iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkkk…Danilo Petrucci (Ducati Team) berhasil mencetak kemenangan perdananya musim ini di depan 5.000 penonton yang hadir dalam Putaran ke sembilan MotoGP Le Mans, Prancis. Suka duka petrux ia ungkapkan pasca balapan termasuk tersingkirnya ia dari tim utama Ducati……

Danilo Petrucci bangkit dari keterpurukannya pasca berpuasa selama 18 bulan tanpa hadir dalam podium sejak kemenangan perdananya di kelas MotoGP pada Mugello musim lalu. Yupss cakkk terlepas dari track basah yang menghiasi balapan Le Mans Petrux membantah jika ia adalah rider spesialis wet race. Wahhh..

Memang cukup sulit bagi seorang Danilo Petrucci untuk bangkit dari segala macam masalah yang hinggap sejak paruh kedua musim lalu. Namun doi menatap seri Le Mans dengan penuh percaya diri mengingat track tersebut salah satu Favoritnya, terlebih dalam 2 musim terakhir Petrux selalu hadir di podium Le Mans cakkk.

iklan iwb

Selema menjalani sesi pra race di akhir pekan pekan, Petrucci berhasil tampil konstan dengan selalu berada di sepuluh besar dan konsistensinya tersebut ia tutup dengan menempati posisi 3 dalam Qualifiying yang front row perdananya musim ini.

Petrux tidak menyiayiakan kesempatan besar tersebut dan langsung memimpin balapan pada lap pertama, secara perlahan ia mencoba mengelola ban dan ritme balapnya agar bisa mencapai best result yang telah lama ia nantikan.

Selama 26 lap ia hampir tidak lepas dari posisi pertama, meskipun beberapa kali Andrea Dovizioso (Ducati Team), Jack Miller (Pramac Racing) dan Alex Rins (Suzuki Ecstar Team) beberapa kali mencoba mengovertakenya. Perjuangan Petrux akhirnya terbayar ketika ia sukses mencetak sedikit gap dari posisi kedua dan mengesahkan kemenangan pertama Ducati di sirkuit Le Mans.

“Sudah lama sejak akhir musim tahun lalu dan awal musim ini rasanya sulit bagiku, tetapi aku merasa sangat percaya diri setelah Barcelona dan aku datang ke Le Mans dengan keinginan untuk naik podium. Sejujurnya, aku tidak mengharapkan hujan hari ini, tetapi setelah Warm up pagi pagi aku tahu aku bisa berjuang untuk podium walaupun di balapan yang kering. Pada awalnya aku berpikir untuk maju dan menjauh saat balapan, aku tidak tahu berapa banyak air yang ada di lintasan tetapi aku berhasil tetap di depan dan mampu menjaga ritme.” jelas Petrucci melalui crash.net

“[Ketika] musim 2029 dimulai, perubahan pada ban belakang Michelin membuatku kesulitan. Aku bekerja di bagian elektronik tetapi ternyata masalahnya tidak disana, jadi pada akhirnya di Misano kami menemukan sesuatu dan di Barcelona motor terasa seperti yang kuinginkan. Kemudian di sini, aku tahu jika memiliki peluang besar dan aku berhasil melakukannya.”

“Perbaikan yang ku lakukan di Barcelona membantuku untuk naik ke barisan depan dan mendapatkan kepercayaan diri untuk tiba di sini dengan lebih banyak perasaan diatas motor, jadi aku bisa lolos dengan baik dan cepat dalam setiap kondisi. Desmosedici bekerja lebih baik dan aku menyukainya. “

Petrucci menambahkan perihal lain terkait kesedihannya terdepak dari Squad Ducati dan harus pergi ke Redbull KTM Tech3 musim depan. So…kemenangannya tersebut praktis sukses membungkam Ducati yang meragukan kemampuannya….

“Ini merupakan tahun yang gila, karena musim 2020 belum dimulai tetapi aku telah kehilangan posisiku pabrikan dan rasanya tidak ada yang mempercayaiku. Lalu ada gerakan lain (dari KTM) dan mereka mempercayaiku (untuk membelap di Tech3 musim depan).” tutup Pembalap asal Italia tersebut…..(Cb for iwb)

Advertisements

10 COMMENTS

  1. Ga dianggrp klo cuma bisa bagus di race basah, buktikan bagus juga di trek kering. Dri dulu petruq kan emang kuat di trek basah.

  2. Terlepas dari cuaca yang menjadi faktor diatas 50%. Klo balapan normal kayaknya petruc jg bakal seperti balapan yang sudah sudah.

  3. Sama kayak fby n sales yamalu di bungkam Honda hahahahaha
    Padahal juara dua
    Gimana juara satu n jurdun
    Wadauuuu
    Meriang panas dingin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here