iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkk….santai namun memantau, mungkin itulah yang bisa kita tangkap dari tim Suzuki. Memiliki kru jauh lebih sedikit dibandingkan para rival tidak membuat mereka inferior. Justru mereka kini menjadi pemimpin klasemen tim dan rider sementara Motogp 2020. Hingga skandal mesin Yamaha terbongkar, mereka masih tenang. Namun ketika keputusan FIM Steward lahir, barulah mereka berkomentar sembari tertawa. Lhooo kenapa kok bisa begitu??

Yamaha saat ini menjadi topik perbincangan di GP Valencia akibat skandal mesin M1. Terbukti mengganti katup secara ilegal, FIM Steward kemudian menjatuhkan sangsi dengan pengurangan poin konstruktor serta tim. Tindakan ini mendapatkan sindiran halus dari Marc Marquez via Twitternya dengan bahasa Ahora resulta que los pilotos no nos beneficiamos de las ventajas mecánicas Tela marinera….atau kalau kita terjemahkan lebih kurang isinya adalah….”Sekarang ternyata pembalap tidak mendapatkan keuntungan dari keunggulan mekanis..” serunya menggunakan icon smile tertawa dan tutup muka. Sepertinya Marc merasa heran dengan tidak disentuhnya poin rider disaat Team dan Konstruktor dikurangi….

Kuwi Marc Marquez, gimana dengan Suzuki ?

iklan iwb
iklan iwb
iklan iwb

Beda dengan Marc yang termasuk lebih blak-blakan, Suzuki terkesan lebih santai namun juga sama cak…judule menyindir. Seperti yang diungkapkan Joan Mir ketika ditanyakan komentarnya perihal penalty, Mir hanya tersenyum….

Aku sebenarnya nggak mau mengutarakan pendapatku tentang ini. Pada intinya aku menghormatinya. Memang kadang ada beberapa keputusan kontroversial dalam manajemen balapan, secara umum bukan kasus ini saja. Tapi itu diluar kendaliku dan sekali lagi aku menghormati keputusan FIM Steward. Satu-satunya yang ingin aku garis bawahi adalah….

” Seandainya aku bisa mengakhiri kompetisi ini, aku ingin melakukannya dengan baik. Aku tidak ingin meraih titel juara dunia dengan kontroversi. Aku ingin melakukan sesuai dengan jalurnya tidak melenceng dari yang seharusnya. Aku lebih menyukai demikian…” tutur Joan Mir via speedweek. Dari sana Mir menggaris bawahi betapa pentingnya fair play apapun hasilnya. Senada dengan Joan Mir, Manajer tim Suzuki Davide Brivio juga sama. Hanya saja beda dengan Mir yang serius, Brivio justru tertawa dengan keputusan FIM Steward. Menurutnya Suzuki tetap menghormati walau kurang senang atas penalty yang diberikan….

” Ya aku mengerti itu..” serunya tertawa. Yang menjadi pertanyaan lagi, akankah masalah ini bakal membayangi titel juara dunia 2020 seandainya Yamaha yang berhasil merebutnya ?

Aku rasa tidak, aku bahkan tidak pernah memikirkannya. Jujur memang aku sedikit tertawa dengan keputusan tersebut tapi tentu tidak baik jika aku harus membahas masalah ini dan memikirkannya. Kami akan menjalani musim ini kita akan lihat hasilnya nanti seperti apa…” tutup Davide Brivio via speedweek. Disisi lain Joan Mir mengaku akan fokus dan tetap konsentrasi dengan target membalap sebaik-baiknya….

” Sejujurnya aku tetap santai dan pendekatanku musim ini dengan sebelumnya tetap sama. Aku tidak perduli dengan pembalap lain. Aku hanya fokus pada diriku sendiri dan memberikan 100 persen kemampuan diakhir pekan. Tentu saja aku tidak bisa berbohong dihari minggu melihat poin klasemen, tapi hanya dihari minggu. Setelahnya aku biasa saja. Sangat penting untuk tetap konsen, fokus dan tidak menyibukkan dengan hal lain. Mungkin tekanan itu pasti ada namun itu adalah bagian dari pekerjaanku dan aku menikmatinya…” tutup Joan Mir….(iwb)

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!