iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkk…sepertinya Honda memang kesulitan di Qatar. Sama dengan Marc, Alex Marquez (Repsol Honda Team) raih hasil kurang memuaskan pada test pra musim terakhir yang berlangsung di sirkuit Losail, Qatar. Bahkan adik Marc Marquez ini menyebut test Losail adalah ‘Bencana’. “Test Qatar adalah bencana….”seru Alex Marquez ! Wahhhh…..

Alex Marquez Datang menuju Losail dengan optimisme tinggi pasca meraih hasil positif pada test pra musim Sepang, Malaysia, dimana doi berhasil menjadi Rookie terbaik dalam test selama tiga hari. Bahkan pada Shakedown Sepang awal bulan Februari ia juga berhasil tampil cepat cakkk.

Namun semuanya berubah ketika ia tiba di sirkuit Losail, test Hari pertama cukup kelam baginya karena doi hanya bertengger diposisi dua puluh satu dengan catatan waktu 1 Menit 56.552 detik atau terpaut 2 detik dari posisi pertama, sedangkan pada hari kedua Alex naik keposisi sembilan belas mampu perbaiki catatan waktunya menjadi 1 Menit 55.725 Detik dan memangkas gap dari posisi pertama menjadi +1.687 detik, kemudian pada hari ketiga ia turun lagi keposisi dua puluh satu, tetapi doi berhasil perbaiki catatan waktunya menjadi 1 Menit 55.519 Detik dan perkecil gap menjadi +1.661 dari posisi pertama.

iklan iwb
iklan iwb

Hasil tersebut menandai hasil terburuk Alex dalam test pra musim karena ia keluar dengan status rider reguler yang mengakhiri test diposisi buncit. Alex hanya unggul +0.397 Detik dari test rider Aprilia, Bradley Smith yang menempati posisi dua puluh dua dalam kombinasi tes Losail.

Alex sendiri nampak kurang puas akan hasil yang ia raih pada test Losail, doi juga kebingungan mengapa hasil test sangat berbeda dari yang ia dapat ketika menggeber gass di sirkuit Sepang, Malaysia, disisi lain RC213V versi 2020 nampak lebih seimbang dibanding musim lalu, tetapi poin ngatif yang didapatkan justru lebih rumit untuk dikendarai.

“Setelah tes Sepang, aku cukup senang karena motor kami bekerja dengan baik, tetapi setelah menjalani test selama tiga hari di Qatar semuanyq tidak berjalan dengan baik. Secara obyektif, itu adalah bencana. Aku memperbaiki sesuatu, namun aku terpaut jauh dari rider lain, dan aku merasa tidak cepat. Kami harus menemukan solusi lain jika ingin kompetitif dalam race.” ujar Alex melalui GPOne

Ketika ditanya apakah perbedaan track juga mempengaruhi kinerja Honda RC213? Alex menjawab..

“Tentu saja ini bukan salah satu sirkuit terbaik untuk kami, tetapi melihat perbedaan antara Sepang dan Losail cukup aneh. Jelas ada perbedaan dalam cengkeraman dan suhu dan kami tahu bahwa Honra bisa melakukan lebih baik di sirkuit lain.”

Selama test Losail, Alex sekitar 40 Laps tetapi ia tak kunjung menemukan Solusi dari akar permasalahannya..

“Aku mencoba menempuh banyak Laps. Aku melakukannya kurang lebih 40 Laps dan berusaha untuk meningkatkan kecepatanku. Tetapi Semua rider Honda punya masalah serupa bahkan Marc, aku tidak bisa melakukan serangan waktu. Sekarang kami harus menunggu race Losail untuk memahami potensi kami secara nyata, aku selalu optimis. Tetapi aku harus mengatakan test Losail tidak berjalan seperti yang kuharapkan. Seluruh tim tahu dimana potensi kami dan kami harus terus bekerja.”

Selain itu, sebelumny Marc menyebut Honda RC213V Versi 2020 tidak terlalu ‘baik’ dan sulit untuk menemukan feeling terhadap motor tersebut, kira kira apa masalah sebenarnya? Alex menjawab..

“Masalah terhadap motor adalah soal karakternya. Tetap saja Itu jauh lebih baik ketika berada di Sepang, tetapi kami harus mengevaluasinya berdasarkan tes ini dan pada Hari terakhir akhirnya kami menemukan solusi untuk masalah tersebut. Aku dan Marc sangat sibuk akhir-akhir ini dan kami berbicara sedikit saja terkait masalah pada motor kami.” Tutup Alex. So…bisa dipastikan lemotnya Marc bukanlah akting karena memang Honda secara general kesulitan cak. Weleehhh….(Cc for iwb)

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

35 COMMENTS

    • Itu cuma strategi ,alex sengaja diminta tidak ngepush semenjak terakhir d malaysia ,kalau dilihat cara dia bawa motor septnya gak mengeluarkan kemampuan maksimal.

  1. Buat pemula khususnya si dedek alex harusnya Recikpi pake mesin
    angkot biar nyaman,kesian baru race pertama tulang
    rontok cuti 3 bulan ?

      • Tambah 2 jt ,
        dapet motor ganas ? bukan Tayo loyo.
        Ada tbw ala bigbike ? bukan lagi konvensional pake kawat .
        Shock Showa original ? bukan kyb abal2 kw3
        Disain terkeren sejagat ? bukan omdo yang katanya fairing baru bisa nambah 8 km per H
        Ram air asli ? bukan buat niup klakson .
        Masih ada lagi lowh…mau ? ?

    • Terkencang ngebacotnya kaya parabeha mbeat mbeot.. Apakah parabeha mbeat mbeot juga kencangkah mengenai pengrikolan yang diem2 aja (malu mo terus terang dgn begitu banyaknya kecacatan, baik desain maupun keamburadulan kualitas) tp ga mau mengakuinya..?

      • Yang mengakui itu konsumen , dengan membuktikan dan membukukan penjualan yang laris manis.
        Nyaris 5 jt jualan H
        Beat nyaris 1.4 jt.

        Lirix Y jualan totalnya nyaris 1.4 jt
        Total lowh yang setara dengan jualan beat ,
        Jauh dan signifikan bedanya.?

  2. Beye mh kebiasaan suka d php in ,dri jamn jebot s marq sukanya ngeluh pas tes ginian ,trus lo tau sendiri pas race sampai jd juara,,,saran gue lo cepetan sadar betah aja jd bhan candaan fbh ???

    • markez punya ulah, semenjak hari itu saya sangat jarang nongston mongstor gipih di tipih. ini komen saya ulang ” FP1 si anu (kasi la), FP2 si anu (kasi la), FP3 marqez (lap time like the boss), race marqez”. champ marqez lah siapa lagi.

  3. Mungkinkah ini cuma drama Repsol Honda ? Seperti tahun tahun sebelumnya,
    MM terlihat susah di awal test tp ujung”nya jd yg tercepat di Race ?
    Entahlah… Kita Tunggu aja musim 2020 bergulir…
    Bravo Moto GP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here