iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkk….warning iki cak, biar sampeyan ngeh. Jadi gini cak….IWB sempet tergoda ingin memboyong Iphone 11 Pro Max 256Gb garansi internasional. Lha piye cak….harganya dibanding versi resmi bisa terpaut hingga nyaris 4 jutaan. Apalagi di e-commerce cukup banyak HP dengan garansi ini berseliweran. Mereka berani membanderol diangka 19 jutaan saat versi resmi berada dikisaran 23,6 jutaan. Tapi salah satu teman nyeletuk….” siap-siap aja HPmu ora iso dipakai kek per April…” celetuknya bikin IWB penasaran, lhoo opo maksudeee??

Untuk mengangkat kualitas foto dan video blog ataupun Youtube IWB memutuskan mencoba beli Iphone 11, kuwi cak…soale dari review-review hasil foto dan videonya cadaz tenan. Sebenarnya IWB sudah memiliki Samsung S10 ataupun Note 9…tapi entah kenapa produsen yang sebelumnya IWB benci ini sukses menarik perhatian pribadi ketika mereka mengeluarkan versi Iphone 11 Pro Max dengan ciri 3 kamera didepan…wide….normal dan telephoto. Dilalah saat IWB cek ke iBox…juangkriikkkkk banderolnya setara dengan motor Aerox 155 cak….

iklan iwb
iklan iwb
iklan iwb

Iki ngingau opo ya masang harga HP koq ugal-ugalan bener. Mencoba mencari alternatif ngintip dibeberapa e commerce, ada yang murah tapi rata-rata garansi internasional alias lewat jalur non resmi. Banderol berkisar 19 jutaan disaat resmi Ibox dengan spek sama (Iphone 11 Pro Max 256Gb) diangka 23.699 alias 23,7 juta. Adohhhh rekkk bedanyaaaa…4 jutaan lebih. IWB sendiri mencoret opsi 512gb karena banderol tembus 27 jutaan. Nambah dikit udah dapat Maxi skuter euy. Tapi disaat IWB sudah miring-miring ingin ambil garansi internasional, teman mengingatkan secara serius…

” Siap-siap aja HPmu ora iso dipakai per April….udah beli mahal jadi sampah, pikir ulang….” cetusnya membuat IWB bingung. Maklum cak IWB bukan pemerhati serius gadget. ” Imeimu nggak terdaftar HPmu nggak bisa dipakai berlaku April 2020…” serunya. Oalahhh ngono to. Karena ciut nyali, IWB Langsung putar balik tanpa ngecek terlebih dahulu….ngacir ke Ibox dan boyong versi resmi. 23,699 juta….asyem koq rada berat juga yak mau gesek kartu debet. Ibu negara nyeletuk…

” Dapure ngene wae koq luarang, hasyemm tenan wkwkwk….”

” Mz…karena HP nya sudah banyak dan jarak belinya pendek-pendek…..setelah beli HP ini baru boleh ganti 4 tahun lagi, awas tadi wis janji yo. Iki beli emas wis dapat berapa gram nehhh…” celetuk ibu negara bikin IWB terkekeh. Mbok wedok pasti nyamainnya dengan emas, emang repot kalau musuh wanita cak…. ” Injih diajeng, amannnnn….” jawab IWB ngakak. Pokoke nggih sik pakdeeee, perkoro nanti melenceng dibelakang urusan mburi hahaha. Singkat cerita HP sudah IWB boyong kerumah dengan wajah sumringah. Setelah itu barulah IWB cari informasi detil perkara status HP BM (black market)….

Jadi gini cak, ternyata apa yang dikatakan teman IWB tidak sepenuhnya benar ataupun salah. Jadi pemerintah resmi Sudah menandatangani aturan ketat terhadap International mobile equipment identity atau IMEI di mana regulasi ini bertujuan untuk mengatasi peredaran ponsel black market atau ponsel ilegal. Jadi ponsel illegal nantinya tidak akan bisa digunakan mulai 18 April 2020. Pemerintah bekerja sama dengan operator hanya akan mengaktifkan HP yang IMEI nya teregister resmi dijual oleh produsen secara legal sehinga bisa terkoneksi dengan sistem operator. Artinya jika handphone didatangkan secara ilegal atau black market maka siap-siap tidak akan bisa digunakan lagi atau koneksi diputus (intip disini untuk referensi)…

Hanya saja aturan ini berlaku untuk ponsel baru yang dijual mulai April 2020. Aturan tidak berlaku surut yang artinya jika sampeyan memiliki ponsel black market dan sudah digunakan sebelum bulan tersebut masih tetap bisa aktif. Nantinya ponsel tersebut bisa sampeyan registrasi dengan aplikasi yang dikeluarkan oleh Kememperin (klik disini sebagai referensi) Itu yang IWB baca. Tapi apakah ada jaminan ponsel black market tersebut bisa tetap berjalan jika aturan dan sistem sudah berjalan secara Strick? Itu cak yang menjadi pikiran IWB. Sebab ponsel yang bisa berjalan nantinya hanyalah ponsel yang IMEI-nya terdaftar di kemenperin. Makanya saran pribadi mending hindari beli ponsel black market dari sekarang ketimbang nyengir di kemudian hari. Iki saran pribadi wae pakde…kalau nggak setuju monggo mawon…

Last…. regulasi dan peraturan ini IWB pandang sangat bagus. Selain bakal menggiring pemasukan pajak yang sangat besar dari penjualan ponsel mengingat saat ini pasar black market Memang luar biasa, regulasi juga dipercaya akan mampu melindungi para konsumen khususnya soal garansi. Maklum Cak ketika sampeyan mendapatkan garansi internasional biasanya akan cukup sulit untuk mengurus klaim karena tidak ada outlet khusus yang bertanggung jawab terhadap waranty. Nah…untuk memastikan imei sampeyan terdaftar atau nggak, monggo klik link berikut ini…April 2020 pakde, monggo sampeyan catat. Sekarang IWB mau ngreyen HP sik cak….jebule hasil fotone Iphone 11 Pro Max emang juozzz rekkk, ono duit ono rupo. Intip beberapa contoh fotonya berikut ini, piye apik ora pakdeee? :mrgreen: …..(iwb)

Hasil foto Iphone 11 Pro Max

” Indoor…..”
” Outdoor mendung….”
” Outdoor mendung….”
” Nite shoot….”
” Nite shoot with sandal swallow hahaha…”
” Nite shoot Iphone 11 Max pro….”
” Nite shoot Iphone 11 Max pro….”
” Nite shoot Iphone 11 Max pro….”
” Nite shoot Iphone 11 Max pro….”

 

 

 

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!