iklan iwb
iklan iwb
“Biker tertangkap ETLE…….menutupi plat nomer dengan tangan saat terobos busway…

Iwanbanaran.com – Duhhh cakkkk….jian ono-ono wae ulah biker tanah air. Tingkah laku mereka di jalanan memang seringkali membuat kita geleng-geleng kepala. Dari kebiasaan berlalu lintas menerobos busway dan gotong royong saling membantu untuk lolos ketika aparat kepolisian udah menunggu di ujung…. hingga baru-baru ini ibukota di hebohkan dengan salah satu tindakan Bikers penunggang Yamaha Aerox yang sekarang menjadi buruan polisi. Lhoooo koq isoo, emange kenapa ??

Masalah ini berawal dari tindakan salah satu biker yang menerobos jalur busway di koridor Transjakarta Duren Tiga Mampang Prapatan Jakarta Selatan ke arah Kuningan kemarin. Penunggang Yamaha Aerox tersebut berusaha mengelabui polisi dengan cara menutup plat nomor menggunakan tangan sambil tertawa. Tindakan ini untuk menghindari kamera pengawas yang sudah terpasang – electronic traffic law enforcement (ETLE). Kejadian tersebut tidak dibiarkan oleh aparat kepolisian…

Menurut kasubdit gakkum ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar, mereka akan berusaha keras menyingkap identitas dan mencari siapa pengendara motor yang sengaja berusaha mengelabui aparat kepolisian. ” Pengendara motor itu menerobos di koridor Transjakarta halte Duren Tiga Mampang Prapatan Jakarta Selatan ke arah Kuningan. Kita akan lakukan identifikasi melalui pencocokan di kamera lainnya dan ciri wajah yang bersangkutan akan kita profiling melalui database kependudukan....” serunya via Kompas. Byuhh malah jlebutt kieeee…

iklan iwb

Tentu saja kasus ini cukup menarik perhatian sehingga beberapa media besar menjadikan berita utama. Jika sampeyan perhatikan secara detil memang ada 2 Bikers boncengan menggunakan jaket hitam dengan helm half face dan nunggang Yamaha aerox warna merah. Pada saat melintas di jalur busway, joki depan berusaha menutupi menggunakan tangan kiri sehingga sulit bagi kita untuk melihat plat nomer. Sebuah usaha yang ternyata menjadi perhatian aparat kepolisian. Weleh….malah serem cak….

Sebenarnya jika kita mematuhi rambu lalu lintas pasti akan jauh lebih tenang. Khususnya jalur Busway yang banyak meminta korban dari para bikers. Baik yang kegencet busway ataupun kejebak karena kesalahan sendiri sehingga mereka nekat Gotong motor keluar dari jalur tersebut dengan cara menggotong motor bareng-bareng. Kembali ketema, proses identifikasi masih terus dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap Bikers yang menerobos jalur Transjakarta koridor 6 Ragunan Dukuh Atas pada Kamis tanggal 6 Februari 2020 pagi. Pertanyaanya…jika identifikasi berhasil Apa hukuman yang akan diberikan aparat kepolisian?

Soal ini memang belum jelas. Tapi melihat pelanggaran seharusnya hanya tilang yang akan diberlakukan. Yup….kamera ETLE akan menjadi bukti konkret sehingga para pengendara akan dikenakan denda maksimal. Sebagai contoh ketika tidak menggunakan helm dan tertangkap ETLE, maka sampeyan bisa dikenakan denda hingga Rp 250.000. Sementara untuk pelanggaran marka jalan bahkan bisa tembus hingga Rp500.000. Ediannnnn….jadi dendanya memang ugal-ugalan cak. Btw…kamera pengawas ETLE kini sudah terpasang di beberapa lokasi jalan protokol dari Sudirman hingga MH Thamrin…. kemudian Ragunan-Monas sampai Warung Buncit Jakarta Selatan. Hanya disitu ? ora cak…..

Kamera ETLE rencananya juga akan dipasang di tiga jalan layang non tol yaitu Kampung melayu-tanah Abang serta Casablanca…. Diteruskan ke Jalan Antasari dan Danmogot. Wisss merata bener cakkk. Penerapan tilang sudah diberlakukan efektif per 1 Februari 2020 untuk para pengendara roda dua di seluruh kawasan yang sudah dipasang E-TLE. Wiss makanya waspada cak. Dalam arti kewaspadaan bukan seperti yang dicontohkan oleh biker di atas. Waspada dengan cara menutup plat nomor namun tetap melanggar rambu-rambu Lalu Lintas. Tobat tenan. Nah…. berikut beberapa lokasi yang sudah dipasang kamera ETLE dan akan menjadi bukti untuk menerapkan tilang elektronik bagi pemakai jalan yang melanggar lalu lintas. Welehhhh….kudu awas kie pakdeeee :mrgreen: …..(iwb)

Kamera ETLE aktif cari mangsa per 1 Februari 2020

1. Simpang traffic light Kota
2. Simpang traffic light Olimo
3. Simpang traffic light Ketapang atau Gajah Mada
4. Simpang traffic light Harmoni
5. Simpang traffic light Istana Negara
6. Simpang Patung Kuda
7. Simpang traffic light Kebon Sirih
8. Simpang traffic light Sarinah
9. Simpang traffic light Bundaran HI
10. Simpang Bundaran Senayan
11. Simpang traffic light Al Azhar
12. Simpang traffic light CSW
13. Simpang traffic light Monalisa
14. Jalan Gatot Subroto Simpang Pancoran
15. Jalan Gatot Subroto Simpang Kuningan
16. Jalan Gatot Subroto Simpang Slipi
17. Jalan S Parman Simpang Tomang
18. Jalan S Parman Simpang Grogol
19. Simpang Asia Afrika 20. Simpang traffic light Halim Baru
21. Simpang traffic light Halim Lama
22. Simpang traffic light Rawamangun
23. Simpang traffic light Pramuka
24. Simpang traffic light Rawasari
25. Simpang traffic light Cempaka Put

iklan iwb
Previous articleMotogp Sepang Test Day 1 : Yamaha tampil dominan, Suzuki tempel ketat !
Next articleMotogp testing Sepang Day 2 (11 AM) : Suzuki makin kencang, Marquez merangsek ketiga !!
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!