iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkkk……sebuah pertanyaan dilayangkan cak Yongky via DM. Pertanyaan yang sepertinya mewakili banyak pertanyaan lain dari para followers mengingat Honda sejauh ini menawarkan SAE yang cukup encer yakni 10W30. Pertanyaannya….bolehkah CBR250RR yang notebene disarankan menggunakan oli SAE10W30 diganti dengan SAE10W40? Hati-hati, inilah resikonya jika Honda CBR250RR menggunakan Oli SAE 10W40 !!

Cak Yongky sepertinya ingin jajal oli diluar rekomendasi pabrikan. Maklam cak…diluar sana memang banyak oli dengan viskositas SAE10W40. Berikut pertanyaan dan surel doi…

Kang iwan saya silent reader warung sampean, ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan dan bikin penasaran.. boleh ga sih kang mengganti oli mesin ke sae yg berbeda. Dlm hal ini pada motor cbr250rr saya, spesifikasi pabrikan kan 10w30 kl saya ganti menjadi 10w40 apakah boleh? Dapat merusak komponen mesin kah? Matursuwun kang.., salam josss gandozzz….” serunya. Pertanyaan yang sangat “common” dan memang banyak cak pertanyaan serupa. Sebelum kita menjawab harus kita pahami dulu kenapa Honda menyarankan oli dengan SAE 10W30…

iklan iwb
iklan iwb
iklan iwb

Yang pertama adalah komponen dalam motor. Honda sudah sejak jaman Revo dan Blade 110 mereka merekomendasikan oli SAE 10W30. Oli ini lebih encer dibandingkan dengan 10W40. Lhooo kenapa Honda merekomendasikan demikian ? sebab pencangkokan tiap detil part motor sudah sudah sangat presisi dan rapat. Clearancenya nggak serenggang jaman dulu cak. Jadi itulah kenapa produknya tidak butuh oli terlalu kental alias malah dianjurkan oli yang sedikit lebih encer agar performa optimal. Hal ini beda dengan motor Honda generasi lawas seperti Supra X yang masih setia dengan oli lebih kental SAE 10W40. Pertanyaannya, gimana jika CBR250RR kita paksa menggunakan oli dengan viskositas lebih kental?? …

Yang pertama….kinerja komponen lebih berat. So….dijamin mesin kuda besi bakal tidak maksimal kinerjanya. Bisa dirasakan dari lari yang lebih ngoyo serta bensin malah makin boros. Memang mesin sampeyan akan terasa lebih alus tapi nggak optimal kinerjanya. Lhaaa piyee cak, ilustrasinya barang rapet sampeyan jejalin cairan kental…..ngap bin ngos-ngosan. So…semuanya mending sesuai rekomendasi pabrikan mengingat pengembangan mesin sudah dihitung sedemikian rupa. Celakanya oli dipasaran selain HGP memang tidak banyak menawarkan viskositas seencer oli Honda. So….kudu sabar alon-alon cak…

Last….ikuti rekomendasi pabrikan agar performa mesin optimal dan tahan lama. Boleh saja jajal oli non pabrikan namun carilah dengan SAE yang sama. “ Wes eksekusi kang..👍👍 nggak jadi motul, balek nang SPX1….” seru cak Yongky. Nahh ngono yo pakde. Sebaliknya juga jangan gaya kalau punya mesin rekomendasi SAE10W40 sampeyan jejali oli SAE10W30 dengan alasan biar tarikan ringan. Mungkin iya lebih enteng tapi konswensinya mesin lebih kasar, vibrasi kenceng dan ujung-ujungnya permukaan metal tidak terlumasi sempurna. Lawong clearance renggang dijejali oli encer…nangis pakde mesin sampeyan. Dari sini dicopy roger 86 oraa ? hehehe (iwb)

CBR250RR cak Yongki
iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!