iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkkk…Pimpinan klasemen sementara Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) gagal meraih kemenangan di kandang sendiri lantaran wet race menggagalkan semua rencananya, bahkan ia harus berjibaku melawan dua rider pesaing gelar lainnya Joan Mir (Suzuki Ecstar Team) dan Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha MotoGP) yang terlibat insiden pada lap awal akibat dlosornya Valentino Rossi. Dan inilah Kisah perjuangan Fabio Quartararo yang kesulitan di Le Mans !!

Cuaca yang berubah drastis di Le Mans, Prancis jelang balapan di mulai membuat Local Hero Fabio Quartararo terpaksa merubah strateginya cakkk, doi yang punya race pace terbaik diantara semua rider dalam seluruh sesi pra race ternyata tidak mampu berbuat banyak dalam wet race. Lhoooo?

Yupss cakk, ini adalah wet race perdana Quartararo di kelas MotoGP dan bisa dikatakan doi belum mengerti bagaimana menjalankan wet race dengan baik, hal tersebut terbukti ketika lampu start padam dan race berlangsung. El Diablo yang berada di pole position secara perlahan mundur…bahkan doi sempat tercecer di luar sepuluh besar, untungnya Quartararo sedikit terbantu oleh crashnya beberapa rider di depannya sehingga bisa berjuang untuk menembus sepuluh besar dan mengamankan poin penting untuk kejuaraan.

iklan iwb
iklan iwb
iklan iwb

Meski begitu, Quartararo yang finish di posisi sembilan harus meladeni gempuran dua rival pesaing gelar juara dunia yakni Joan Mir dan Maverick Vinales yang di awal la harus merosot jauh karena terlibat insiden di tikungan ketiga. Namun Quartararo mengatakan jika pertarungan tersebut serasa seperti memperebutkan kemenangan.

“Pertarungan untuk posisi kesembilan ini seperti pertarungan untuk kemenangan! Itu menyenangkan dan mereka (Mir & Vinales) memberikan 100% untuk pertarungan tersebut.” ujar Quartararo melalui crash.net

“Kupikir ini pertama kalinya dalam balapan dimana aku benar benar memikirkan tentang kejuaraan, ketika Joan menyusulku, aku berkata ‘tidak mungkin’. Aku tidak akan menyelesaikannya tanpa mencoba untuk menyerang. Aku mengerem sangat keras di Tikungan 9 dan berhasil menyusulnya, mendorongnya sedikit melebar tetapi aku juga melebar. Cukup menyenangkan, aku lebih suka finis di depan tetapi ini merupakan balapan yang cukup bagus.”

“Sejujurnya, ketika melewati garis finish. Aku senang bisa finis di depan Joan dan Maverick, kemudian aku melihat ke layar dan melihat crew baju dengan merah merayakan kemenangan. Aku berkata ‘Dovi menang hari ini jadi ia semakin dekat dalam klasemen’. Tetapi kemudian aku melihat lagi dan itu adalah Petrucci. Aku berkata ‘oh, ini bagus!’ Kemudian aku melihat posisi kedua Alex, ketiga Pol.”

“Alex sangat cepat dan ia pantas mendapatkan podium. Aku sangat senang untuknya, untuk Petrucci dan untuk Pol karena mereka finis di depan Dovi! Kupikir itu berita bagus untuk kami!.”

“Ini adalah balapan pertama kami dalam kondisi basah, dan ternyara bisa menjadi lebih buruk. Ini benar-benar tahun yang aneh dan aku senang masih memimpin kejuaraan.”

Pembalap muda asal Prancis tersebut mengatakan jika problem yang hinggap pada dirinya ketika wet race adalah ban belum mencapai suhu maksimum sehingga ia gagal tampil maksimal pakdee..

“Masalah utama kami dalam kondisi seperti ini adalah kami berjuang keras untuk memanaskan ban belakang. Jadi itulah mengapa awal balapan sangat buruk, kami banyak mengambil risiko dengan melakukan perubahan besar pada motor karena di FP1 [basah] dan aku merasa sangat buruk. Balapan pertamaku dalam kondisi basah, pertama kali dengan set up berbeda, dan memulai dari posisi terdepan, jadi aku sedikit gugup. Pada akhirnya hasil ini tidak terlalu buruk.” tutur Quartararo…(Cb for iwb)

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!