iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkkk….buanyakkkkkk yang komen perihal gebrakan Yamaha terhadap peluncuran new Aerox 155 connected. Secara umum komen para netizen terlihat welcome dengan desain baru. Pro kontra sebelumnya dari spyshot pelan-pelan mulai lumer….betul cak, ketika dulunya banyak yang mencibir sekarang sebaliknya. Jika IWB perhatikan mungkin 80 % mengatakan oke dengan desain baru ini. Tapi tidak untuk rem belakang. Yup….jika mengamati komen mungkin 95% berharap Yamaha menjejali rem cakram ketimbang tromol. Pertanyaan yang dijawab secara lugas oleh Yamaha. Opo gerangan ?? ini alasan Yamaha ogah bekali rem cakram pada New Aerox155 Connected !!

Gelombang pertanyaan cukup kencang perihal nanggungnya facelift yang dilakukan Yamaha terhadap New Aerox155 Connected. Alasannya simpel cak, kenapa desain yang lebih sporty tidak all out dengan menggunakan rem cakram belakang. Alih-alih mengangkat sisi ini, Justru Yamaha masih setia mempertahankan model tromol. Nggak heran keputusan Yamaha setia dengan tromol menjadi tanda tanya besar…kenapa motor yang sudah sporty tidak dijejali sekalian dengan rem cakram belakang ?

Dari analisa IWB sebelumnya….mungkin pabrikan garputala menganggap rem tromol secara fungsi sudah sangat cukup. Dan memang jika boleh jujur rem cakram belakang untuk motor kecil sebenarnya lebih condong pada sisi style…kuwi kalau kita ngomongin fungsi ya. Intip aja Mitsubishi Pajero Dakar lansiran 2011 wae belakang tromol malah terasa yahud. Yang kedua, Yamaha berusaha menekan cost agar banderol tetap bisa ditekan….

iklan iwb

Maklum pakde, ongkos produksi diskbrake satu paket jelas lebih mahal dibandingkan tromol. Taruhlah beda 300 ribuan/unit…dikalikan ribuan unit kan jatuhnya mantap tenan. Namun sebenarnya jika sudah membicarakan banderol 29 juta untuk tipe S, seharusnya segmen ini tidak masalah jika harus merogoh kocek lebih dalam. So…buat saja tipe standart dengan tromol dan baru tipe ABS double disk brake. IWB jamin yang standart nggak laku wkwkwk. Btw kuwi lek karepmu cak…

Soale nggak semudah itu meracik komponen dan dijadikan masspro tanpa melewati proses trial melelahkan. Komponen baru berarti pekerjaan baru dan pasti cost baru. Jadi lebih simple dengan spek yang sudah ada tetap dipertahankan. Kuwi analisa IWB, namun pabrikan tentu punya jawaban sendiri. Seperti dilansir grid, ini alasannya Yamaha ogah bekali rem cakram pada New Aerox155 Connected !!

” Tujuannya untuk menekan bobot motor dan mendapatkan Power to Weight (PWR) ratio terbesar di kelasnya. Konsumen Aerox lebih berorientasi pada sporty riding, berbeda dengan konsumen NMAX yang motornya ditujukan untuk segmen yang lebih luas...” ,” ujar Antonius Widiantoro, Manager of Public Relation YIMM via gridoto. Hmmm….menekan bobot, jawabannya logis juga cak. Memang dengan double diskbrake pasti bobot makin naik…

Sekarang aja dengan modul Y-connected dll sudah membuat bobot Aerox melar dari sebelumnya 118kg menjadi 125kg, cukup signifikan. Kalau ditambah double disk brake, pasti lebih berat lagi. Nahhh…kuwi jawabannya cak, jadi jangan protes lagi sekarang. Nanti kalau performa makin kedodoran sampeyan ngeluh. So…keputusan diambil guna tetap mempertahankan Aerox sebagai skutik PWR terbaik dikelasnya, kuwi jawaban Yamaha…

Last….dengan pernyataan diatas sepertinya Yamaha fokus pada sisi performa dan menganggap konsumen disegmen ini senang pada kelebihan tersebut. Hal ini beda dengan Nmax yang dianggap lebih luas. Tapi entahlah, kalau disuruh milih sama-sama membuat bobot melar….IWB sih mending double disk brake brake ketimbang koneksi HP. Lebih terpakai cak…kuwi opini pribadi. Kesimpulannya? kalau pengen double disk brake berarti sampeyan kudu modif sendiri, buanyak kok diluaran sana walau kualitas pasti nggak sedurable dan sebaik pabrikan, ngono kiro-kiro cak…wis clearrrr yo, jangan nanya lagi…okrekkkkk….(iwb)

iklan iwb
Previous articleJorge Lorenzo fix dicoret, inilah calon pengganti Valentino Rossi di Valencia !!
Next article[HOT] AHM disinyalir rilis produk baru minggu depan, akhirnya datang juga !!!
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!