iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkkk….inilah bukti bahwa kita harus memastikan semua kondisi kendaraan kita dalam keadaan prima ketika berkendara. Tidak perduli motor kecil atau motor besar. Kejadian nyata yang dialami cak Eko, followers dan pembaca setia Iwanbanaran ini membuat mata kita melek….betapa rentannya keselamatan kita dijalanan. Dan inilah Kejadian nyata, tambalan ban pembawa maut !!!

Assaamualaikum.

Sugeng siang Lek Iwan.  Selamat Siang. Aku Eko. Lek Iwan , Penikmat setia warunge sampean. Dulu saya pernah ngeshare bocoran terkait CRF pada awal masa peluncuran di Papua. Mugi-mugi tasih kelingan…..?

iklan iwb

Apakabar Lek Iwan, mugi-mugi diparingi kewarasan, keberkahan, lan aman tentrem. Salam Joss Gandos.

Jadi Ngene ki Lek, saya mau share sithik terkait Pengalaman Pribadi, Self Experience bahasa kromo ne,,,,,?. Wes to the Point wae yo Lek Iwan. kesel le ngetik suwe-suwe,, ??….jadi ngene Lek,

Tadi Pagi, waktu saya berangkat kerja, pukul 07.40 W I T (Biak,Papua), sekitar jam 05.40 W I B (Jawa). Saya yang kerja di sebuah Dealer Motor H, jam masuk kerja jam 08.00 W I T, jarak dari rumah ke Dealer cuma 4 Km, jadi berangkatnya memang agak mepet, wong kalau ditempuh kecepatan rata-rata 80-90 Km/Jam cuma sekitar 8 sampai 10 menit.

Nah tadi pagi, saya dan Teman saya, (1 motor 2 orang) Saya Rider, Bobot saya +/- 65 Kg, Teman yang tak boncengin Bobot sekitar 85 Kg. Dari awal berangkat kerja, pas keluar di jalan besar baru mulai kerasa Ban belakang kurang angin bin agak kempes tapi masih wajar. (Saya Pakai Matik H, 110cc, Standar tingting),

Jarak tempuh sekitar 1 Km dari Rumah, Posisi habis Nyalip truk dan kondisi traffic cukup ramai, karena memang jam berangkat kerja. karena waktu yang sudah mepet, saya riding agak kenceng sekitar Speed 80 Km/jam.

Nah disini ada kondisi jalan yang aspalnya mengelupas, sekitar 10 meter dari posisi saya nyalip truk. ban depan aman, tapi ban belakang masuk ke area aspal yang mengelupas itu, ada Bunyi “BLAKK” dari ban Belakang, tapi motor masih anteng, (Posisi jalan Lurus kurang lebih 300 meter).

Sekitar 15 Meter motor melaju dari bunyi BLAKK tersebut, Ban belakang langsung Kempes Total, jadi Velg langsung kontak dengan aspal. karena ban sudah gak ada angin sama sekali.

Bagian belakang motor Oleng kiri kanan tidak terkendali, untungnya saya masih bisa mengendalikan stir motor, dan berhasil menepikan motor. Traffic dari lawan arah juga pas rame, untuknya motor tidak masuk ke jalur Kanan, dan Pengendara lain dibelakang saya sigap menghindari.

Alhamdulillah Lek Iwan, Gusti Allah masih paringi perlindungan, saya dan temen gak sido crash, padahal sensasi Pecah ban di Speed 80an Km/jam, aduuuuhhhhhh,,, Bikin Lemes Dengkul, gak doyan mangan, Auto Pucat.

Jarak Dari Pecah Ban sampai Motor Berhenti ada sekitar 150an Meter, dengan Speed 80an Km/jam dengan kondisi motor normal, mungkin saya sudah biasa, dan anggap enteng, Tanpa Riding Gear (Jaket, Sarung Tangan, Sepatu, Helm yang memadai masih berani)

” Lokasi kejadian….”

Tapi dengan kejadian pagi ini, aduh, numpak 40 an wae lah, gak usah banter-banter,,,,… Dan yang paling penting Riding Gear usahakan Lengkap, tadi pagi Kebetulan saya cuma pakai seragam kerja, gak pake Jaket, padahal hari-hari biasa Paling anti kalo gak berangkat kerja naik motor sendiri gak pake jaket. Kalo misalkan Crash,,,,,, Walah Lek Iwan…. Gak bayangin … sebanyak apa Tatto alami yang tercetak di Lutut, Siku, dan bagian tubuh lainnya……

Nyawa gak ada cadangannya Lek Iwan. Mau sejago apapun kita naik motor, kalau pas apesnya ya pasti Crash juga. Intinya Hati-Hati di jalan. Oke wes Lek Iwan,….

Aku wes kesel le ngetik ki…..?.

Untuk catatan Lek Iwan. Ban depan Merk Ascendo 80/90 “14. Belakang Ascendo 90/90 “14 (sudah ada 2 buah tambalan, yang terakhir Baru ditambal Juni Minggu ke 3). Masa Pakai Juli 2019-sekarang (satu tahun). Jarak Tempuh sekitar 8.000 Km.

Bawa Kebengkel di cek penyebabnya, Bekas Tambalan Ban Tubeless tersebut bocor Halus, itu yang mengakibatkan Pada saat melewati Aspal yang agak terkelupas, Di speed 80 an Km/jam dan Tekanan Angin yang tidak sesuai ditambah bobot total yang ditanggung Motor memang agak Over (65 Kg + 85 Kg = 150 Kg) Ban Langsung Kehilangan Angin dengan Cepat, padahal ini Ban Tubeless lho Lek Iwan. seharusnya angin gak langsung habis.(CMIWW)

Pelajaran yang saya dapat:

Pastikan cek Kondisi tekanan angin Ban secara berkala 2 hari atau 3 hari sekali, Kalau di rasa agak kempes bin kurang angin, segera tambah sesuai tekanan yang dianjurkan, biasanya sdh ada di dek motor depan.

Kalau Ban tubeless sudah pernah di tambal, usahakan untuk riding dengan speed rendah (gak usah ngebut lebih dari 50 Km/jam ke atas)… Tenan,, Bahayani untuk diri sendiri dan orang lain.

Iki Foto penyebab Hampir Crash. Ternyata Bekas Tambalan Tubeless nya sudah gak Layak….Seingatku . Bekas tambalan Yang besar itu bekas kena potongan Cutter. Cuma itu waktu riding pelan. Pas boncengke ibu Negara..?. File terlampir lek. Maape kalo potone seadanya

Mungkin iku wae yo lek…Salam Satu ASPAL. Joss Gandosss. Mugi-mugi warunge tambah Laris…………..

Aamiin………..???.

Wassalamu’alaikum……. Lek Iwan,

Waaaahhh….iki sih tambalan ban pembawa maut cak. Suwun buat cak Eko karena sudi share pengalamannya. Ngilu cak, IWB bisa bayangin rasanya. Pasti dengkul koklok…darah berdesir turun dan yang pasti lemesssssss bin deg-degan. Dilalah ketika IWB intip…waladalahhhh, tambalannya mawut ora karu-karuan. Piye nggak bocor alus euy. Kalau sampeyan perhatikan, material yang digunakan untuk menambal sudah bercerai berai. Entah karena tambalannya yang memang terlalu gede atau material sendiri kurang bagus…

Kemudian kondisi karet juga sudah nggak sesolid biasanya. Terlihat dari pattern yang mulai menipis. Tapi kan jarah tempuh masih pendek ? tidak jadi jaminan. Sebab setiap ban memiliki kompon karet berbeda. Ada yang lebih lunak untuk mengejar traksi ada juga yang keras untuk mengejar long life use. Kendati sama-sama tipe dry tire, IWB sering menemukan tiap pabrikan ban memiliki karakter karet yang berbeda. Oleh karena itu kita harus sering memeriksa ban khususnya tambalan ban tubeless mengingat kita hanya mengandalkan satu layer karet bukan dual layer seperti halnya ban tipe tube type…

Last…diatas semuanya, doa adalah pelindung ampuh jika kita bepergian. Jangan lupa kita selalu berdoa sebelum berkendara dijalanan untuk mendapatkan perlindungan dari sang khalik. Dan IWB sarankan, mending beli ban baru jika dirasa kondisi tambalan ban sudah semrawut. IWB sih sarankan maksimal pada kondisi normal tambalan tubeless 5 kali dan setelahnya monggo ganti ban baru. Tapi jika kondisi lubangnya parah seperti cak Eko terlampir, nggak usah nunggu bocor 5 kali cak….kudu ganti anyar wisss. Selalu keep safety riding dan berhati-hati. Okrekkk….(iwb)

iklan iwb
Previous articleHonda rilis “Anti theft Immobilizer” untuk CBR250RR, maling dijamin mati kutu !!!
Next articleHonda HK rilis CB150R Exmotion StreetSteer 2020, Tampang & harganya ugal-ugalan !!
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!