iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkk…sebagai orang awam pasti kita sangat penasaran, kapan sih penggantian oli di motor Motogp? kapan penggantian kampas rem dan seperti apa kinerja para tim pada tiap race? Sebuah balapan kelas wahid yang dianggap sangat mahal namun juga butuh ketelitian luar biasa. Apa saja yang perlu dicek mekanik pada tiap sesi? komponen apa saja yang harus diganti ? akan IWB bedah dalam artikel yang akan membuat wawasan kita semua bertambah tentang Motogp. Dan inilah panduan sisi teknis Motogp yang tiap tim lakukan untuk memastikan pembalap mendapatkan motor terbaik diatas lintasan….

Balap MotoGP selalu menarik untuk kita bahas karena disinilah seluruh pabrikan berlomba-lomba pamer kekuatan mereka dibalap roda dua. Peralatan tempur kelas Wahid yang harus mendapatkan treatment luar biasa agar hasil pada tiap balapan selalu maksimal. Apalagi walaupun tidak dibuka secara gamblang, banyak yang percaya ada 2000 komponen mesin prototipe yang membuat motor ini harus mendapatkan perhatian khusus. Selain itu 200 komponen diantaranya memerlukan perawatan dan kontrol tinggi yang akan kita bahas beberapa diantaranya di bawah ini…

Ban

Ban dipercaya menjadi kunci utama selain mesin ataupun sasis. Treatment salah iso goyang dombret cak. Makanya dalam balap MotoGP tiap sesi ban selalu diganti baik untuk free practice ataupun kualifikasi. Ban jenis ini tidak memiliki durability yang baik dan hanya mampu menempuh jarak 120 km maksimal. Regulasi pembatasan ban adalah 22 ban dengan komposisi 10 ban depan dan 12 ban belakang yang harus digunakan untuk free practice, kualifikasi, warming up ataupun race pada tiap seri. Makanya jlimet lawong dipakai sejak Jumat hingga Minggu. So…kunci utama adalah bisa menghemat tapi juga kencang, kuwi sing penting…

Oli dan Cairan cooling

Pengisian oli selalu dilakukan pada saat sesi Moto GP berlangsung. Jadi mesin dipastikan kosong tidak ada oli ataupun coolent pada saat proses packing. Proses pengapalan Kargo Motor dipastikan pada kondisi kosong tanpa cairan. Kemudian ketika sudah tiba dilokasi dan mulai free pratice baru oli dan collant di isi. Pada tiap sesi mekanik harus melakukan pengecekan ketinggian oli baik pada free practice ataupun kualifikasi dan sebelum race…

Selain itu oli ataupun cooling akan dikuras setiap hari yang artinya sesi untuk besok harinya menggunakan oli ataupun cooling baru. Proses ini termasuk pembersihan pada radiator ataupun pengecekan hose memastikan semua pada kondisi bersih untuk mencegah adanya kegagalan engine karena overheat. Karena cooling system sangat vital untuk memastikan kinerja mesin pada kondisi maksimal…

Filter dan injektor

Komponen ini diperiksa setiap sesi dan diganti baru Jika perlu karena keausan yang biasanya terjadi termasuk penurunan kinerja yang biasanya terdeteksi dari sensor elektronik. Yang menarik busi dan saringan udara atau filter setiap balapan juga diganti. Pengecekan meliputi kinerja transmisi, kekencangan rantai… memastikan rantai terlumasi dengan baik pada tiap sesi dan diganti jika diperlukan…

Untuk rantai standart pakai Motogp hanya sekitar 500 km. Artinya jika kita kalkulasi berarti tim harus mengganti rantai setiap race. Kecuali sproket dan gear… karena lebih tahan lama komponen ini baru diganti setelah dua kali balapan. Yang harus juga diperhatikan oleh tim adalah…penggantian komponen ini maksimal 24 Kali dalam satu musim. Jadi nggak bisa asal ganti cak soale iso kehabisan stok sampeyan. Mosok mau ditarik sama benang jahit, kan ora mungkin wkwkwk…

Kopling dan rem

Untuk perangkat ini tim biasanya melakukan pembongkaran setelah digunakan pada setiap sesi guna memeriksa kekencangan pegas ataupun rumah kopling. Pembongkaran biasanya dilakukan sekitar 1000 km. Maklum komponen ini menjadi salah satu komponen kunci yang mendapatkan stres lumayan besar. Kemudian untuk perangkat rem….mekanik diharuskan ngecek kondisi minyak rem untuk mencegah adanya udara yang terperangkap dalam saluran minyak rem…

Tidak hanya itu, minyak rem juga harus diganti tiap race berakhir. Mekanik juga harus melakukan pengecekan kampas rem untuk memperkirakan umur pakai yang biasanya hanya bisa tahan antara 800 hingga 1000 km. Mengingat komponen ini dibatasi hanya 3 pasang kaliper…3 main silinder…..3 karbon disk dan 28 kampas rem permusim, maka mekanik harus pintar memperkirakan secara jeli agar tidak asal ganti…

Sensor

Nah ini yang sangat menarik cak. Walaupun sensor kabel dan semua komponen yang mendukungnya bukanlah termasuk komponen yang cepat aus namun ternyata setiap 2000 KM atau setara dengan 4 kali balap… komponen ini diganti baru. Hal ini untuk menghindari elektronik failure akibat pengaruh panas, vibrasi ataupun kondisi lingkungan. Duhh boros tenan rekkk…padahal harganya muahalll cak. Iso milyaran kieee….

Mesin

Tidak ada maintenance khusus pada mesin karena masing-masing tim hanya mendapatkan jatah 7 mesin setiap musim. So…. mesin ini akan diganti secara gelondongan jika tim merasa perlu mengganti karena masa pakai sudah memasuki batas atas atau limit. Mesin tiap tim akan disegel oleh Dorna saat homologasi awal musim sehingga tidak bisa diutak atik setelah race berlangsung…

Sasis dan suspensi

Untuk frame tim biasanya hanya akan mengganti pada pertengahan musim jika tidak terjadi crash atau kerusakan. Penggantian juga bisa terjadi jika melakukan pengembangan pada sektor tersebut. Apalagi tidak seperti mesin, tidak ada pembatasan development sasis pada saat race berlangsung. Kemudian untuk suspensi masing-masing teknisi sebagai pemasok akan bekerja pada tim yang saat ini disupport oleh ohlins ataupun Showa. Dan suspensi tidak akan diganti selama tidak ada major shock yang membuat suspensi rusak. So….tim biasanya akan ngotak-ngotik setingan aja…

Yup… itulah gambaran secara garis besar apa saja komponen yang selalu mendapatkan perhatian di ajang MotoGP. Catatan yang dirilis oleh jurnalis senior Padokgp Paul Emile ini mampu menggambarkan betapa rumitnya ajang balap bergengsi dunia Motogp. Biaya yang sangat besar belum termasuk para kru ataupun gaji pembalap yang jumlahnya bisa miliaran rupiah. Nggak heran hanya tim besar yang sanggup masuk ke ajang Motogp. Nah dari sini wis paham cak ? (iwb)

Advertisements

20 COMMENTS

  1. Ngono kawasaki ate masuk gp… ga ada duit bro… makanya kawasaki jual matic kecil macam beat ma kampasnya…auto kaya….wkwk

  2. Motogp vampir oli nggak ya? soalnya ada yg konon mengaplikasikan teknologi blok slinder ala Motogp olinya suka hilang entah kemana….

      • Mesin motogp dulu pernah baca,sangat haus oli,perumpamaannya misal oli pada mesin 100% (saya kurang tau berapa liter kapasitas olinya) saat pengisian awal nanti setelah selesai race kemungkinan yang tersisa hanya tinggal 20%nya saja atau bahkan kurang dari itu..
        Karena yang diutamankan,pelumasan ditiap komponen mesin terjaga sampai selesai race..

  3. Seb mahall KAWAZAKI ga mau ikut ikutan cukup WSBK sahaja
    Ajung Jempol empatt buat SUZUKI,KTM,APRILIA
    Semoga Dgn ke Untungan Penjualan yg Pride kawazaki H2 DAN R Dan juga ZX250R nya tahun depan bisa ikut Balapan MOTO GP , semoga FBK tidak Mendang Mending ya.

  4. Geng ijo wani ra?
    Menangan ndek wsbk wae lagak e wis kemaki ndek ngarepan dorna + irta (honda ducati yamaha suzuki ktm aprilia)

  5. berarti semua pabrikan penyuplai komponen komponen itu jga sdh memperhitungkan dan merancang komponen part part itu dgn sangat presisi agar umur masa pakainya sesuai dgn regulasi batasan jumlah pergantian partnya tersebut

  6. coba uang milyaran yang dihamburΒ²kan itu dipakai untuk menjaga kelestarian alam, bukan untuk merusak alam, mencemari udara, eksploitasi bumi, dasar manusia perusak.

    • Karena oli hilang berceceran sehingga terjadi pencemaran… πŸ˜‘

  7. Selanjutnya limbah part-part bekas itu apa gak dijual lagi ya?
    Secara speknya buat racing, kalo dipakai lagi buat harian masih bisa kayaknya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here