin saja lolos uji emisi ,

    • Nah bener ini logika nya,

      Jd polisi jgn kesan nya nyari kesalahan atau mngkn ada yg berpikiran “Cari Untung” dgn nindak rider nya,

      Dmn2 lbh baik mencegah drpd mengobati,

      Kl emg freeflow dilarang jalan di Jln raya, tutup aja semua pabrikan nya, larang jualan di Indo,

      Kelar sudah,

      • Narkoba yg produsen, pengedar, dan pemakai yg dilarang aja masih ada.

        Intinya kalo masyarakat $$$$$. Itu mengganggu orang lain. Dan gak mau pakai. Gak bakal laku tuh knalpot.

        • Intinya selama ada yg beli pabrik akan terus bikin dan kebalik juga bisa selama pabrik bikin masyarakat masih bisa beli ,dan ini kekuatan sama besar nya , kuncinya ini di tangan pemerintah

    • Karena ada peluang bahwa knalpot tsb digunakan di sirkuit..

      Sama kenapa pabrik obat nyamuk gak dibubarkan padahal itu racun buat manusia, karena itu obat untuk nyamuk, bukan buat kamu.. Tapi kalo kamu minum terus koit, bukan berarti pabrik obat nyamuknya yang dibubarkan..

      Sampai sini sudah paham jon..?

      • beda lah jon, makan obat nyamuk itu mah cari mati

        konsumsi narkoba baru bikin kecanduan

        kalo digunakan khusus sirkuit kenapa bocor di jalan raya? kenapa dijual ke masyarakat umum? kenapa penjualannya ndak diatur khusus tim balap berlisensi?

    • Seperti rokok walau berbahaya tetap pemerintah gak berani menutup alasan yg logis itu demi rupiah,ini juga berlaku bagi kenalpot racing

  23. Nah, daripada banyak debat, mending knalpot freeflow juga dikasih standardisasi aja, kayak helm. Jadi gampang liatnya, knalpot yang non SNI dilarang dijual dan dipakai. Kalau gini kan petugas gak perlu alasan gak ada pengadaan alat dan jadi alasan knalpot non standar= $$$$$

  24. Coba cak, para pengulas dunia $$$$$$$$ ( Blogger, media cetak/digital ) klo perlu produsen knalpot ikut melakukan study bersama utk memberi masukan / mengajukan referensi peraturan tentang knalpot after market roda 2 dan 4 ke pihak pemerintah supaya jelas undang” nya di Indonesia. Hanya para media yg punya “kekuatan dan pengalaman” menghadap pemerintah yg bisa mewakili aspirasi pecinta $$$$$$$$. Tolong cak, semoga bisa terlaksana.

  25. Nunggu $$$, ymki, suzuki, kawasaki

    Pada jualan knalpot resing.

    Loby loby mereka ke pemerintah cincai lah

    Tapi dengan harga yg dii tebus jadi mahal sih

  26. masalahnya disini kebnyakan pengrajin knalpot itu home industri,, slesai produksi ya lgsg jual aja, tnpa ada standarisasi SNI atu aturan desibel sbgainya..

    mestinya ya contoh di Jepang,, produsen sdh ngikutin aturan soal desibel dan lulus uji,, jd dilepas ke pasaran ya sudah legal, petugas di jalan ga perlu repot2 razia knalpot lagi

  27. masalahe polisi kita itu bodo amat dengan batas desibel, yg penting kuwenceng suarane ya disikat, jarang juga polisi yang bawa alat pengukur desibel …

    • Saya aja pakai R9 suara lebih halus dibandingkan aslinya juga kena tilang,ninja 2 tak,jadi saya sangat setuju jika knalpot racing d tiadakan di jalan raya , pertama knalpot non standar pasti tidak lulus uji emisi, kecuali mau di pakai main di sirkuit ok lah , bayangkan dijalan yg ramai atau terjebak macet suara moge mocil suara menggelegar bikin kadar emosi naik saya rasa semua knalpot racing suara keras walau dikasih DB killer pun gak ngaruh tetap adem yg standar , mungkin dikasih DB killer pelan di rpm bawah sampaitengahnya tapi tetap keras di high rpm ,dan fakta nya dijalan raya yg pakai knalpot racing walau di pakaiin DB killer tetap hobi gantung di rpm tinggi alias sama saja bisingnya

    • Hari gini kurangi menyebut “merk” masbro, mereka lagi “sensitif” terhadap UU ITE.

      Salam Damai Selalu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here