iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkkk….kok perasaan jadi memanas yo atas red flag Vinales. Sebenarnya cukup dimaklumi karena Insiden Vinales sukses membuat kans Suzuki meraih kemenangan pertama Joan Mir diatas mesin GSX-RR menguap. Performanya yang luar biasa dan mampu meninggalkan Jack Miller yang cukup kesulitan mengikuti ritme Suzuki di race pertama Austria membuat gap Mir sudah mencapai 2,4 detik dengan 12 lap tersisa. Hebatnya rider Suzuki ini makin menjauh tanda speed GSX-RR memang luar biasa di Austria. Sayang kemenangan yang sudah didepan mata direnggut red flag akibat Vinales lompat dari motor pada kecepatan 200 km/jam. Kondisi ini berbuah pahit pada tim Suzuki. Dan kini yang terbaru Joan Mir meminta FIM Steward melakukan investigasi pada Vinales karena dianggap membahayakan. Waaaahhhh….

Drama rem blong ini sebenarnya sudah terjadi 3 lap sebelum Vinales memutuskan lompat dari motor pada T1. Namun pembalap Yamaha bersikukuh tetap meneruskan race karena kinerja rem menurutnya timbul tenggelam. Semua drama tersebut terekam jelas oleh Alex Marquez yang mengaku heran karena Vinales masih meneruskan balapan disaat ada yang nggak wajar…

Ya aku melihatnya dia sangat kesulitan. Namun saat itu aku tidak tahu apa yang terjadi apakah dari ban atau masalah lain? kemudian aku lihat dia melambat dibeberapa tikungan dan dari sanalah aku paham, dia (Vinales) sedang berusaha mendinginkan rem. Lalu tiba-tiba ditikungan 1 (T1) ada beberapa komponen berwarna hitam terlepas dari motornya. Saat itu aku pikir itu karet dari boot nya. Hingga aku terkejut dia lompat dari motor yang meluncur pada kecepatan tinggi. Jujur aku ngeri melihatnya…” seru Alex Marquez…

iklan iwb

Keputusan Vinales ternyata memberikan bencana pada tim Suzuki Ecstar. Joan Mir yang leading tak tersentuh lawan didepan 2,4 detik harus mengulang race dari awal. Dan disinilah yang memang nggak fair cak. Sistem red flag memperbolehkan tim mengganti ban dan start dari awal melalui starting grid. IMHO dengan sistem ini bukan lagi masalah siapa yang terbaik. Namun lebih kepada strategi pemilihan ban yang tepat dan start sempurna….itulah yang memiliki kans juara. Sedang dari pengalaman kita di Austria, Ducati kedodoran ketika ban mulai habis sebaliknya Suzuki jauh lebih kuat dengan ban terpakai. So…Jack Miller mengganti ban lunak fresh termasuk KTM dan itulah yang membuang kans Suzuki….

Nggak heran Joan Mir sangat kecewa. Walaupun tidak buruk karena Suzuki masih mampu nempel diposisi 4 dengan gap sangat dekat barisan depan, kegagalan juara pertama….termasuk hadiah Mobil BMW dan record juara di 900 kelas premiere menjadikan kenangan buruk bagi Suzuki Ecstar. Mir sendiri heran kenapa Vinales tetap meneruskan race disaat kinerja rem bermasalah sebab hal itu sangat berbahaya. Itulah kenapa Mir meminta FIM Steward melakukan investigasi terhadap insiden Austria….

” Aku menggunakan kampas rem yang lebih kecil sepertinya biasanya karena selama akhir pekan kami tidak mengalami masalah dengan rem. Sementara Yamaha herannya tidak melakukan penggantian walaupun mereka menghadapi masalah dengan rem beberapa hari sebelumnya. Aku dengar Maverick mengalami masalah dengan rem 3-4 lap sebelumnya. Aku rasa ini adalah tindakan tidak bertanggung jawab (irresponsible behaviour) karena bisa membayakan pembalap lain (seharusnya berhenti dari balapan). Biasanya jika pembalap memicu red flag akan diselidiki. Jadi aku harap akan ada investigasi terhadap kecelakaan ini...” tutup Mir kecewa….

Last…sangat dimaklumi Mir kecewa karena bisa IWB pastikan berdasarkan lap time dan pace, Suzuki pasti juara di Austria jika tidak ada red flag. Saat itu Jack Miller dan Nagakami yang mengisi posisi ketiga tidak mampu ngimbangi kecepatan GSX-RR pada 12 lap tersisa. Dan tiap lapnya Mir terus menjauh 0,2 hingga 0,3 detik dengan gap akhir sebelum red flag dikisaran 2,4 detik dari Jack Miller. Termasuk Nakagami. Rider LCR Honda ini terus terjaga menggantung dibelakang Miller dengan gap hanya kisaran 0,2 hingga 0,3 detik tanda kecepatan RCV sudah mampu ngimbangi mesin Desmo ditangan rider Jepang bukan Marc Marquez. Tapi kans tersebut terkubur sempurna lewat red flag Vinales…..(iwb)

 

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!