iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkk….pasti sampeyan heran dengan judul diatas. Yup….itu sebenarnya adalah sebuah title yang IWB buat ketika garap artikel peluncuran Yamaha Lexam, sebuah bebek skutik yang diracik untuk mengikuti Honda Revo AT. Yup…bebek matic yang dirilis oleh AHM pada bulan Juli 2010 kemudian diikuti YMKI (saat itu sebelum melebur menjadi YIMM) dengan Lexam di Januari 2011. Sebuah project yang IWB anggap terlalu berani. Kenapa ?

Sekitar tanggal 14 Januari 2011….YMKI saat itu melakukan soft launching betik Yamaha. Bersama Jorge Lorenzo di Kasuari Lounge, JCC Jakarta secara resmi Lexam dirilis bersama  para petinggi pabrikan garputala pak Dion, pak Paulus dll. Lewat artikel sebelumnya akhirnya banderol harga yang diatas kompetitor juga terbukti. Yamaha dengan percaya diri menjual betiknya dikisaran 16,4juta. Sungguh harga yang fantastik jika kita melirik Honda Revo matic yang ketika itu dijual AHM diangka 15,8 juta OTR Jakarta…..

Tapi dengan diplomatis pabrikan garputala mengatakan target market Lexam memang diperuntukkan buat kalangan ekskutif. Issue dilarangnya mobil memakai BBM bersubsidi dipercaya bakal merubah pola kebiasaan kaum ekskutif muda yang mencari alternatif kendaraan roda dua menggantikan roda empat mereka. Dan Lexamlah jawabannya..!!! motor yang didaulat bakal menjadi alat transportasi handal karena nyaman, minim getaran dan mudah dikendarai dipercaya bakal bisa memuaskan si pemakai….

iklan iwb

Ditahun itu, IWB menjadi saksi penjabaran kehadiran betik (bebek matic) Yamaha yang diklaim menggunakan teknologi baru bernama YCAT (Yamaha Compact Automatic Transmission) layaknya T-Max dibenamkan padanya. Fungsinya..?? minimize vibrasi dan membuat mesin lebih awet. Hanya itu..?? tidak cak. Lexam juga menggunakan V-belt (racing type) dengan ukuran lebih pendek sehingga accelerasi dijamin makin galak. Makanya jangan heran jika performa dan  durability Lexam diklaim bakal diatas kompetitor (Average use penggantian mencapai 40ribu km – klaim pabrikan)….

Sisi keunggulan lain betik dibanding matic adalah ground clearance yang tinggi plus wheel base lebih panjang…so ini artinya kelelahan akibat berkendara jarak jauh yang sering ditemui pada matic tidak akan kita dapatkan diLexam…sebagai generasi betik.  Yang kedua dari segi fitur juga telah dilengkapi shutter magnet key dan rear brake lock…..parking safety purposes. Lewat slogan Yamaha Lexam “Live The Difference” pabrikan garputala mematok target penjualan dikisaran 1500-2000 unit dalam satu bulan….

Jika kita memperhatikan semua informasi diatas, jelas Lexam diposisikan sebagai motor semi premium di jamannya. Pricing yang setara dengan new MX bakal mempersempit market sibetik. Coba tanya saja pada para biker muda seandainya mereka mengantongi doku 16,4juta…mana yang dipilih antara bebek 5 speed MX dibandingkan Lexam..?? kita yakin bebek underbonelah yang dipilih. Sekali lagi…Yamaha pastinya sudah mempertimbangkan untung ruginya memposisikan Lexam dilevel tersebut. Seperti yang pak Paulus (GM Marketing YMKI saat itu) yang mengatakan….

” Siapa menyangka matic akan sebooming seperti sekarang……maka dari itu kami optimis bahwa betik juga bakal bisa diterima masyarakat!!” ujarnya saat itu. Yup….semua memang kudu dibuktikan dulu. Lewat kelebihan yang ditawarkan bisa jadi Lexam mencuri hati biker. Jujur…betik Lexam dari sisi desain memang ciamik. DNA body hampir mirip dengan Jupiter MX. Satu lagi yang bikin nggak “kuku”…..rear lamp design berbentuk horizontal. Mengingatkan kita akan lampu motor modern yang tanpa kompromi…..uniknya menjadikan kuda besi  malah menjadi enak dipandang mata…

Itulah sekelumit artikel IWB lawas IWB. Sebuah artikel yang menjadi saksi nyata proyek gagal sebuah pabrikan. Sebab tidak hanya Yamaha, Honda saat itu juga mengalami kesulitan dengan Revo AT hingga nasibnya juga sama. Ya…Lexam terlalu berani ketika tren penjualan Revo AT yang sudah dirilis lebih dahulu kurang berdenyut. Apalagi banderol yang dipilih juga termasuk tinggi dimasanya hingga nasib Lexam semakin terpuruk. Motor ini kurang laku dan memaksa pabrikan menghentikan produksinya  tidak lama setelah peluncuran…

Last….jangan pernah ngedrive pasar jika tidak diperhitungkan secara seksama. Sepertinya tim RND lupa kelebihan dan kenapa skutik saat itu disukai karena dek lebar sehingga fungsionalnya bisa diandalkan. Terbukti usaha konversi bebek AT tidak berhasil dan akhirnya menjadi sejarah menarik yang perlu IWB share dalam sekelumit history buat para followers setia Iwanbanaran. So…Yamaha Lexam ? walau gagal saat itu Lorenzo lho yang rilis, keren ora cak….(iwb)

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!