iklan iwb
iklan iwb
” Cak Farrel saat melihat langsung Saluto 125…”

Iwanbanaran.com – Cakkkk….maturnuwun tenan IWB pada seluruh followers Iwanbanaran yang ternyata tersebar diberbagai belahan dunia. Berkat sampeyan tentunya membuat warung ini terus berkibar. Mereka-mereka yang setia mantengin Iwanbanaran.com walau mungkin sekarang tidak ada ditanah air alias berdomisili diluar negeri. Seperti cak Farrel yang secara khusus mengirim testimoninya ketika menjamah langsung Suzuki Saluto 125. Seperti apa testimoninya ? simak penuturan cak Farrel langsung dari Taiwan berikut ini…

Cak Farrel yang saat ini bekerja di Taiwan ternyata salah satu reader yang langsung bergerak cepat ketika ada berita perihal Suzuki Saluto 125. Doi bergegas menuju tempat pameran Saluto 125 dan menemukan motor ini memang keren. Bahkan menurut doi istri yang diajak langsung kesengsem melihat penampakan Saluto 125. ” Apik, bojoku wae seneng…” serunya. Nah…emang seperti apa Saluto dimana cak Farrel yang sudah meraba dan mengelus langsung ?

” Ini lokasi sama persis di blog e sampean dulu. Kalo menurutku Suzuki Saluto iku keluar dari desain Suzuki seperti biasanya mas. Mirip-mirip Vespa, bagus sih….build quality bagus…” seru doi. Menurutnya sayang harga di Taiwan ternyata cukup mahal. Tidak seperti yang dituturkan PT SIS diangka 26 jutaan, ternyata harga asli Taiwan adalah 38,7 jutaan. Weeihhh sadissss. ” Di Taiwan sendiri hargane78.000 tinggal di kali kurs Indonesia ke Taiwan sekitar Rp.497 per 1NT, jadi sekitar 38,766,000…” serunya. Waduh…emang abot cak…

iklan iwb
” Cak Farrel dilokasi pameran Saluto….”

So…kunci kesuksesan Saluto 125 memang banderol. Menurut cak Farrel jika dipaksa harga diatas 30 juta akan cukup berat bersaing ditanah air. “ Kalo di boyong ke Indonesia kudu luwih murah mas…..ingat kaum mending akeh (banyak) diIndonesia. Nek 33 juta pun masyarakat +62 mikir2 mas, mending Iki lah iku lah. Berharap Saluto hargane bisa sejajar sama Vario 150 mas...” tutupnya. Hhmm…sebuah opini yang jujur namun sepertinya akan sulit diwujudkan PT SIS akibat terbentur pajak import ataupun kendala melokalkan. Semakin runyam ki..

Last…dengan sodoran informasi diatas, bisa kita simpulkan motor skutik Suzuki Retro ini memang cakep. Hal itu diakui cak Farrel yang menjamah dan meraba langsung. Tapi jika banderol dipaksa diangka 33jutaan sepertinya akan cukup berat menurut doi. Karena bagaimanapun positioning brand Suzuki tetap harus bejaban melawan Honda dan Yamaha. Ya…..Saluto keren tapi terbentur banderol. Sebuah fakta yang tidak bisa kita pungkiri. So dengan testimoni ini apakah Suzuki Indonesia perlu lempar handuk terhadap Saluto 125 ? piye menurut sampeyan semua cak…monggo berikan opininya…(iwb)

 

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!