iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkkk….buanyakkkk para followers IWB yang gandrung dengan ban soft kompon. Kuwi cak….karet kompon yang tipe lembut. Alasannya ban ini memiliki traksi berlimpah…..lek boso kerennya “nyokot””. Namun tahukah sampeyan ban Soft Kompon tidak selamanya positif. Ada beberapa hal yang patut sampeyan ketahui perihal karakter berbagai macam termasuk kompon lunak. Emang seperti apa? baca artikelnya dibawah ini cak….

Pasti sampeyan sering dengar istilah kompon ban, bahkan tak jarang langsung mencari ban soft compound karena katanya bagus. Benarkah begitu? Ayo, kita cari tahu lebih jauh apa itu kompon ban dengan ahlinya cak….

Konsultasi langsung dengan Jimmy Handoyo, Technical Service & Development Dept Head PT Suryaraya Rubberindo Industries produsen ban FDR, istilah soft compound biasanya digunakan di ban balap dimana ban-ban tersebut membutuhkan ban dengan daya cengkeram yang maksimal….

iklan iwb
iklan iwb

Namun, yang patut sampeyan ketahui….daya cengkeram ban berbanding terbalik dengan keausan ban. Ban balap menggunakan soft compound karena saat balapan lebih dibutuhkan ban yang punya daya cengkeram maksimal untuk motor bermanuver di sirkuit, tapi durasi balap yang bisa dibilang singkat membuat kekausan ban bukan jadi isu….

“Selain itu untuk menjamin ban selalu dalam performa terbaiknya, pembalap biasanya akan menggunakan ban baru untuk balapan selanjutnya sehingga meski ban tersebut belum mencapai batas keausan biasanya sudah tidak digunakan lagi untuk balapan,” kata Jimmy. Terus apa dong ban yang cocok untuk harian ?

Nahh kuwi cak yang penting. Untuk ban harian, kompon yang digunakan adalah regular compound karena penggunaan ban tidak se-ekstrim saat balapan sehingga lebih dibutuhkan ban dengan kompon yang lebih awet. Asyiknya FDR berusaha mencari balancing maksimal. Maksude ??

“Untuk ban FDR, karena pengembangan ban dimulai dari ban balap jadi punya racikan kompon yang tidak kalah nge-grip untuk ban-ban hariannya,” kata Jimmy….

Jangan salah kaprah menyamakan ban harian yang regular compound dengan ban yang keras karena sudah getas. Secara alami kompon ban yang sudah terlalu lama tersimpan atau yang sering dijemur di bawah terik matahari akan mengeras. “Ban soft compound sekalipun lama-kelamaan juga akan getas atau mengeras dan jadi licin saat digunakan,“ kata Jimmy.

FDR juga menangkap masukan dari konsumen pengguna motor harian yang menginginkan ban dengan performa daya cengkeram lebih tapi tidak cepat aus. Itulah sebabnya FDR mengenalkan istilah intermediate compound untuk sejumlah varian bannya. “Ban FDR dengan intermediate compound memiliki keseimbangan antara daya cengkram yang baik dengan daya tahan yang cukup untuk penggunaan harian,” ujar Jimmy.

Beberapa ban FDR yang menggunakan intermediate compound diantaranya ada Blaze, Maxtreme, Blaze RS dan Blaze RX. “Tidak hanya menggunakan intermediate compound, Blaze RS dan Blaze RX bahkan sudah menggunakan konstruksi radial yang membuat ban lebih ringan tapi kokoh,” kata Jimmy lebih lanjut…

Last….soft Kompon bagus atau tidak tentu tergantung tujuannya. Jika untuk harian jelas tidak cocok sebab karet bakal cepat habis alias pendek life timenya. Sedangkan ban harian harus memiliki grip melimpah namun tetap awet alias jarak tempuh panjang. Dan solusi yang diberikan FDR adalah tipe intermediate compound seperti yang sudah IWB jelaskan diatas. Nahh…dari sini wis paham to cak. Emang sampeyan mau balapan tiap hari dijalanan…oraaa to. Pilih kompon dan ban yang tepat adalah kunci mendapatkan performa ban juoz gandoz dengan keawetan maksimal….(iwb)

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

13 COMMENTS

  1. Alex menargetkan finis di posisi 10 besar. Akan tetapi, pemilihan ban yang salah membuatnya terlempar dari 10 besar.

    Rekan setim Alex, Stefan Bradl, finis di posisi ke-20. Sementara itu, Cal Crutchlow yang juga menunggangi motor Honda finis di posisi ke-10. Tidak hanya itu, Alex juga menyoroti performanya yang belum maksimal di musim ini karena kerap salah memilih ban.

  2. sdh tdk percaya ma ban FDR, IRC , ASPIRA, COMET lbh baik MICHELLIN, PIRELLI, BATTLAX mahal tp awet wl sdh dihajar ma paku, pasir , hujan , ttp oke asal tdk lbh dr 3 tahun masa pakainya

  3. Kalau dah dipakai sering Bejendul kang ban merk *DR. Pengalaman pakai *enzi begitu. Lihat pakai yg pakai *laze juga gitu bejendul

    Mungkin pengaruh di kembang juga. Merk lain juga ada yg bejendul.

  4. Udah ada produsen lokal yg pake dual compound belum? Yg lebih keras di tengah, yg lebih lunak di pinggir untuk cornering. Ya mau cornering di mana juga ya di sini? Wkwkwk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here