iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkkk….kondisi yang tidak menentu memukul semua sektor baik otomotif ataupun perdagangan lain. Semua cak, bahkan pabrikan roda empat juga terpuruk luar biasa. Tentu saja hal ini juga berlaku pada pabrikan roda dua. Semua merk pasti mengalami penurunan penjualan yang sangat tajam. Namun yang unik ditengah analisa tersebut ada sebuah opini menarik saat IWB ngobrol dengan beberapa teman perihal market dimasa depan akibat COVID19. Bahwa Honda kemungkinan masih bisa anteng namun justru Yamaha yang gelisah. Lhoo kenapa bisa demikian ?

Kita nggak membahas perihal Kawasaki ataupun Suzuki karena mereka hanya menempati posisi market share 2% alias jauh dibandingkan duo pabrikan Jepang lain. Namun yang menjadi sorotan kita adalah kiprah dua pabrikan besar yang berseteru ditanah air yakni Honda vs Yamaha. Sebab hingga detik ini hanya Yamaha yang menjadi lawan Honda walaupun tren keduanya tetap terpeliharan dikisaran 19 % vs 76 % pangsa pasar. Kuwi pada kondisi normal….

Pasti pada kondisi pandemic sekarang, pukulan market akan sangat terasa. Tidak Honda ataupun Yamaha….mereka pasti merasakan sulitnya penjualan ditengah kondisi yang sangat lesu. Sebagai informasi dari data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), pada bulan Maret 2020, pabrikan masih bisa mendistribusikan motor sebanyak 561.739 unit secara total gabungan semua merk. Angka ini masih termasuk tinggi cak. Tapi tren ini sepertinya bisa saja terus turun jika PSBB diperpanjang. Terus kenapa Honda anteng Yamaha gelisah ?

iklan iwb

Analisa ini berdasarkan tulang punggung market pabrikan. Seperti yang sampeyan semua tahu Honda mengandalkan penjualan Beat yang notabene merupakan entry level skutik. Dengan banderol dikisaran 16 jutaan dengan daya beli konsumen yang turun, Honda secara posisi masih cukup mudah untuk bangkit. Sementara Yamaha berbeda. Posisi mereka yang mengandalkan penjualan NMAX sebagai tulang punggung bukan hal menyenangkan ditengah kondisi yang sulit. Dengan banderol termurah 29 jutaan jelas lemahnya daya beli serta seretnya leasing membuat pergerakan mereka tidak akan semudah Honda dalam memasarkan Beat yang jauh lebih murah. Kuwi teori mudahnya cak…

Last…penjualan motor 85 % rata-rata menggunakan leasing. Dengan kondisi COVID19, leasing saat ini tidak segalak biasanya alias masih menahan diri untuk menggelentorkan kredit secara jor-joran. Alhasil penjualan motor premium pasti akan terpuruk cukup dalam dibandingkan dengan motor entry. Itulah tantangan tim garputala mengingat Mio juga sulit bersaing dipasaran. Btw semua hanyalah analisa mengingat data AISI sekarang tidak membeberkan penjualan motor per-unit. Kita harapkan saja semoga kedepan ekonomi segera pulih sehingga penjualan motor kembali normal. Nah..kalau menurut sampeyan piye cak, punya opini lain soal analisa diatas ? (iwb)

iklan iwb
Previous article[Mega gallery] Bedah New Yamaha YZF-R1 2020, ternyata banyak yang berubah !!!
Next articleTriumph rilis Scrambler 1200 versi James Bond 007 Edition, gebrakan nehhhh !!!
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!