iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkkk…Fabio Quar Quartararo (Petronas Yamaha SRT) sukses cetak pertamanya dikelas MotoGP pasca berjuang keras di sirkuit Jerez, Spanyol selama 25 Laps…..

Yupss cakkk, sangat emosional sekali bagi bocah berusia 21 tahun asal Prancis yang benar benar di favoritkan dalam perebutan gelar juara dunia musim 2020.

Pasalnya doi harus menunggu 20 seri untuk meraih kemenangan perdananya di kelas primer setelah sebelumnya digagalkan juara bertahan Marc Marquez (Repsol Honda Team) musim lalu dimana impian Quartararo memenangi seri Misano, San Marino dan Chang, Thailand pupus di last lap. Namun semuanya terbayar sudah di seri pembuka musim 2020 ini cakkk.

iklan iwb
iklan iwb
iklan iwb

Meski memulai akhir pekan dengan larangan tampil pada 20 menit pada Free Practice 1, hal tersebut tidak berpengaruh besar bagi Quartararo. Tanda tanda kemenangan sudah terbukti pada hari Sabtu, dimana doi berhasil pecahkan rekor sirkuit Jerez pada Free Practice 3. Tidak sampai disana pakdee, doi melanjutkan kekuatannya pada Qualifying 2. Sesi yang berjalan 15 menit tersebut sukses ditaklukkan Quartararo untuk merebut pole Position sekaligus memecahkan lagi rekor sirkuit Jerez. Jiann ajib…

Race day-pun berlangsung, Fabio Quartararo benar benar tenang ketika mengelola situasi di track yang cukup panas tersebut dengan menerapkan strategi menghemat ban pada lap – lap awal. Setelah itu, lap ke-5 El Diablo mulai menyerang untuk perebutan posisi pertama dan pada lap ke-6 doi berhasil memimpin balapan.

Sejak itu, doi mulai ngacir sembari menjaga ritme balapnya pakdeee. Quartararo yang anteng di depan tidak ada perlawanan sedikitpun dari rombongan grup kedua. Hingga menginjak garis finish, Quartararo unggul lebih 4 detik dari rekan satu timnya musim depan Yakni Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha MotoGP).

Melalui crash.net, Quartararo sedikit menceritakan balapan yang berlangsung tricky tersebut.

“Ini adalah balapan yang sangat sulit karena pertama-tama aku tidak melakukan start yang baik dan aku turun ke urutan lima di belakang Pecco dan Jack, kami tahu bahwa di belakang Ducati rasanya sangat sulit untuk melakukan entry corner yang baik, terutama di sektor terakhir. Namun aku menyusul mereka di tikungan terakhir dan kemudian aku melihat Marc melakukan kesalahan. Lalu, aku cukup kesulitan untuk menyalip Maverick, tetapi ia melakukan kesalahan kecil pada lap ke-6, kemudian aku menyalipnya dan mengatur langkahku sendiri.” ujar Quartararo..

“Rasanya luar biasa, tetapi aneh untuk menyadarinya, karena tidak ada penggemar di track. Kami perlu menikmatinya hari ini karena tidak setiap hari bisa mendapatkan kemenangan pertama di kelas MotoGP.”

Meski banyak yang mengatakan kemenangan Quartararo terbantu akan Crashnya Marc Marquez, namun Quartararo mengakui berjuang keras di 10 lap tersisa dengan kondisi grip yang rendah..

“Tahun lalu aku bertarung dengan Marc hingga lap terakhir (Misano dan Misano), tetapi di sini akhirnya sama sekali berbeda karena aku membuat banyak gap, jadi hal ini terasa lebih mudah untuk tetap fokus pada lap terakhir karena kurasa lebih aman, tetapi sepuluh lap terakhir adalah lap terpanjang dalam hidupku untuk fokus dalam kondisi ini dengan traksi sangat rendah, jadi saya senang dengan hasil balapan ini.” tutup Quartararo.

Last…Kemenangan Quartararo kemarin, menandai kemenangan perdana bagi Prancis di kelas primer pada era MotoGP setelah terakhir kali Regis Laconi memenangkan Grand Prix Valencia 1999, selain itu kemenangan dramatis Quartararo sekaligus menandai kemenangan tim satelit Yamaha di Era MotoGP. Quartararo kandidat terkuat dalam perebutan gelar??? Yupss cukup jelas cakk, namun masih ada 12 seri yang harus ditempuh dan semuanya masih bisa terjadi, karena banyak hal yang tidak terduga di MotoGP pakdeee….(Cb for iwb)

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!