iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkkk…IWB sangat tertarik dengan ulasan artikel Speedweek tentang kondisi rumit Yamaha di Austria dan berpengaruh pada balapan selanjutnya. Menurut media Jerman, pabrikan garputala pada kondisi yang cukup sulit menghadapi masalah durability engine. Hal ini terbongkar dari data bahwa Yamaha lebih memilih menurunkan teriakan mesin untuk mencegah engine jebol. Nggak heran para pembalap mengeluh kurang top speed dan ini berdampak pada sulitnya para pembalap Yamaha bersaing didepan diajang balap Red Bull. Emang seperti apa sih kondisi sebenarnya ? intip artikel yang IWB terjemahkan dari speedweek dibawah ini…..

Seperti yang sampeyan tahu….Yamaha memulai musim 2020 dengan susunan pembalap terkuat sejak balap MotoGP pada tahun 2002. Bayangin saja cak….Rossi, Vinales dan Fabio Quartararo. Dilalah hasil awal memang luar biasa. Yamaha memulai musim dengan cemerlang tidak seperti sebelumnya. Di Jerez, Fabio Quartararo torehkan waktu terbaik di kualifikasi. Dia memenangkan dua kemenangan mutlak. Di Jerez GP kedua, Yamaha sukses babat dua podium saat Rossi finis ketiga. Yup….Yamaha tampaknya melakukan tugasnya dengan sempurna lewat absennya Marc Marquez yang cedera……

Target Yamaha jelas yakni sabet gelar MotoGP sejak terakhir di 2015 lewat Jorge Lorenzo yang unggul tipis ketika duel dengan Valentino Rossi. Tapi hasrat tersebut mulai terancam. Tiga mesin meleduk saat di Jerez dialami Rossi (race 1), Morbidelli (race 2) dan Vinales (FP3 di Jerez-2). Saat itu tim bergerak cepat menyelidiki hal yang tidak wajar tersebut. Yamaha segera mengidentifikasi dan menemukan adanya cacat atau defect pada valve M1. Yamaha segera meminta izin pada MSMA dan aliansi pabrikan untuk membuka mesin yang belum rusak dan menukar dengan valve baru. Namun tentu tidak sesimpel itu….

iklan iwb

Alasan keamanan dipertanyakan para tim. Pabrikan lain ingin memastikan bahwa valve atau katup baru tidak akan berkontribusi pada performa karena jika iya berarti sudah menyalahi aturan. Apalagi seperti yang sudah disepakati, pengembangan mesin sudah dibekukan sejak Maret 2020 dan berlaku hingga akhir musim. Pada rentang waktu tersebut mesin yang sudah tersegel tidak boleh dibuka. Dan keputusan Yamaha adalah…mereka tidak mau memberikan bukti karena membedah engine berarti membeberkan racikan rahasia mesin mereka kepada lawan. Dan pada akhir cerita.. dikabarkan Yamaha mengklaim problem engine sudah terselesaikan dengan setingan baru. Tapi benarkah demikian ?

Seperti dilansir Speedweek faktanya top speed Yamaha sengaja dikurangi dengan menurunkan lengkingan engine hingga 500 rpm untuk memperpanjang umur pakai mesin. Kecurigaan ini diperkuat oleh data top speed tertinggi yang tertinggal jauh baik di Brno ataupun Spielberg. Prediksi ini juga diperkuat dari performa grafik seluruh rider Yamaha yang menurun terlampir dibawah….

Jerez-1: 56 poin untuk Yamaha
Jerez-2: 61 poin untuk Yamaha
Brno: 42 poin untuk Yamaha
Spielberg-1: 25 poin untuk Yamaha
Spielberg-2: 11 poin untuk Yamaha

Quartararo hanya berhasil menempati posisi ke-7, 8 dan ke-13 dalam tiga balapan terakhir. Vi├▒ales menempati posisi ke-14 dan kesepuluh, kemudian mengalami kegagalan braking dan nol poin para race dua Red Bull. Untungnya engine Vinales yang terbakar berhasil diselamatkan Yamaha dan tidak keluar dari alokasi. Konfirmasi ini dilayangkan Managing Director Yamaha Motogp Lin Jarvis….

Namun, situasi di Yamaha cukup rumit sebab kini Quartararo sudah menggunakan mesin kelimanya. Ini berarti Quartartaro tidak lagi memiliki mesin fresh di sembilan seri terakhir. Dilemanya…jika tim kekeuh menambah satu mesin dari 5 yang sudah dijatah maka pembalap harus start dari pit lane (5 detik setelah lampu hijau) dan tentu ini bukanlah cara terbaik jika ingin membidik titel juara dunia. Byuhh mumet. Kita lihat saja iktiar Yamaha untuk menjadi juara dunia Motogp 2020……(iwb)

iklan iwb
Previous article[Breaking News] Horeeee…..Sirkuit Sentul di Aspal ulang, akhirnya !!!!!
Next article[Interview] AHM siapkan Air Blade 150 untuk ganggu Yamaha Aerox ?
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!