iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkk…pembalap satelit Honda asal Jepang yakni Takaaki Nakagami yang menguasai seluruh sesi di Aragon dua merasa sangat kecewa. Dari free practice, warming hingga kualifikasi tampil dominan dan menyeramkan cak. Namun ketajaman ini terenggut hanya beberapa detik pasca doi start akibat crash mencium aspal. Dengan penampilannya tersebut Takaaki Nakagami mengakui tekanan karena perfomanya yang luar biasa membuatnya bodoh. “ Aku sangat bodoh !” seru Nakagami. Sebenarnya apa yang terjadi dengan Nakagami ? simak penuturannya dibawah ini…

Nakagami merasa malu dengan kesalahannya pasca doi tampil cemerlang di Aragon. Cukup lama Nakagami duduk dengan kepala di tangan setelah kembali ke pit. Shock cak….kekecewaan yang luar biasa. Doi berusaha keras menenangkan diri pasca hasil mengecewakan. Setelah tenang, Nakagami menceritakan detik-detik kesalahan yang disebutnya bodoh !

Sekarang aku merasa sedikit lebih baik. Bahkan dari sekarang aku masih tidak percaya bagaimana bisa aku melakukan kesalahan tersebut, aku kecewa pada diriku sendiri. Memang luar biasa saat berada di posisi terdepan, tetapi di sisi lain itu adalah tekanan yang juga luar biasa. Sebelum start detak jantungku mungkin mendekati 200!…” serunya. Apakah doi grogi ? ternyata betul cak, tidak dibantah oleh Taka…

iklan iwb

” Ya…jujur Ini pertama kalinya aku merasakan tekanan luar biasa, pertama kali [pada posisi terdepan] dan pertama kali memimpin balapan – hanya mungkin selama 10 detik! – celakanya aku tidak bisa mengendalikan perasaanku. Inilah alasan mengapa aku melakukan kesalahan bodoh…..” serunya via crash. Menurutnya, awal masalah adalah doi terlalu kencang ketika masuk tikungan 5 pada kondisi tanki bbm penuh. Itulah kenapa ban depan ngelock karena terlalu overspeed dan alhasil crash….

” Aku tahu Franco ada di belakangku…. itu sebabnya aku harus menutup pintu dari Tikungan 1, 2, 3, dan juga 4 untuk menyelamatkan posisi. Sayang masuk Tikungan 4 aku terlalu kedalam sehingga memaksaku mengerem di Tikungan 5 karena sedikit melebar. Kesalahan kecil tapi fatal. Pengeremanku terlalu kuat dan membuat banku terkunci. Itu adalah kesalahan yang sangat bodoh. Aku tidak tahu bagaimana bisa aku melakukan kesalahan tersebut….

“ Padahal selama latihan aku tidak merasakan sensasi ini. Tapi dalam balapan aku mungkin terlalu gugup atau tidak bisa mengendalikan perasaanku. Terlalu kuat mengerem ditikungan sempit pada kondisi bahan bakar penuh. Ketika kembali ke PIT, pertama yang aku katakan pada Giacomo [Guidotti, kepala kru] adalah meminta maaf atas kesalahan bodohku dan dia berkata: ‘Jangan khawatir Taka, kamu melakukan pekerjaan luar biasa. Oke itu adalah kesalahan kecil tetapi sepanjang akhir pekan kamu berada di puncak ‘. Dia sangat positif……

“ Aku juga berbicara dengan Lucio dan Takeo [Yokoyama, HRC], mereka mengatakan sama dengan Giacomo, mereka tidak membicarakan kesalahanku. Mereka sangat bangga dengan penampilan kami sepanjang akhir pekan. Jadi aku lega dan senang. Tapi di sisi lain, bagiku tetap….aku seperti tidak percaya bisa melakukan kesalahan ini. Tapi sekarang aku harus fokus dibalap Valencia. Hanya ada tiga balapan lagi musim ini…aku tidak sabar untuk balapan pada race berikutnya….” tutup Taka….(iwb)

iklan iwb
Previous article” Ban belakangku rusak….” seru Joan Mir
Next articleKlasemen Sementara Teruel : Suzuki berpotensi Juara dunia Motogp 2020 !!!
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!