iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkk…IWB sadar betul pembaca IWB sudah bergeser. Generasi ke generasi dan mungkin pengunjung sekarang banyak kaum milenial yang perlu direfresh ulang berdasarkan ulasan lawas. Sebuah sejarah yang fokus pada perjuangan Yamaha setelah mereka tertatih-tatih tidak pernah mampu bangkit dari keterpurukan diajang GP500. Bahkan diawal pengembangan YZR M1 1st gen dianggap lemot…boso halusnya sangat lambat. Sebuah konsep engine yang ternyata malah dipilih oleh Valentino Rossi dan sukses mengantarkan Yamaha menjadi tim sukses bersama The Doctor. Inilah sekelumit interview dengan bapak M1 Masao Furusawa yang IWB terjemahkan dari Crash. Sebuah artikel throw back yang sudah IWB garap 2011 silam…

” Mau secangkir kopi?”…..tanya Furusawa seraya melangkah kemeja paddock Yamaha di Sepang. Dia tidak pernah berpikir satu karyawannya untuk membantu melakukan itu. Sejurus langsung menuju kemesin coffe maker dan kembali dengan secangkir Expresso. Tindakan sederhana, namun sudah cukup menggambarkan karakter seorang pria yang tidak lagi muda. Seseorang yang begitu disegani di Yamaha dan Motogp berkat jabatan, kejeniusan serta tanggung jawab dipundaknya. Tapi semua dijalankan secara membumi dan rendah hati.

Question (Q): Mr. Furusawa….senang berjumpa dengan anda. Sudahkah anda memutuskan seperti apa masa depan anda nanti??

iklan iwb
iklan iwb

Furusawa (F): Aku punya waktu satu setengah bulan sebelum pensiun. Kita banyak diskusi tentang ini, mau lanjut atau berhenti??. Beberapa bulan terakhir Presdir Yamaha Motor memintaku untuk memperpanjang pekerjaan. Dan saya bilang “tidak!” (sambil tersenyum). Sudah terlalu lama bagiku diMotogp. Karena aku sebetulnya tidak berharap masih disini ketika memulainya dulu ditahun 2003. Kala itu Yamaha begitu menderita sebab tidak pernah menjadi juara dunia selama 10 tahun. Karena itulah aku dipercaya memegang kendali untuk merubah semuanya. Dan aku pikir mungkin lima tahun adalah periode terlama. Namun aku membuat kesalahan fatal ditahun 2006 – 2007 sehingga Rossi marah besar oleh karenanya.

Q : Itu terjadi ketika anda “mengundurkan diri” dari dunia racing??

F: Ya…menyingkir lebih tepatnya. Valentino sangat marah karena itu. Dia ingin aku kembali ditrek balap. Jadi makanya aku memutuskan untuk kembali disini. Dulu sebelum tahun 2003 aku hanyalah seorang amatir didunia racing. Bahkan belum pernah melihat pertandingan balap! Selain itu aku selalu berganti pekerjaan di Yamaha motor, kenapa??…..sebab kadangkala jika ada masalah diperusahaan, mereka akan mengirimku kemanapun dibutuhkan untuk mengatasinya.

Q: Jadi anda adalah seorang pemecah masalah??

F: Ya!…mereka menyebutku “pemecah masalah yang canggih” atau ” tukang servis”!. Itu adalah hal yang menyenangkan dan aku sangat menikmatinya.

Hidup ini pendek. Ayah tiriku meninggal dunia ketika berumur 75tahun. Dan bulan ini, tidak terasa umurku akan memasuki usia 60tahun (sekarang Furusawa sudah berumur 69 tahun). Hari ulang tahunku sebenarnya satu hari setelah Valentino Rossi, yaitu tanggal 17 Februari (Rossi tanggal 16). Mungkin aku punya sisa umur 15tahun lagi sebelum dipanggil yang kuasa….

Banyak Hobi yang tidak bisa kulakukan sejak terjun kedunia racing. Karena itulah sekarang saatnya berhenti dari karir untuk menikmatinya.Tanggal 24 Maret 2011 adalah tanggal dimana kami berdua (Furusawa & Yamaha) sepakat untuk berhenti. Sebenarnya banyak yang menentang. Tapi aku bilang ke mereka ” Cukup sudah”!!. Kemudian aku akan menjadi penasihat (advisor) Yamaha Motogp untuk satu tahun kedepan. Tapi tugas itu tidak terlalu sibuk.

Jadi setelah 7 tahun bergelut didalamnya, dunia racing akan menjadi hobiku yang lain. Aku akan hadir pada test Sepang serta Qatar nanti. Setelah itu baru kembali ke Jepang. Menonton balapan (official 1st race) Qatar dari TV atau internet sambil minum sebotol bir!!. Itu akan menjadi saat yang menyenangkan sebab pertama kalinya menonton Motogp sebagai fans….tanpa tanggung jawab dipundak. ….

Q : Tentang motor…kita ingat versi pertama M1 dulu memakai karburator??

F: Iya..terakhir tahun 2002 dan pada tahun 2003 aku menggantinya dengan sistem full injeksi dan chain driven chamshaft.

Aku pikir yang telah dilakukan salah, tapi dulu emang masih baru di dunia Motogp. Semua dari ide pribadi berdasarkan logika, analisa dan pengalaman. Kenyataannya tidak selalu sesuai harapan. Sebab banyak orang merasa skeptis. Menatapku dan berpikir,” ya..kami mengerti yang kau katakan”. Namun realitanya berbeda. Sangat sulit meyakinkan seseorang supaya sejalan dengan pemikiran kita…

Jadi aku mempunyai beberapa trik. Aku datang dari ide brilian “crossplane crankshaft” (teknologi Big Bang). Dan ketika gabung di Motogp ide tersebut aku tuangkan dalam sebuah desain. Memerlukan waktu setengah tahun hingga motor prototype buatanku diuji jalan disebuah sirkuit dekat Yamaha pusat sana.

Pasca test, semuanya saling berpandangan. Pertama kali yang dikatakan test rider adalah,” Motor sangat pelan ” Kemudian semua orang memandangku. Hhmm kau pikir seperti itu…dan kemudian dia berkata lagi,” Tapi torehan waktu lapnya cepat. Jadi motor terasa lambat karena begitu lembut dan stabil.”

Waktu itu Natal tahun 2003. Rossi bergabung dengan Yamaha dan Kemudian mengendarai M1 pertama kali di Sepang tahun 2004. Dia memang sangat jenius, ya dia memang jenius. Dia hanya mengendarai crossplane bike dalam 5-6 lap. Kemudian masuk Pit seraya berkata ” motor ini adalah yang terbaik.” Walau lambat sebab tenaga memang kurang. Aku telah persiapkan banyak kombinasi untuknya supaya dicoba mulai dari 4klep sistem, 5 klep sistem, crossplane, dan single plane. Kemudian pilihannya adalah crossplane crankshaft bike dengan 4klep sistem.

Sebelumnya orang takut melihat mesin yang baru. Sebab Yamaha sudah lama sukses menggunakan sistem 5 klep engine. Banyak orang berkata,” bagaimana kamu bisa membuang sistem tersebut??”. Aku katakan ini adalah sistem yang menarik. Ini akan menyenangkan untuk dibuat secara masal. Namun tujuan racing bukan untuk kesenangan. Fun is oke…tapi yang kami lakukan adalah untuk meraih kemenangan. Kenapa mesin kurang kencang sebab merupakan racikan anyar yang butuh pengembangan secara berkelanjutan. Tapi kendati demikian Rossi tetap memilihnya dengan ucapannya ” Ini dia”!!.

Anda harus tahu bahwa Rossi seperti sosok raja. Kita meringkuk mengerubungi dan mendengarkan apapun yang dikatakan olehnya tentang ide kami. Apakah jempol keatas….atau sebaliknya jempol kebawah. Jadi ketika Valentino memberikan jempol atas terhadap mesin 4klep crossplane crankshaft, maka disaat itulah semua sadar telah berada dijalur dan arah yang benar. Dan hanya butuh dua bulan setelah test serta petunjuk dari Rossi, kami menang dirace pertama Afrika…

Jadi aku berhutang rasa terima kasih kepada Valentino Rossi sebab telah membuat jelas semuanya lewat pilihan yang tepat. Sebelum itu keraguan 50% menghinggapi sebagian tim Yamaha. Tapi semua hilang setelah Rossi mengatakan “Ya”. Mungkin jika Valentino Rossi tidak datang ke Yamaha, aku sudah gantung diri (candanya sambil berlagak memasang jerat menggunakan tangan dilehernya).

” Masao Furusawa bapak M1 (paling kanan) bersama Rossi muda dan para pejabat Yamaha…”

Yup…itulah Masao Furusawa. Sosok rendah hati dan sangat mengerti tentang Yamaha M1. Satu yang menjadi catatan bagi kita semua atas interview diatas adalah bagaimana Furusawa begitu menghargai dan berterima kasih atas kiprah Rossi buat Yamaha. Mekanik tersebut sangat tahu mungkin tanpa Rossi Yamaha tidak bisa sampai level sekarang. Pertentangan internal insinyur garputala tentang pemilihan tipe engine untuk M1 versi 2003……akhirnya diarahkan oleh The Doctor sehingga keraguan berubah menjadi motivasi. Luar biasa….

Last…sepenggal history cikal bakal kelahiran Yamaha M1 yang terus dipertahankan hingga sekarang. Sebuah mesin yang terkenal stabil, mudah dikendalikan dan terkontrol merupakan hasil karya dua orang jenius dimasanya yakni Masao Furusawa dan Valentino Rossi. Basis yang terus dikembangkan mengikuti jaman dan regulasi. Berkat Vale-lah Yamaha jadi mantap untuk mengambil arah yang sebelumnya masih dihinggapi keraguan kemana mereka akan melangkah. Walau sekarang umur membuatnya berubah namun sejarah tidak bisa diganggu gugat. Forza Vale……(iwb)

 

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

96 COMMENTS

  1. Keren cak ancene balapan pertama Rossi karo Yamaha, awak sing ndelok ndek TV rasane koyok nggak iso ambegan goro-goro tegang….

    Josss pol pokok e

    • “Motor die emang paling lemot, tapi nyang laen pake ban default, die pake ban cap helikopter” ujar Anthony West

    • Jangan lupa di Gembok…kalau gak digembok , ya bisa loncat2 angka Spedonya. Kalau angkanya dah loncat2..tar getar semua tuh sepanjang jalan, dan jangan sampe dapet jalan kriting apalagi gundukan ” Glodakkk ” samoe berasa kePinggang ,kalau pinggang udah kena ..yow ga bisa buat mbungkuk ngintip lumpur atau sarang KeCcoa sampe keKabel2 ,maka baiknya di kasih talang ?

  2. justru generasi yang liat jayanya valentino rossi, namanya generasi millennial alias gen Y tuh om IWB . . . yaitu generasi kelahiran tahun 80an yang waktu tahun 2000 ngerasain genggap gempitanya millenium baru sampe sekitar tahun 1996. umur millennial paling tua 30an akhir paling muda 25 tahun.

    nah kalo setelah tahun 1996, namanya generasi Z, mereka ga tau tuh hebohnya tahun baru 2000, setua2nya generasi Z ya 24 tahun lah alias kelahiran 1996. CMIIW.

      • Akhir 1999 sudah muncul stiker milenium warna silver. Sering saya dulu nyablon stiker dan kaos tema milenium silver.
        Tahun 2001 pertama nonton rosi masih lawan biaggi. Nastro Azzuro vs marlboro ymh

  3. Motornya emang lemot, tapi kata Anthony West dia dikasih “ban cap helikopter” ekekekek
    Ban motor2 kenceng udah pada abis duluan baru dia ngepush ekekekek….

      • Nah ini baru cerdas
        Ntah motogp dulu atau sekarang power delivery yang halus sangat berperan penting sampe di akhir race,
        Harusnya si bisa mencerna beberapa kalimat berdasarkan motogp ditahun kemaren
        Dimana rider pada riset data ban, gak cuman dipake biar kenceng tapi juga biar awet, biar gak kedodoran di akhir race

    • maksud anthony west bukan gitu mamang, ada helikopter yang datang membawakan ban khusus untuk valentino rossi, bukan rossi yang pake ban helikopter

    • Iya ban nya awet krn jaman dulu ga ada namanya pembalap ngacir duluan, semua menjaga ban agar awet sampe akhir race, dan itu juga tujuan rossi dulu selalu nguntit dulu lawannya diawal race agar ban nya awet, dan baru nyundul di akhir race, itu strategi bukan rossi niat menghibur, insting menjaga ban awet yg zaman now digantikan dengan elektronik, insting menarik gas biar ban ga selip yg skrg digantikan dengan elektronik, skill rossi itu tidak pudar cuma kalau skill harus disatupadukan dengan elektronik feeling terhadap motor jd berbeda dan berbeda pulalah cara mengendarainya, sejak elektronik jd otak motor mereduplah rossi …… Muncul semacam keraguan saat mengendarai motor saat motor tidak sepenuhnya dikendalikan manusia, bingung ga bisa late braking krn motor udah disetir pelan oleh ecu saat gas kendur dan mulai masuk tikungan yg dulu jadi andalan rossi, ….. Dst

  4. Sudahlah mbah. Klo masih demen inline carry, alih profesi jasa angkot za.
    Jangan lupa kalung anduk
    Wkwkwkwkwk kesian sekali

  5. Hebat nya Jeremy burges x mekanic Honda yang di colong yamalu..
    Motor lemot jadi kencang di tangan Jeremy burges
    Liat sekarang Jeremy burger udah gak pegang Yamalu lagi
    Ehhh Sekaran terbukti yamalu jadi Terlemot

    • Dicolonggg ???
      pemikiran ente kebalik…
      mesin beda Software ECu inhouse Yamaha Beda..
      emng ada ya yg nyebutin jadi kenceng ??

      bukannya Jeremi burgers masih pegang M1 disaat masalah M1 sekarang akhirnya memutuskan breakout…

      Dasar Bani Oonda udah sakit Hati sama Yamaha…???

    • Terima kasih kepada semuanya…

      sebelum Ke Harno Jeremy burgerss udah kemana mana…

      situ maennya kurang jauhhhh….

    • Dari awal diciptakan memang sudah lembut dan lambat….padahal slogannya semakin di depan

      Yang slogannya satu hati motornya selalu beringas hanya cocok untuk rider kelas alien (kalo kata FBY beringas = celeng). Itu motor kalo alien yang bawa ga celeng, kalo pembalap kaleng-kaleng bukan hanya jadi celeng tapi juga bikin cedera punggung sampe modus pensiun dini minta balik naik motor lembut nan manja nan lambat

      Ya FBY kan lebih mementingkan lembut-nurut dari pada gelar jurdun, mirip ama CEO Ducati yang lebih bangga juara dua daripada jurdun…

      Setiap brand punya tempat masing-masing, termasuk Honda tahu kelasnya di mana

      Gini aja deh dari 1990-2019 mana pabrikan paling banyak juara dunia dengan paling banyak pembalap…bocah bau kentjur silahkan googling aja…berbanggalah dengan Yamaha dan motor lembut bin lambatnya hehehe

  6. Tak dipungkiri balapan jaman dulu lebih degdegan,lap terakhir blm tau siapa yg juara,kalau sekarang pada jauh-jauh balapannya,apa yg salah sih?

    • Zaman dulu ( bagi yang merasakan ) deg2an karena ini balapan yang gak umum dilihat mata , sekarang balapan kayak gini dah umum dan gampang untuk bisa dilihat ?
      Yang paling ingat dan paling deg2 an saat zaman dulu adalah saat Marques Juara dunia 2013 ?

    • sekarang penyelenggaranya money oriented. apa2 diseragamin oleh pesanan sponsor. jadi ya bukan full kreatifitas masing-masing tim lagi. sudah banyak dikekang sana sini. maksud biar tontonan seru tapi ya jadi balapan pake kekuatan duit. bukan full kreatifitas balap lagi. tim yang kencing duit mendominasi

    • Yang salah yang ga bisa ngikutin kencengnya rider rider sekarang om,
      Ga bisa dipungkiri rider muda jamannya marq sampe sekarang pada kenceng kenceng, gaya riding dan skillnya unik unik, , mental dan darahpun masih mendidih
      Jaman dulu mesin v identik kenceng diakselerasi dan treklurus tapi sekarang mesin v pun bisa kenceng dibbrapa tikungan cepat, salah satu faktor rider juga itu,

  7. jadi sebelum Vale dan crew nya datang Yamaha udah menyiapkan motor YZR M1 racikan Furuzawa ke Vale tinggal menuntaskan Gass Polll….

    jd anggapan Yamaha terlalu membebankan Vale crew dengan menjiplak data motor Team sebelum ke Yamaha diawal kedatangan tidak sepenuhnya benar….

  8. Nice artikel cak IWB..!!

    Klo bisa ulas juga ttg V5 RCV211…mesin tersangar dan terkencang yg membuat 46 langsung jurdun setelah menunggangi MOTOR LEJEN 500 cc, setelah peralihan motogp500cc ke MOTOGP……NSR..!!

  9. tidak diragukan lagi bahwa yamaha motogp era 4tak bisa dibilang memang rossi lah pembalap penciptanya..

    walau tdk pernah diucapkan secara terus terang tapi mengingat bahwa lorenzo pun mengatakan bahwa M1 adalah motor yg sangat dia sukai maka jelas klo lorenzo mengakui hasil kerja rossi dan berdua mereka menyumbang gelar utk yamaha..

    mgkn klo yamaha dlu tdk gegabah melepas lorenzo saya yakin marquez tdk akan semudah skrg mendominasi kejuaraan..

    setangguh apapun rossi dia tetap manusia yg termakan usia maka wajar saja klo dia sdh tak segarang yg dulu..

    semua akan punya masanya termasuk marquez skrg, so kita nikmati saja pertunjukannya sebelum pemain itu menghilang berganti dgn pemain lainnya

  10. Jelas aja furuzawa gak akan mengakui bahwa majunya M1 ketika rossi datang justru krn ia membawa data pengembangan honda untuk 5 tahun
    Data yg sukses dicurinya lalu hengkang bersama Burgess. Hehe..
    Pabrikan menang sasis mau ngalahin pabrikan spesialis mesin yg high tekhno? Ngimpiiiii ?

    • baca lagi yaa ….cari referensi

      loh bukannya Beda Yah M1 kan pakai mesin Inline4 ….yg dicontek itu mana nya ??….sasisnya juga beda mesin beda tentu ECU inhousenya juga beda…????

      Rossi tinggal gas poll dengan keahlihannya crew dengan ilmunya Furuzawa Team dengan racikannya…so Istimewa dibangun dr Nol …

    • masih ada aja yg bilang Dicuri ??? ngakak so Hard

      Motornya aja beda mesin beda apalagi part printilan dalemannya beda H pakai syempak merah Y pakai syempak biru kan gitu ….???

  11. mungkin sekarang VR46 geleng geleng kalo naik M1 ..”oh nooo…”
    apalagi kalo VR46 liat video ketika dia naik NSR500 NASTRO AZZURO ..iso netes eluh cendol dawet..la wong sampe sekarang HRC gak mau kasih itu NSR ke VR46 ngoahahaha jooorrr

  12. Coba mbah rossi bertahan di Honda, udah pasti bisa menyamai rekor mbah agostini ato mungkin bisa melewati.

    Piye to mbah mbah dirimu kok milih pindah pabrikan, otomatis Honda cari pembalap muda yg bakal melewati rekormu.

    Piye toh mbah rossi iki ??

  13. Rossi pindah dari honda krn waktu itu honda selalu menganggap bahwa yg hebat adalah motor nya dan bukan pembalap nya alias merasa kurang dihargai.
    Bisa mengalahkan honda dengan motor yg lemot mungkin suatu kenikmatan tiada tara yg rossi rasakan waktu itu

    • Iyaaa.. krn waktu itu determinasinya mmg lg tinggi dgn lawan2 yg tak sepadan skillnya.
      Lha bgitu ketemu stoner? Hampir aja kena bantai berturut-turut andai ducati waktu itu sdh sangat stabil.

  14. Jujur jika dibandingkan dengan marc, rossi lebih ikut andil dlm pengembangan motor dari yg biasa menjadi motor juara, memang tidak bisa di pungkiri performa rossi sekarang yg terhambat usia, juga motogp yg full elektronik dan sensor sana sini. Membuat pengendalian motor gak sepenuhnya oleh rider.
    Bukan saya tidak suka marc sang juara bertahan dengan skill dan gaya riding yang agresif,.
    Tapi saya rasa Rossi tetap lah sang living legend yang mana kehadirannya selalu memberi warna berbeda di kancah motogp.
    Siapa yang gak kenal rossi tua muda sampai anak kecil pun di kampung2 jika liat balap motor di tv pasti bilang rossi padahal yang balapan wsbk.. hehehehe

    • Gagal move on ya?
      Sy dulu penggemar rossi sampai 2003, tp bgitu tau karakter busuknya yg suka bermain psywar.. gak respek sudah..
      Dan sy lbh mengakui stoner kl bicara non elektronik. Stoner adalah riil pembalap penakluk. Bukan pembalap yg selalu merengek motor ngikutin style dia. Ducati dan honda ditaklukkannya..
      Lha rossi? Di ducati malah jd pecundang ?

  15. Melihat sejarah.. Dan fakta masalalu. Memang sulit mencari orang orang seperti pak masao dan om rossi. Mereka satu jiwa dalam menyajikan perombakkan cerdas. Dan kini buah manisnya sangat di panen ileh Brand Yamaha. Kerja keras luar biasa. Para Legenda hidup yg Genius. 2020 #bravoVale.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here