iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkkk…siapa yang nggak kaget melihat Vinales saat start langsung melorot jauh kebelakang pada race Catalunya kemarin. Doi bahkan terlempar jauh dari posisi 10 dan kemudian tertatih-tatih merangkak kedepan. Tapi apa boleh buat, kesalahannya saat start membuatnya harus menelan pil pahit karena hanya mampu finish ke 9. Sebuah posisi yang jelas sangat buruk dibandingkan performa awal saat latihan bebas serta kualifikasi. Yang menjadi pertanyaan adalah….sebenarnya apa yang terjadi ?? anehnya doi malah kembali salahkan motor. Lhoooo….??

Vinales mengakui kunci kemenangan di Catalunya adalah posisi start. Jika melakukan start dengan baik maka dipastikan hasilnya akan jauh berbeda. Namun masalahnya doi melakukan kesalahan sehingga harus dibayar mahal karena jadi memble saat race. Anehnya cak, doi kembali mengungkit masalah motor yang dianggapnya kurang tenaga. Pernyataan tersebut dilemparkan doi via speedweek berikut ini….Welehhh….

” Kuncinya ada pada start. Ketika aku lihat grid saat start  ada Miller dan Zarco….kemudian di belakangku ada Mir dan Petrux aku berpikir…..Ini akan menjadi hari yang berat. Aku seharusnya start dari barisan depan dan hasilnya pasti lebih baik. Aku sebenarnya tidak ada masalah ketika start. Hanya sedikit kurang cepat namun dengan tenaga motor yang kurang kalian tidak banyak berbuat banyak…

iklan iwb
iklan iwb

Di Misano saat start kalian hanya gunakan gear satu….dua dan tiga kemudian kalian sudah tiba di tikungan pertama. Sedang gear lima terpakai dilintasan lurus namun itu masalahnya. Pada gear tiga…empat dan lima motor lain lebih memiliki potensi. Jadi yang bisa aku lakukan hanya mendapatkan jumlah poin sebanyak-banyaknya. Tapi hasilnya selalu sama…pada gear empat dan lima kami kekurangan tenaga. Itulah yang membuatku banyak kehilangan waktu untuk recovery….” seru Vinales. Pertanyaannya kenapa doi begitu lama untuk merangsek kedepan ? kenapa seperti sulit hingga butuh waktu lama ?

” Yang membuatku cukup frustasi ketika aku terjebak dibelakang Aleix dan Cal selama 16 lap. Sangat sulit untuk menyalip karena power motor mereka lebih besar. Jadi aku hanya bisa menyalip ditikungan sempit T5 dan melakukan hard braking dari sisi luar. Manuver gila yang resikonya adalah crash. Tapi itulah yang terjadi. Karena tidak mungkin aku menyalip mereka dilintasan lurus. Dan saat aku membalap sendiri lap timenya bagus…..

Pada akhirnya kecepatanku tidak terlalu buruk. Aku bisa melakukan putaran lap time dikisaran 1:41. Tapi karena sudah tertinggal jauh, aku hanya bermain diangka 1:43 menit untuk menghemat ban depan.  Pada akhirnya aku finish di depan Cal dan Brad, ini penting sekali. Kalau tidak poinku makin anjlok. Aku bisa saja lebih buruk tapi aku berhasil menyalip empat pembalap. Tapi harus ku akui race sulit diprediksi….

” Kalian datang dari kemenangan dan kemudian balapan berikutnya berantakan, kondisi yang bisa membuatmu gila. Tetapi jika kalian memahami bahwa ini adalah potensi maksimal yang bisa kalian raih, maka kamu akan tetap tenang. Masalahnya adalah saat start. Jika aku start dari depan, hasilnya akan sangat berbeda. Karena di paruh kedua balapan aku sangat kuat. Aku tidak punya masalah dengan ban di Catalunya. Tetapi jika kalian tidak memulai start yang bagus dengan motor ini, maka kalian tidak dapat mempertahankan diri. Akan sulit sekali….” tutup Vinales…

Last….sebagai pembalap Vinales pasti lebih mengerti apa yang dirasakan. Namun kebiasaan setiap masalah selalu dilimpahkan pada motor IMHO bukanlah tindakan elok karena pembalap lain toh bisa melakukannya. Lha piye cak…dikit-dikit motor disebut kurang tenaga. Apalagi start dari row dua jelas jauh lebih bagus dibandingkan dengan Joan Mir serta Alex Rins yang start diposisi ke 8 dan 13. Dan mereka bisa finish podium 2-3. Piye menurut sampeyan, punya opini soal ini cak ? (iwb)

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

65 COMMENTS

    • Ini orang keknya saudaraan ama Zarco deh, buanyak bacotnya doang.. Kmren hoki menang sekali aja sombongnya ampe ke langit.

      Cocoknya ni orang sunmori ama touring di jalan tol aja, disuruh balapan ada orang lain ga bisa 🤣

      • Kalo baca itu media luar, kayak GPOne, Speedweek, Crash dll, Jangan baca media lokal, jadi gak kenal sama Mir. Mir memioliki kepribadian yg baik, rendah hati dan selalu hormat pada pembalap senior. Lihat bagai mana dia mengapresiasi pendapat Dovi, bagaimana dia minta maaf sama Rossi (Misano) dan bagaimana dia menghargai Alex Rins dengan memeluk dan mengucapkan selamat kemarin.
        Tapi media lokal selalu memelintir, seakan” Mir banyak bacot. Padahal dia jarang berkomentar kecuali ditanya oleh wartawan.
        Mir memiliki daya ingat dan analisa yg luar biasa, gak salah jika dia menjadi penantang gelar juara. Mungkin dia hanya kurang respek sama Fabio, karena merasa Fabio itu masih dibawah dia saat di moto3. Selebihnya dia orang yg baik, ramah, sopan dan sportif.

    • Sangat tidak cocok, hohe blibet, baperan, njlimet, mumet tp presisi perihal motor dan buktinya hohe 3x jurdun. Lah, vina cuma ngomong maslah motor tp mslahnya ngga tahu, bingung, pasrah dll. Hohe jauh levelnya diatas vina.

  1. Ini orang keknya saudaraan ama Zarco deh, buanyak bacotnya doang.. Kmren hoki menang sekali aja sombongnya ampe ke langit.

    Cocoknya ni orang sunmori ama touring di jalan tol aja, disuruh balapan ada orang lain ga bisa 🤣

  2. Mending Vinales masih dibahas dimari.
    Sembalap mengrah mutih kaga dianggep blast. Sapa tuh nangmanya..?? Mangdi parit ato sapa…… Terlupakan sia sia.
    Saknoooooo…. Saknooo

  3. Memang motornya yg rpmnya paling diturunkan,karena mesin sudah semua dibuka. Mekanik terllu setup saat jerez buka mesin buat latihan. Cb wkt itu rpm diturunkan beda crita.

    • Gebb lek lo ga ketulungan bro…. Empat hari habis operasi doi kembali ikut fp. Semangat yang luwar biasa gitu lohh…. Ga da yg kek doi sepanjang sejarah injury kress manapun. Itu hebat, manusia ordinary kaga bisa bro…. Gebb leck dipiara?

  4. calon-calon dibuang dari pabrikan ini rider.. banyak ngeluh doang, salah sendiri startnya jelek. bukan baru seri ini doang vinales start jelek, dan ujungnya udah pasti nyalahin motor. padahal rossi, fabio, morbido bisa fight di depan. lha ini yg salah motornya apa setup timnya vinales?

  5. ekekekek

    Betul, krn belum sattle aja dgn M1 nya terlihat itu masih kebanting kebesaran motor…niscaya kemajuan akan terus dipandang seperti kucing bermetaforsi menjadi Singa…itulah pembalap

    Omong.omong Pembalap Naungan terjun payung beritanya zonkkk gak seheboh dulu tetap aja AwwwHMPasss..

    H SuuuRRRamm

    mueheheh

  6. Laah ini Vinales kok mirip banged kayak si Lorengzoo itu, dulu Lorengsooo di YAMAHA ya gitu juga gk bisa podium yang di salahkan motornya beginii dan begono, atau visor Helm nyaa 😀

    hahaha gawatt…gawatt

  7. Statistik
    2011 : Casey Stoner (Honda)
    2012 : Jorge Lorenzo (Yamaha)
    2013 : Marc Marquez (Honda)
    2014 : Marc Marquez (Honda)
    2015 : Jorge Lorenzo (Yamaha)
    2016 : Marc Marquez (Honda)
    2017 : Marc Marquez (Honda)
    2018 : Marc Marquez (Honda)
    2019 : Marc Marquez (Honda)
    2020 : ?
    Skor Sementara H:Y = 7 : 2
    Kita tunggu juara baru tahun ini.

  8. vinales susah jd jurdun..doi angin-anginan mirip pedrosa dulu..fabio yg digadang-gadang pun blm bs konsisten, apalagi rossi yg klo gak ndlosor ya motor yg disalahkan.ruweet

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here