iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkk….asli cak, sebagai Blogger otomotif IWB terbengong-bengong dengan banderol moge yang dirilis beberapa pabrikan akhir-akhir ini. Mulai dari Honda dan Yamaha yang masing-masing merilis New CBR1000RR-R serta MT family series. Sampeyan bayangkan saja….nggak usah komparasi jauh-jauh, ketika kita bandingkan dengan negeri tetangga jiran Malaysia….harganya benar-benar mengerikan. Padahal setiap motor yang dijual di sana pastinya sudah termasuk pajak. Tapi kenapa perbedaannya begitu jauh ??

Pertanyaan diatas banyak dilemparkan pada followers Iwanbanaran yang mengaku bingung dan heran. Mereka mencurigai bahwa pabrikan terlalu banyak mengambil untung, benarkah demikian?

Sebagai informasi AHM baru saja merilis New CBR1000RR-R Fireblade diangka 1,1 Milyar untuk versi SP. Angka ini memang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan banderol di Malaysia yang juga merilis varian serupa. Yup…dibulan Januari 2020, Honda Malaysia merilis CBR1000RR-R SP diangka RM 198,000. Jika kita konversi kerupiah maka jatuhnya adalah 700 juta rupiah….bedanya berkisar 400 jutaan. Tapi secara persentase ternyata tidak sampai dua kali lipat. Terus gimana dengan lainnya ?

iklan iwb
iklan iwb
iklan iwb

Kalau kita intip banderol Yamaha MT07 di Indonesia, YIMM mematok diangka 243 juta OTR Jakarta. Jika kita bandingkan dengan banderol di Malaysia dimana Hong leong Yamaha juga menjual unit ini maka sampeyan akan menemukan bahwa MT07 disana dijual hanya RM38,880. So…jika kita konversi kerupiah jatuhnya adalah 136 jutaan. Yup….136 juta vs 243 juta rupiah…..Wowww….nyaris dua kali lipat. Begitu pula MT09. Di negeri jiran Yamaha Malaysia menjual MT09 diangka RM 47,388 atau setara dengan 168 jutaan. Sedang di Indonesia tembus 290 jutaan. Wiss sampeyan itung wae berapa gap persentase banderol moge antara Malaysia vs Indonesia…

Yup…dengan income perkapita yang lebih tinggi dibandingkan Indonesia jelas lebih mudah bagi biker Malaysia untuk membeli moge. Makanya IWB bisa katakan banderol moge di Indonesia cukup mengerikan. Pertanyannya….kenapa begitu mahal?? Apakah karena pabrikan mengambil untung terlalu banyak? IWB rasa nggak demikian. Yang pasti peraturan tiap negara berbeda. Dan di Indonesia pajak yang dikenakan pada moge tembus 125 %. Itu hanya satu unsur pajak belum lain-lainnya. Ini yang membuat banderol moge jadi melonjak drastis. Nggak heran teman bule IWB sampai teriak saat IWB sodorkan harga BMW S1000RR diIndonesia….” Are u Crazy brow, Are mean it ?” serunya. Bayangin cak, bule wae sampai terkejut karena menganggap nominalnya mengerikan, apalagi kita jal….

Last…..dengan peraturan pajak yang tak masuk akal akan membuat peredaran moge NP (no Paper) justru tumbuh subur. Sampeyan intip saja berapa persen moge full paper (surat-surat) yang dijual para penjual moge via sosial media, porsinya jauh lebih kecil dibandingkan moge NP. Padahal jika pemerintah sudi merevisi peraturan ini maka potensi pajak masuk justru makin besar. Kenapa ? sebab moge no paper pasti akan ditinggalkan pelan-pelan….biker bakal memilih beli moge full paper. Lhaa buat apa beli moge bodong jika bedanya dikit dibandingkan moge full paper.  Bener ora. Iki opini IWB…kalau menurut sampeyan sendiri piye cak…monggo komen terbaiknya….(iwb)

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!