iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkkk…baru-baru ini mantan Manajer Ducati dan HRC Motogp Livio Suppo membuat statement yang cukup mengejutkan. Doi membuka gamblang kenapa Dorna pusing tujung keliling dengan mencari beberapa alternatif salah satunya membalap tanpa penonton dilintasan. Ternyata banyak hal yang tidak kita ketahui, klausal-klausal yang membuat eksistensi Motogp terancam. Dari sponsor hingga salah satunya gaji pembalap. “ Jika tidak membalap, rider Motogp bisa tidak digaji “ seru Suppo !! Whaatttttt ? seriussss kiii ????

Korona memang sukses meluluh lantakkan semua sektor. Mulai dari pariwisata, olahraga hingga aktivitas lain yang membuat dunia dikawatirkan mengalami Resesi. Termasuk MotoGP yang kini masih belum bisa menggelar balapan. Bahkan saking pusingnya pejabat tinggi Dorna Carmelo Ezpeleta mencari opsi untuk menggelar MotoGP tanpa penonton di lintasan. Sebuah opsi terakhir di atas keputus asaan karena banyak hal yang tidak kita ketahui..

Ya….mungkin setahu kita ketika MotoGP tidak bisa digelar berarti memang selesai tidak ada tontonan. Namun bagi mereka yang berkecimpung dalam bisnis ini ternyata menghadapi berbagai kesulitan yang mengancam segala komponen. Mulai dari sponsor hingga bahkan status dari gaji pembalap pun bisa terancam. Konfirmasi tersebut dilayangkan salah satu mantan petinggi Ducati dan HRC livio suppo yang mengatakan…. jika tidak membalap rider MotoGP bisa tidak digaji. Waduhhhhh. Berikut pernyataan Doi yang membuat Geger……

iklan iwb
iklan iwb

” Kontrak pembalap dan juga sponsor terdiri dari banyak klausal termasuk jika ada emergency ataupun bencana alam. Jika balapan dibatalkan maka sponsor tidak perlu untuk membayar biaya sponsor mereka termasuk pembalap. Artinya Rider tidak akan mendapatkan bayaran. Gaji pembalap terbagi dari dua komponen. Yang pertama berhubungan dengan performa dan kedua hak image. Jika yang pertama mengalami macet maka pembayaran tidak bisa dilakukan. Semua tergantung dari klausul perjanjian ataupun interupsi pembayaran yang meliputi ketika pembalap cedera….

Sekali lagi semua tergantung perjanjian di masing-masing tim. Contoh lain agreement atau perjanjian juga bisa membidik tingkah laku seperti suka minum. Jack Miller pernah membikin masalah karena dia suka minum. Dulu aku sudah seperti ayahnya yang selalu mengingatkan bagaimana sebotol minuman keras akan merugikannya dan ternyata itu berhasil. Contoh lain sebagai pengecualian adalah di tahun 2009 dimana Casey Stoner tetap dibayar penuh Walaupun dia absen dalam 3 race. Jadi tergantung perjanjian antara pembalap dan pabrikan…” tutup Suppo…

Jelas pernyataan mantan pejabat tinggi Ducati dan Honda ini sukses membuka mata kita bahwa pembatalan sebuah event MotoGP tidak sesimpel yang kita kira. Mulai dari pembayaran sponsorship yang bisa mandeg hingga kondisi dimana pembalap tidak akan mendapatkan gaji mereka. Tidak heran Dorna hanya membatalkan satu balapan yakni di losail Qatar sementara tiga lainnya ditunda dan digeser di akhir tahun. Tapi ini pun belum usai mengingat kondisi yang sama juga bakal mereka hadapi pada balap Jerez dengan opsi yang sedikit gila. Membalap tanpa penonton di lintasan…..ini sih edian cak ! (Iwb)

 

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

22 COMMENTS

    • Loe kira +62.. dunia lagi mengisolasi diri..
      Malah MR. PRESIDEN JOKOWIDODO gelontorin dana buat Buzzerr 72M buat meningkatkan pariwisata..

      • Kalau akhirnya balapan emang kaga kejadian, maka Marc siap memberi dana Santunan bagi semua pembalap agar bisa beli beras dan kebutuhan lainnya dimusim 2020 ? kita tau Marc punya Gaji Super Besar yang dia terima selama ini.
        Kalau perlu Marc akan membuat dana Amal dari Pelelangan 1 buah ( dari sekian banyak ) BMW award yang dia punya. ?

      • Corona ada versi dan bagian yang menanganinya.. hal2 lain dalam pembangunan Negara tetap harus dilaksanakan. Sisanya adalah cara kita menyikapi dan menjaga diri agar terhindar dari virus tsb.
        Namanya hidup bersosialisasi antar umat antar negara, pasti akan ada yang kena Dampak.
        Dengan mengisolasi diri ,maka bagi sebagian masyarakat akan jadi Petaka.mereka tak bisa mencari kebutuhan hidup..sementara tuntutan hidup tetap berjalan.
        Coba lihat disekitar kita..masing2 sudah mulai menjaga dan mengukung diri , yang biasanya berbaur penuh keakraban..sekarang bagai orang2 yang baru saling kenal ? masuk ruangan pada maskeran..berjabat tangan sesaat dan langsung diCuci oake antiseptik ?
        Tidak…kita tidak boleh sept itu.
        Katanya tentara kita , Cocotna atau corona itu bagai Peluru. Jika nama ente sudah ditulis disana , maka seberapa hebatpun ente akan mengisolasi diri dan membatasi diri dengan dunia luar ,maka Peluru tsb akan tetap menembus Jantung ente ?kalau kita kembalikan ke Kekepercayaan kita..maka , disaat nama kita sudah ditulis dalam takdirnya untuk dimusnahkan oleh sikorona..kita hanya bisa menyerahkan pada yang Maha Kuasa ?

    • iya.
      kemarin pemerintah Indonesia terlalu mengabaikan dan menganggap remeh virus Covid 19 ini, biarpun sudah diingatkan oleh para ahli dari dalam dan luar negeri, tapi tetap saja ngeyel.
      akhirnya sekarang keburu nyebar kemana-mana, baru mulai panik.

      • Ekekek
        Warga +62 kemarin terlalu sombong… ngerasa punya ilmu kebal hasil gemblengan bakso borax formalin lalu posting di sosmed sok-sokan nantangin tuh virus…

  1. klo sekelas motogp mungkin masih banyak tabungan melimpah, kasian yg kelas2 dibawah yg masih bnyak merintis karir

  2. Kalo itu urusan masing-masing rider om, kalo mau ada pemasukan ya banting setir jadi profesi yg lain selama belom balapan. .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here