iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkkk….fansboy emang luarrrrr biasaaa. Pokoke kalau sudah masuk kelas akut, wiss to cak….lek boso Jowone kerah nggak entek-entek. Berantem dan debat sampai IWB wae dibuat ngakak bacanya. Lhaa piyeee, cuma gara-gara desain….mereka rela menghabiskan waktu berjam-jam demi membela bahwa produk pujaannya memiliki desain real otentik dan paling keren. Padahal mereka nggak sadar para desainer pabrikan sering nyangkruk dan kopdar sharing bareng. Dan sepertinya…desain Yamaha new Aerox 155 connected terbaru membuat debat lucu dan bisa dijadikan hiburan…..

IWB sudah tekankan diartikel sebelumnya, jangan justifikasi premature sebelum melihat langsung karena spyshot di Vietnam memang membuat image angle New Aerox 155 kurang elok. Dan terbukti setelah produk rilis, banyak apresiasi diberikan para netizen yang memberikan komen positif pada skutik terbaru ini. Walau tentu tidak lepas dari beberapa kritik yang pertama dan mayoritas demikian adalah keputusan Yamaha yang masih kekeuh dengan rem belakang tromol….

Mayoritas netizen justru berharap Yamaha menjejali rem belakang diskbrake ketimbang mencangkokkan fitur Y-Connect. Kuwi Netizen lho cak yang komen bukan IWB, sampeyan intip wae dari sosial media Iwanbanaran dan juga komen warung. Sebenarnya masukan tersebut sangat bagus dan logis mengingat desain sporty Aerox dan banderol sudah menyentuh dikelas premium NMax 155. Tapi pabrikan tentu punya pertimbangan lain, toh rem tromol sudah sangat cukup….apalagi perlu pengembangan baru jika pabrikan ingin merombak salah satu komponen….mungkin kuwi pertimbangannya…

iklan iwb

Namun dari sekian komen yang cukup sengit perkara headlamp cak. Jiannn kocak bin lucu debatnya. Mayoritas mengatakan kenapa headlamp New Aerox jadi mirip Honda Vario ? kenapa shape desain dan DRL meninggalkan karakter dulu yang jauh lebih khas Yamaha ? namun hal ini dipukul mundur oleh fansboy lain yang mengatakan justru headlamp Vario nyontek old R25….

Dan inipun dibantah kembali oleh fansboy lewat produk Honda dengan desain lampu ngumpet yakni DN-01 yang memang pertama kali dirilis tahun 2008 sementara R25 tahun 2014. ” Dari sini ketahuan kan yang nyontek siapa...” ujarnya bikin tepuk jidat tenan dan ngakak….

” Honda DN 01 2010…”
” Yamaha R25 2014….”

Wahai teman (dengan gaya Pak Haji Rhoma), ketahuilah….debat tak berujung itu tidak baik. Buat apa debat kusir toh setiap produk tidak harus anti atau melenceng dari tren pasar. Mungkin desain tersebut dari survei dianggap sesuai demand market, kita tidak tahu. Karena setiap desain pasti sudah diperhitungkan sedemikian rupa.

Apalagi dimata IWB, terlepas dari pro kontra justru desain Aerox terbaru ini lebih natural tidak terkesan bantet. So…sejauh ini desainer Yamaha sudah melakukan tugasnya dengan baik, tidak merusak desain yang sudah ada….mencoba membuatnya lebih keren, maklum kadangkala niat ini tidak selalu berhasil…bener horaaaa…

Last….setiap motor pasti memiliki kemiripan jika dibentur-benturkan. Walau beda sekalipun kalau musuh fansboy, pasti dibilang mirip. Maklum pakde, dalam imajinasi dan angannya….yang terukir hanya merk tersebut. Ibarat asmara sudah terbuai dengan alunan dawai indahnya cinta dia (haiyaahhhhh wkwkwk). Wisss ah, ngono waeeee…..saran IWB ora usah melu-melu. Seneng dituku ora seneng nggak usah dilirik…simpel to. Lawong kita raja. Nah….menurut sampeyan sendiri piye, wissss sesuai selera hati belum desain new Aerox 155 connected ? monggo berikan opininya….(iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!