iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkkk…dalam beberapa hari terakhir kencang bereda berita bahwa Pertamina memiliki wacana untuk menghapus BBM Premium dan Pertalite. Semua media besar membahas perihal ini. Alasannya adalah, dengan emisi gas buang yang makin ketat dibutuhkan BBM yang ramah lingkungan. Emisi gas buang ini identik dengan nilai Oktan. Semakin rendah Oktan maka biasanya hasil pembakaran juga tidak seramah oktan tinggi. So…benarkah BBM Premium dan Pertalite berpotensi dihapus ?

Dalam beberapa hari terakhir beredar informasi yang cukup kencang bahwa Pertamina akan menghapus dua jebis BBM yakni Premium dan Pertalite. Berita ini IWB pantau secara seksama cak. Kenapa ? maklum pakde, biker masih demen dengan Pertalite karena diangap lebih miring ketimbang Pertamax. Selain itu dengan oktan 90 dipandang cocok buat mesin yang sedikit “sepuh”. Nah lahirnya wacana ini tentu menyita perhatian IWB. Pertanyaannya…benarkah Premium dan Pertalite akan dihapus ?

Sebelum membahas secara detil, ternyata biang lahirnya opini ini berkat jawaban yang dilontarkan Direkur Utama Pertamina, Nicke Widyawati atas pertanyaan Webinar Rakyat Merdeka. Pertanyaannya adalah….apakah Pertamina akan melakukan penghapusan Premium, Solar dan Pertalite yang dinilai tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Np 20 Tahun 2017 ?

iklan iwb

Jawaban yang dikemukakan adalah…penyederhanaan produk di mana sesuai regulasi Pemerintah dan kesepakatan dunia tentang lingkungan, seluruh negara harus berupaya menjaga ambang batas emisi karbon dan polusi udara dengan standar BBM minimal RON 91 dan CN minimal 51. Penyebutan ambang batas RON 91 inilah yang membuat opini berkembang Pertamina akan menghapus BBM RON 88 dan 90 yakni Premium dan Pertalite. Benarkah demikian ?

“Ibu Nicke tidak pernah berbicara soal mau menghapuskan. Tidak ada kalimat bahwa bu dirut akan menghapuskan. Bu dirut hanya mengatakan bahwa memang ada aturan dari KLHK dengan pengendalian polusi udara, emisi dan sebagainya. Tapi kita sekarang ada beberapa jenis BBM yang belum sesuai dengan itu. Jadi sesuai ketentuan itu, Pertamina akan memprioritaskan produk-produk yang ramah lingkungan….

” Apalagi tentu juga kita telah merasakan di masa PSBB langit lebih biru dan udara lebih baik. Untuk itu, kita akan teruskan program yang mendorong masyarakat untuk menggunakan BBM yang ramah lingkungan dan mendorong produk yang lebih bagus..…” ujar Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman. Artinya Pertamina masih menyalurkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium sebagaimana penugasan yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014….

Last…dari pernyataan diatas bisa kita simpulkan bahwa Pertamina masih tetap akan memasarkan BBM Premiun dan Pertalite karena mengikuti Perpress no 43 tahun 2018 sebagai BBM penugasan. Namun bukannya harga mati karena menurut informasinya Pertamina sedang berkoordinasi dengan pemerintah untuk menyederhanakan produk. “Kita akan simplikasi produk, karena jumlah produk ini nanti akan memudahkan distribusi dan dengan harga yang lebih affordable..” seru direktur Pertamina Nicke seperti dilansir Detik. Hhmm jadi memang masih ngambang cak. So BBM Premium dan Pertalite berpotensi dihapus ? kita lihat saja perkembangannya dimasa depan cak….(iwb)

Gimana reaksi sampeyan cakkk !!
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Advertisements

47 COMMENTS

    • maaf ya, saya sebagai pengguna 2T selalu isi Pertamax, seandainya ada pertamax turbo disetiap SPBU pasti saya akan selalu isi pakai pertamax turbo, oli 2t selalu pakai Ipone R2000RS sama Motul.
      Jangan pandang rendah pengguna 2T, walau motor kami Jadul dan ngebul, tetapi motor kami jauh lebih kencang.

  1. Di saat negara lain BBM pada murah dan di indo GK mau turun , Eh nie kacuung Masi ngelantur..

    2020 ini tong Masi aja betah jadi babuu merek…? Merek Jepang lagi…

    GK lihat , berita di Jepang, Semua pabrik otomotif kususnya Roda 2 bergabung,untuk menekan merek Eropa..di benua mana pun.

    UPS kacuung, mana perna santai hidupnya, mana tau Info kayak gitu…

  2. gak papa cak dihapus premium sama pertalite, yang penting harga pertamax series disubsidi kayak di negeri tetangga

  3. Dari dulu sih gw selalu pk pertamax..kecuali pas lg kepepet kehabisan bbm belinya di eceran yg adanya premium! Sayang kalau dihapus..kasihan para penghasilan rendah! Yg setiap hari butuh bbm yg pas dikantong..

  4. Harga minyak dunia lagi turun. Trus pertamina bilang menganut sistem uu penyesuaian harga 2 bulan lalu. Tp udah 3 bulan lebih mana gada tuh turun harga. Malah pke sistem kesbek yg ribetnya minta ampun. Tp giliran naek pling cepet nyesuaiin harga dunia.

  5. Bukan mau negthink,,,tpi premium dan pertalite itu sebenernya satu jenis cuma beda warna aja..setelah dites beberapa pegiat sosial deng motor,,, hasil jelajah dptnya sama …

    • kualitas minyak mentah udah bagus oktan paling rendah sebenarnya 90 ekekeke cuma dijualnya premium biar para mbing kaum mendang-mending enggak demo muehehehe

  6. Bahan bakar tenaga fosil wis wayahe menuju dihapuskan … bah diterimo opo gak kenyataan masa depan akan demikian

  7. Pejabat ngomong ngalor ngidul muter2 ga genah. Percuma bayar pajek ra ngrasakke. Kabeh2 mbayar. Dalan mbayar, BPJS mbayar, listrik mbayar, sekolah mbayar. La pajeke buat apa mbokdheee mbokdhee

  8. Wis wayahe, mesin saiki yowis njaluk bensin sg oktan 91
    Iso tuku pit/montor, iso tuku kuota tapi ra iso tuku bensin ron 91 rodo piye ngunu

  9. Lebih baik premium dan pertalite di hapus saja,di gantikan dengan Pertamax tetapi harganya Maksimal 6000 rupiah untuk saat ini….
    Penyederhanaan produk memang harus di lakukan secepatnya supaya mudah dan hemat biaya produksinya…untuk solar busuk lebih baik di hapus juga,karna penyumbang polusi udara kendaraan diesel terbesar di Indonesia….

  10. Udah baca peraturan menteri lingkungan hidupnya memang bener minimal ron 91 nantinya yg ada di indonesia. Ini wajar sesuai berlakunya euro 4 butuh bbm yg proper. Di asia tenggara yang masih ketinggal ada setidaknya ada 3: 1. Indonesia, 2. Laos (masih euro 2). 3. Kamboja (masih euro 2). So demi lingkungan di anak cucu nanti saya dukung

  11. Peternak dibunuh dengan impor daging
    Petani dibunuh dengan impor beras, gula, sayur sampe singkong jg
    Nah sekarang giliran nelayan dan jasa lainnya yg pake mesin murah kompresi rendah dibunuh

    • Mbok sekali2 piknik ke negara eksportir daging. Minimal nonton youtube. Dinegaranya asal tuh daging impor, bisa murah karena petaninya pinter, piara sapi juga tanam pakan sapi. Di Indonesia? Sapi makan duit. Makanya daging sapi mahal. Gak ada yg salah dengan importir yg melayani konsumen.

  12. Alasan yang mengada2
    1. Semua jenis bbm (premium, pertalite, pertamax) bisa diseting rendah emisi.
    2. Pengaturan emisi bukan dari jenis bbmnya, tapi setingan dan teknologi yang disematkan mesin pabrikan.
    3. Pengaturan emisi tergantung manajemen thermal mesin meliputi mapping pengapian, durasi overlap chamshaft, komposisi afr, desain & ukuran haeder termasuk catalis converter.
    4. uji emisi idealnya terhadap kendaraan baru yang diproduksi pabrikan pada saat berlakunya standar emisi tsb.
    5. Kendaraan jadul standar euro2 atau euro3 meski pakai pertamax otomatis ramah lingkungan/lolos euro 4. Jadi masalahnya bukan jenis bbmnya ya guys…

  13. Ralat
    5. Kendaraan jadul standar euro2 atau euro3 meski pakai pertamax apakah otomatis ramah lingkungan/lolos euro 4? Jadi masalahnya bukan jenis bbmnya ya guys…
    6. Selain alasan ramah lingkungan, alasan carut marut internal pertamina, masih ada 1001 alasan supaya kita pakai pertamax, kurang lebih demikian. Cmiiw

  14. baguslah.. dihapus aja itu premium supaya mengurangi populasi motor motor tua yg ngebul ngebul di jalan..

    sisakan pertamax aja klo perlu..

    motor kek bakaran sampah kok masih dipke

  15. BBM nabati akan di hapus dengan green gasoline dari minyak sawit yang nilai oktannya lebih tinggi dari pertamax, (bahan bakar nabati dan green fuel serta lebih murah)

    Semoga pertamina mempercepat pembangunan kilang untuk green fuel dan pembangunan pabrik katalisnya sebagai catalisator minyak sawik ke green gasoline.

    Sehingga perlahan indonesia lepas dari minyak hasil pertambangan.

  16. mau dihapus juga kaga masalah, yang penting pertamax Turbo harus ada disetiap SPBU.
    Salam 2T.,,, biar berisik tp asik,, SPBU sahabat kami.

  17. Jika emisi gas buang dijadikan alasan gencarkan juga dong kampanye servis rutin kendaraan, masih banyak kendaraan 4 tak asapnya lebih parah dari 2 tak beredar di jalanan Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here