iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkk…Marc Marquez (Repsol Honda Team) jalani test yang tricky selama tiga hari disirkuit Sepang, Malaysia. Recovery dari cedera bahunya menghalangi ia tampil maksimal diatas RC213V versi 2020. Namun diatas semua ternyata doi lumayan kuatir dengan satu kelemahan RC213V versi 2020. Kelemahan yang harus dicari solusinya. Apa gerangan ??

Tidak seperti biasanya, Marc Marquez yang selalu tampil kuat pada Test Pra – musim kini doi tidak bisa mengendarai RCV213V hingga ke batas yang diinginkan, The Baby Alien sendiri mengatakan bahwa ia butuh lebih banyak tenaga untuk menggali lebih jauh potensi motornya, pasca operasi bahu akhir tahun lalu membuat test berjalan rumit baginya karena kondisinya kini masih belum 100% cakkk..

Dimulai dari hari pertama, dimana Marc melahap 37 Laps dan merapungkan test diposisi dua belas dengan catatan waktu 1 Menit 59.676 Detik. Hari kedua doi berhasil improve keposisi sembilan + perbaiki catatan waktunya menjadi 1 Menit 59.661 Detik, 47 Laps ia lalui meski sempat dlosorr di pertengahan sesi.

Kemudian hari terakhir ia tutup dengan menempati posisi dua belas, meski secara posisi doi melorot jika dibandingkan hari kedua namun ia berhasil perbaiki catatan waktunya menjadi 1 Menit 58.772 Detik dan terpaut +0.423 dari Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT), naasnya jelang test berakhir ia dlosorr lagi tepat di tikungan 15. Untungnya kondisi bahu baik-baik saja.

“Aku butuh kekuatan lebih, tetapi aku sangat senang dengan evolusi kondisi fisikku selama tiga hari ini. Memang benar jika hari kedua aku ‘break’ di siang hari kemudian mencoba kembali ke track lagi di sore hari maka aku tidak terlalu lelah. Pada Hari terakhir aku mengalami crash di tikungan 15, aku kehilangan konsentrasi dan kehilangan sedikit grip di bagian depan.” tutur Marc melalui crash…

“Kami melakukan tes [otot] sebelum datang ke sini dan khususnya otot deltoid hasilnya kekuatan ototku hanya sekitar 60%. Tetapi otot-otot lain lebih baik, itu sangat mempengaruhiku. Ini adalah salah satu sirkuit yang lebih sulit secara fisik dan aku menderita selama tiga hari ini…” seru Marc. Dengan kondisi yang belum sempurna membuat Marc khawatir masalah sisi teknis yang doi rasakan selama test Sepang…..

Aku lebih khawatir tentang sisi teknis, dan Hal-hal yang kami coba, belum cukup jelas. Namun beberapa sedikit lebih baik tetapi kami harus terus mempush motor hingga ke limit dan untuk sisi teknis lain ialah tentang para rival. Sepertinya Suzuki dan Yamaha telah banyak meningkat, jika mereka banyak meningkatkan Motornya maka kami perlu bekerja keras lagi…” tukas Marc lagi…

Meski pengembangan motor dibantu oleh Cal Crutchlow (LCR Honda Team), Marc menggaris satu fundamental kelemahan RC213V versi 2020. Doi merasa belum merasakan kemajuan mengenai kesulitan dibagian front-end yang menjadi masalah bagi Honda RC213V tahun lalu….

Pada dasarnya aku memiliki perasaan [front-end] yang sama seperti tahun lalu. Itu ada di tempat kami menderita dan berusaha meningkatkannya. Saat ini Kami mencoba menganalisis masalah dan melihat apakah itu berasal dari sasis atau mesin. Aku percaya dengan apa yang kukatakan tahun lalu bahwa selain, mesin kami kehilangan sesuatu di sana [front-end]. Tentang sisi mesin, kami tidak bisa banyak berubah. Tapi untik sasis, jika kami bisa mencoba meningkatkan cengkeraman di corner entry maka itulah paling penting…” tambahnya…

Marc juga buka suara terkait targetnya musim ini, dimana ia akan berjuang mempertahankan gelar juara dunianya..

“Targetku adalah mencoba dan berjuang untuk kejuaraan. Kami bekerja untuk itu dan kurasa kami siap, tetapi kami butuh waktu lagi, kami berada dalam periode yang sulit karena aku harus bersabar. Tetapi rasanya sulit untuk bersabar sementara pada saat yang sama kami harus bekerja meningkatkan motor dan memfokuskan diri untuk rehabilitasi.” tutup Marc…

Last…Sejauh ini Marc masih belum bisa perlihatkan performa maximalnya diatas Honda RC213V. Namun hal tersebut nampaknya akan segera membaik seiring dengan kemajuan dari cedera bahunya, akankan Marc bisa mengulang konsistensinya musim lalu?? apakah Marc akting doang atau beneran lemot ? monggo berikan analisanya…seru nehhh (Cc for iwb)

Gimana reaksi mu cakkk!
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Advertisements

74 COMMENTS

  1. Politik itu kejam ges πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
    Yg paling penting adalah race day nya ges

    Namanya aja baru “TEST”πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Strategi itu perlu
    Strategi itu penting πŸ’ͺ😎

    *HONDALOVER*

      • Gile barisan sakit hati dikira balapan kaya maen lotte, orang fight jatuh bangun wat champion ship smp operasi dikira main2.. bkn otak mu aja yg sakit tp tapi hatimu juga sakit dul

      • Iya ya, kenapa juga Yamuha habis”an mengeluarkan euro untuk biaya riset dengan mengontrak banyak test rider dan bayar kontrak mahal pembalapnya bila hasil akhirnya sdh ditentuin sama Darno, kan itu petinggi Y peanya kebangetan…!!! #Colek anggota pengikut kerajaan sumbu pendek endfire….!!! Ekekekkkk

      • Mbah engkong rossa balapan karena passion dan sama sekali gak tertarik dengan bayaran (sdh tajir melintir katanya), eh giliran disuruh bikin team sendiri “we have not money”….!!!!,
        gak percaya????, coba tanyain langsung sj kepada peserta keanggotaan dari kink of the congour…..!!!

  2. bisa jd semua masalah itu mmg benar adany,a, namun bisa jd jg itu untuk mengelabuhi lawan, krn tahun kmrn pun gitu, namun bs sering menang. mgkn strategi tertentu sdg d terapkan ato sdg d usahakan… qt lht nanti aja pas balapan, seru tdk ya? mudah2an seru

  3. Entah siapapun pembalap nya comment nya pasti ada suzuki dan yamaha meningkat dan alex rins dan vinales kuat, yang peringkat 2 berturut turut kok gak disebut. Atau memang secara analisa 2 merk/pembalap itu memang cepat?

  4. Analisa saya sih bukan Honda masih belum maksimal tapi karena Suzuki dan Yamaha meningkat, jadi keadaan Honda sepertinya sama dgn Ducati dimana dr test musim ini mmng tidak menonjol dan yg menonjol adalah Suzuki dan Yamaha, bisa jadi saat Race dimulai memang yang lain statis (tdk bnyk berubah) hanya Suzuki dan Yamaha yg bnyk peningkatan. tumben kan MM93 sampe sebut Suzuki dan Yamaha bukan sebut Ducati atau yg lainnya, itu menunjukkan bahwa yang diwaspadai Honda selama ini adalah peningkatan GSX-RR dan terselesaikannya masalah traksi pada M1.

    • mungkin karena bagaimanapun ducati dikembangkan yang bikin mentok ada di parameter ridernya, sedangkan kondisi suzuki dan yamaha memang kemarin belum terlalu membahayakan dalam perebutan kejuaraan dunia karena si gsx rr dan m1 masih bisa diatasi di trek lurus dan secara corner speed bisa diimbangi oleh rc213v plus skill marq. coba saja bila gsx rr dan m1 secara paket motor sudah sangat kompetitif, itu pasukan muda suzuki dan yamaha tidak bisa dianggap sebelah mata lagi sama mm93.

  5. Analisa saya sih bukan Honda masih belum maksimal tapi karena Suzuki dan Yamaha meningkat, jadi keadaan Honda sepertinya sama dgn Ducati dimana dr test musim ini mmng tidak menonjol dan yg menonjol adalah Suzuki dan Yamaha, bisa jadi saat Race dimulai memang yang lain statis (tdk bnyk berubah) hanya Suzuki dan Yamaha yg bnyk peningkatan. tumben kan MM93 sampe sebut Suzuki dan Yamaha bukan sebut Ducati atau yg lainnya, itu menunjukkan bahwa yang diwaspadai Honda selama ini adalah peningkatan GSX-RR dan terselesaikannya masalah traksi pada M1.
    Sepertinya Honda khawatir karena semua Motogp saat ini pake mesin V sedangkan yg Inline ya hanya Suzuki dan Yamaha, artinya Honda paham seluk beluk mesin V dan masih perlu belajar mesin u/ mesin inline yang nyatanya mampu memberikan Corner Speed paling baik, Mesin inline dgn Corner speed sempurna dan jika saja mesin Inline ini mampu mengimbangi power mesin V, wassalam persaingan tersisa Suzuki dan Yamaha.

  6. Kelewatan aja kalo yamaha ga jurdun taun inimah…udah pake fitur nembak lubang..udah pake sasis baru..coba kurang apa?🀣🀣🀣

  7. Bisa saja motogp akan datang beralih ke mesin Inline, krn mesin inline mampu memberikan kesetabilan yang lebih baik saat Corner, dannnnnnn jika saja mesin inline ini ternyata mampu menjabani mesin V makanya Motorgp yg menggunakan mesin inline ini sangat superior. jgn salah Yamaha memang blm pernah pakai mesin V di motogp tapi tidak untuk Suzuki, Suzuki sdh pernah pakai mesin V (GSV-R) dan jg mesin inline (saat ini GSX-RR). Suzuki tampaknya sangat optimis bahwa inline ini akan lebih baik dan tak ada tanda-tanda Suzuki ingin kembali kembangkan mesin V, bisa jadi bagi Suzuki yg pernah pakai dua type mesin ini lebih yakin dgn mesin Inline.

    • Lha trus kalo mesin v dah bisa cornering speed sebaik inline?? Ente satu sisi bro…. inline menang cornering speed ngejar top speed…. v engine menang top speed trus ngejar cornering speed…

    • JIKA SAJA??? 🀭😁

      Nyatanya gak gitu kan. Akselerasi dan topspeed para inliners masih boyo.

      Secupu-cupunya mesin V Honda, katakanlah tahun 2017….. dimana power nanggung, corner speed juga nanggung, yg menang di tahun itu mesin V juga wkwkwk
      Bahkan Dovi pengguna mesin V aja bisa nabokin inline dengan menang di banyak seri

  8. itu KTM oprek mesin V ampek dimiripin sama punya RC213V kok tetep aja masih lemot, pokoknya mesin Inline Suzuki dan Yamaha klo Powernya meningkat dijamin deh semua motogp mesin V bakal lewat, karena apa, di musim 2019 itu kekurangan mesin Inline ini cuma 1 (satu) topspeed itu doang, jadi klo pengguna mesin inline ini topspeednya sama dgn mesin V berbekal Speed Corner yang sempurna yang tak dimiliki mesin V maka kesimpulan bisa diprediksi Duo mesin Inline ini bisa sangat superior.
    Saat Fight antara Suzuki melawan mesin V selalu lemahnya di Topspeed, begitu juga ketika Fight pembalap Yamaha dgn sang mesin V entah milik siapa selalu kalah di topspeed, jadi klo topseed meningkat dah bisa disimpulkan era kejayaan kembali mesin Inline.

    • Berbusa-busa amat ngomongnya..
      Ente emangnya lbh paham konstruksi mesin dibanding enginering Honda?
      Pengembangan Honda lbh dominan di mesin, jadi sudah pasti yamaha pun sadar tak akan bisa melawan Honda kalau mau head to head dalam rancang bangun mesin hingga yamaha lbh memilih menyempurnakan aspek lain spt chasis dan elektronik.
      Kalau memang yamaha atau suzuki sadar bisa mengimbangi Honda dlm rancang bangun mesin, maka sdh pasti yamaha dan suzuki sdh tak perlu kerja keras membangun sasis atau elektronik, dodoll..

    • smudah itukah,,, kamu taukan raja top speed ducita,, trus knapa itu kok ttep berada dbawah hodna hasil akhirnya? balap prototype bukan sekedar top speed,power besar saja,, ada banyak parameter disitu. dan ingat ini hanya test,, dr bertahun tahun yg lalu yamihi selalu nomor satu soal test,ketika race kebalikannya. ketika test pabrikan hanya uji coba part,mesin,sasis.lah yamihi malah buat time attack,auto juara test,terlena.saat race mlempem

    • Kita tunggu saja Race sebenarnya……apakah MM hanya sandiwara….atau beneran keluh kesahnya……. balapannya udah bener…mereka balapan bener….tapi kalau soal ada pembalap yg diistimewakan/di setting jd juara kita penonton ya sulit tahu/nggak tahu dan abaikan saja lah omongan pembalap AUSI itu….balap ya balap….penuh sportivitas…semoga begitu

    • harus ada yang dikorbankan cak, masa semua mau di embat, akselerasi, top speed, cornering speed, klo tanpa regulasi bisa bikin aja mesin 2000cc v12 turbo

  9. Jangan terlalu memaksakan diri nak, cintailah dirimu sendiri karena kau masih muda. Untuk seumuranmu itu kau belum selayaknya masuk meja operasi karena ulah si kuda besi liar. Jngan sampai masa tuamu menyesal hanya karena masa mudamu bolak balik masuk meja operasi.

  10. Kemaren katanya gak usah bikin motor yang gampang buat saya. sekarang di kasih motor yang susah malah ngeluh. penyakit orang sukses adalah sombong. kaya presiden cina kemren yg bilang klo gak ada kekuatan yang bisa menggoyangkan cina. sekarang liat cuma Allah turunkan virus aja berantakan tuh negeri. orang yg sombong siap2 tunggu kehancurannya

  11. Rosi jg hancur gara2 kesombongannya ketika itu. dia bilang yg bikin juara itu bukan motornya tapi pembalapnya. ducati hanya buituh 90 detik di tangannya untuk di seting agar bisa juara. sekarang modar dah tuh

  12. Honda itu raja di Motogp, klo Yamaha dan Suzuki itu bukan raja, kalah bersaing itu sdh biasa, dan tahukah Anda ketakutan sang raja itu apa….???????
    Sang raja Motogp (Honda) itu bukan takut sama Suzuki, Yamah atau Ducati tapi yang ditakuti sang raja itu umumnya adalah Turun Tahta.
    Wajar dong klo Honda ada was was kebangkitan Suzuki dan Yamaha karena yang tampak meningkan kan dua itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here