iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Murung, kesal dan kecewa menjadi satu….itulah yang terlihat dari mimik sang legendaris Motogp Valentino Rossi pasca race Le Mans. Lhaaa pakdeee….baru wae ngegas, eeeeee motor malah dlosor. Sebuah moment yang disebut Valentino Rossi sebagai hal yang memalukan. Seperti apa kata Rossi ? simak detilnya dibawah ini….

Suka atau tidak grafik performa Rossi memang terus menurun. Mungkin karena usia cak….ora ngapusi balung tuwo ki. Start dari posisi 10, Vale dlosor baru beberapa detik start. Praktis doi sudah dlosor selama 4 kali dalam satu musim dan ini menyamai recordnya ditahun 1998 kelas 250cc. “Sangat disayangkan karena dlosor di tikungan pertama adalah hal buruk, tanpa melakukan beberapa lap untuk memahami feeling dengan motor dan potensiku…..

” Ini momen yang sulit. Aku juga sedikit kurang beruntung karena dalam tiga balapan terakhir tidak mendapatkan poin meski kecepatanku cukup bagus, terutama saat latihan, dan ini buruk. Aku sulit menerimanya karena di tiga trek terakhir diatas kertas performaku bagus. Misano…..seperti yang kita lihat di balapan pertama, dan juga Barcelona khususnya dan Le Mans biasanya aku kuat….” keluh Rossi kecewa. Menurut Vale, kondisi ini diperparah raihan tim Yamaha yang terpuruk di Le Mans….

iklan iwb
iklan iwb
iklan iwb

Yup….Fabio Quartararo dan Maverick Vinales finis kesembilan dan sepuluh sementara Franco Morbidelli tersingkir. Apa yang terjadi ??

“Secara historis dalam kondisi setengah basah dan kering kami biasanya memang menderita. Namun sebaliknya….saat full basah Yamaha tidak terlalu buruk. Tapi dalam kondisi half-and-half, basah tapi tidak sepenuhnya basah dan juga tidak sepenuhnya kering……M1 menderita. Aku menderita saat akselerasi, kami kehilangan banyak waktu karena tidak memiliki grip belakang yang cukup. Hasilnya akan sulit untuk mengendalikan motor…..

” Tentu saja ini sangat memalukan bagi Yamaha karena kami mengharapkan balapan kering. Pada kondisi ini M1 bekerja sangat baik. Untuk Fabio dia melakukan tugasnya dengan sangat baik. Dalam kondisi seperti ini…dimana Yamaha menderita, dia tetap tenang dan berhasil mengambil poin. Tetap diam, tidak membuat kesalahan dan melakukan pekerjaan dengan baik, ini penting untuk kejuaraan. Aku rasa dia akan sangat kuat hingga akhir tahun….” tutup Vale…

Last…..Quartararo sekarang memimpin 10 poin atas Joan Mir (Suzuki) dan keunggulan 18 poin atas pembalap Ducati Andrea Dovizioso. Mir sendiri tertahan Vinales sehingga doi harus puas hanya finish diposisi ke 11……(iwb)

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!