iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkkk….beda negara ternyata juga beda penjualan. Jika ditanah air penguasa pasar adalah Honda disusul Yamaha…maka di India nasib Yamaha ternyata jauh lebih buruk dibandingkan Indonesia. Fakta ini tergali dari data penjualan tahun 2019 yang dishare oleh Motorcycle data. Bahkan Hondapun tidak kuasa menahan kekuatan lokal. Wah menarik kiiiee…emange pabrikan mana menguasai market share India ? berikut detilnya….

Penjualan motor di India memang gila cak. Dengan penduduk yang jauh lebih besar dibandingkan dengan tanah air India merupakan surga bagi otomotif. Tidak terkecuali pabrikan Jepang yang saat ini masih terkendala dengan dominasi dan kedigdayaan pabrikan lokal. Yup…. pada sejarahnya India memang lebih pintar dalam mengatur strategi sehingga pada akhirnya mampu berdiri sendiri. Praktis India saat ini terkenal sebagai negara yang memiliki pabrikan lokal terkuat dibandingkan dengan negara-negara lain khususnya menghadapi tekanan pabrikan Jepang…

Fakta ini tergali dari performa raport penjualan tahun 2019 yang ternyata masih dikuasai oleh Hero Motorcorps. Pabrikan yang sebelumnya berkolaborasi dengan Honda kemudian memisahkan diri tersebut menguasai pangsa pasar dengan penjualan 6.78 juta unit. Angka ini bahkan melebihi penjualan kombinasi seluruh pabrikan di Indonesia yang sukses menjual 4,6 juta unit pada tahun 2019. Ediann cak. Sadiznya… Posisi kedua ditempati oleh HMSI atau Honda Motorcycle and scooter India. Yup… pabrikan sayap mengepak di negeri Bollywood sukses menjual 4,9 juta unit. Panen cak…. panen karena angka ini lebih besar dibandingkan dengan kombinasi penjualan seluruh pabrikan roda dua di Indonesia tahun kemarin…

iklan iwb
iklan iwb
iklan iwb

Di posisi ketiga ditempati oleh pabrikan lokal TVS yang ternyata berhasil menyalip penjualan Bajaj. Raport tersebut tidak lepas dari agresifnya TVS dalam menelurkan produk produk baru di saat Bajaj sibuk berkolaborasi dengan pabrikan lain. Sementara posisi empat nempel Bajaj dan diteruskan KTM yang tidak tergali secara gamblang berapa unit penjualan pabrikan Austria yang separuh sahamnnya dikuasai Bajaj. Yang mengejutkan gap penjualan langsung anjlok karena posisi enam dikuasai Suzuki yang berhasil menjual sebanyak 707.468 unit. Tapi penjualan Suzuki termasuk bagus karena masih diatas Yamaha….

Di belakang Suzuki bertengger Royal enfield yang sukses menjual sebanyak 693.000 unit disusul Yamaha yang harus puas mengisi urutan ke-8 dengan 659.000 unit Penjualan. Sepertinya Yamaha mulai kehilangan pamor sebab dimasa lalu, Suzuki masih berada dibawah mereka. Kemudian Aprilia yang mengandalkan beberapa produk ternyata luar biasa karena pabrikan Eropa ini sukses masuk 9 besar…

Last…. dari performa raport penjualan diatas bisa kita pastikan bahwa pabrikan lokal masih menjadi penguasa di India. Sementara Honda kali ini kudu puas Berada di posisi dua Kendati secara penjualan angkanya tetaplah fantastis. Di saat pabrikan lain seperti Suzuki dan Yamaha hanya bermain di angka ribuan Honda sudah tembus nyaris 5 jutaan per tahun. Edian cak. Nah….berikut gambaran urutan rangking penjualan pabrikan roda dua yang menguasai pasar India…..ediannn juga ya cak…19 jutaaaaaaa unit cakkkkk…. (iwb)

Motor Terlaris di India tahun 2019

  1. Hero Motocorp : 6,78 Juta unit
  2. Honda : 4,9 Juta unit
  3. TVS : 2,82 Juta unit
  4. Bajaj : 2,55 Juta unit
  5. KTM : –
  6. Suzuki : 707.468 unit
  7. Royal Enfield : 693.000 unit
  8. Yamaha : 659.000 unit
  9. Aprilia : 189.362
iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

50 COMMENTS

    • Honda klo ga salah blm ada 10 tahun deh di India.
      Setelah pecah kongsu dgn Hero, Honda akhirnya pakai bendera sediri.
      Dalam umurnya yg masih belia, prestasinya luar biasa lho bisa langsung nempel sang juara bertahan.

      • Honda klo ga salah blm ada 10 tahun deh di India.
        Setelah pecah kongsi dgn Hero-Honda, akhirnya Honda pakai bendera sediri.
        Dalam umurnya yg masih belia, prestasinya luar biasa lho bisa langsung nempel sang juara bertahan.

      • HAhahaha…
        Selera orang india ketinggalan 10 tahun sama kita.
        Mereka masih demen motor dengan model mesin kaya Tiger or Byson, kita sukanya yg udah Water Cooler.
        Buat mereka Verza mah udah mewah…

        Jangan lupa nama saya diklik… (Hati2 ngkilnya, kalo gak nyasar ke AHM)

    • mirip kerajaan Sultan sejagad …teartas akhirnya dikerangkeng…

      sama kayak HadNo Yg katanya Eksis Sejagat banyak numpuk digudang lalu disuntik mati
      . ???

  1. bio solar…………. birokrasi negri kita yg masih cinta gepokan duit. bikin nyusahin pengen maju

  2. Ind kapan ya punya produk lokal,, karyawan ahm dan ymi dah bisa tuh bikin sendiri..
    Tinggal yg punya modal aja lagi…

  3. India Tau.. untuk memajukan bangsanya mereka harus beli produk mereka sendiri.. malaysia pun sudah mulai produksi motor sendiri….kalo indo.. yaah masih Sebatas jadi Konsumen… Bukan Produsen

  4. Kesalahan Yamaha Indonesia terlalu lama mengeluarkan produk baru, dan kalo ada varian baru dealer dan konsumen pasti dipersulit. Sebaiknya kalo gak laku mending nambah varian tp ganti body saja. Toh 1 mesin bisa jd beberapa varian. Dan yg jelas terlalu lama mengeluarkan produk baru. Seperti contoh Nmax new, konsumen yg tertarik dan DP terlalu lama menunggu. Alhasil ketika ADV muncul pada milih ADV. Begitu juga WR155. Terlalu cepat launching sementara barang ready 3-4bln. Kesuen cak.

    Kalo TVS sebenarnya saya suka sekali secara mesin dll. Bisa diadu dengan pabrikan Jepang. Namun kendalanya adalah 3S dan marketingnya kurang sekali. Seandainya 3S dan marketingnya kayak Bajaj awal” saya jamin laris manis.

  5. Iya…

    Tp disana sampek ngemis2 CBR 250 RR.

    Bentar lagi ngemis ZX 25 RR paling.

    Dinikmati hidup di Indonesia jaman sekarang.

  6. Salam cak Iwan, moral of the story; ‘BERDIKARI’
    berdikari bukan hal yang tak mungkin,pertanyaannya,mau ngga..
    India dan Indonesia berangkat dengan semangat dan atmosfir yang sama, keduanya bangkit dari keterjajahan. Keduanya terjun ke arus industrialisasi.. dua-duanya nyungsep.. tapi India bertahan dan bangkit dan melawan, belajar dan alih teknologi, sementara kita terlena dan dijadikan bangsa konsumen..
    India mempersilahkan brand luar masuk, bahkan bekerjasama dengan syarat: Alih teknologi. Terlepas dari biaya operasional dan sdm yang lebih murah, komunikasi dilevel korporasi mereka lebih mudah,
    ingat; bahasa Inggris adalah bahasa kedua mereka.

    Coba pikir, kenapa brand2 eropa saat ini memilih India sebagai lini produksi dan kerjasama teknologi, dan bukan negara kita tercinta ini?
    Bahasa kita nempel di fairing,kostum,banner motogp.. trus lantas bangga gitu?
    Perusahaan lokal terjun dikancah internasional; baru boleh bangga. Itu pasti buah dari ‘BERDIKARI’. Salut!
    Salam juozz guandozz cakk✊

  7. Disini banyak yg komen aneh dan lucu…kalau ngomongin motor pro banget merk jepang lambang sayap itu..giliran ngomongin mobil nyindir2 Esemka. ( Kapan nih mobnas di realisasi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here