iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkk….siapa menyangka keputusan Yamaha membuang Valentino Rossi digantikan dengan Quartararo mendapatkan perhatian khusus dari saudara laki-laki Valentino Rossi yakni Luca Marini. Pembalap yang cukup Cemerlang di Moto2 tersebut menyayangkan Yamaha tidak memberi kesempatan kepada Valentino Rossi alias menunggu beberapa saat. Doi sekaligus mengkritik dan menyoroti keputusan Yamaha yang memperpanjang Maverick Vinales. Waduhhhh…..

Valentino Rossi akhirnya dibuang dari tim factory dan digantikan oleh Fabio quartararo di musim 2021 hingga 2022. Valentino yang memastikan akan memutuskan lanjut atau tidak membalap di MotoGP hingga pertengahan musim 2020 ternyata tidak mendapatkan kesempatan dari Yamaha. Pabrikan garputala meminta Rossi untuk memutuskan sejak awal musim yang akhirnya ditolak Valentino karena melihat performa secara keseluruhan sangat diperlukan. Jawaban tersebut direspon dengan keputusan jelas bahwa Valentino Rossi akan digantikan dengan Fabio quartararo….

Sebuah keputusan yang sangat mengejutkan dan tidak pernah Disangka oleh saudara Valentino Rossi yakni Luca Marini. Justru Doi surprise ketika Yamaha memutuskan memperpanjang Vinales…

iklan iwb
iklan iwb
iklan iwb

” Aku terkejut atas perpanjangan Vinales karena menurutku untuk mempromosikan Quartararo di tim pabrikan setelah musim yang luar biasa adalah keputusan tepat dan seandainya aku menjadi Yamaha tentu akan melakukan hal yang sama. Namun di atas semua satu hal yang cukup disayangkan adalah Vale, hanya meminta hal simpel yakni menunggu dalam beberapa race namun tidak diluluskan (Yamaha) mungkin karena market sulit untuk menunggu…

” Itu adalah masalah besar mengingat saat ini tidak ada satupun pembalap diberikan kesempatan untuk menunggu. Organisasi harusnya mencari cara guna melindungi pembalap dan tim supaya mereka bisa memutuskan di waktu yang tepat...” seru Luca. Semua memang berubah begitu cepat. Banyak opini yang berkembang mendukung atau pun menyayangkan keputusan Yamaha. Namun tidak bisa dipungkiri dengan dibuangnya Rossi dari tim factory tentu membuat wajah the doctor tersenyum getir. Kekecewaan yang bisa saja coba ditutupi oleh sosok yang pernah membawa Yamaha jaya dikelas 990 cc…..

Apalagi di masa lalu lewat rilis resmi Yamaha pernah melontarkan kata manis yang menegaskan bahwa Rossi bisa melakukan apapun. Karena akan ada Yamaha yang selalu bersamanya…. sebuah kalimat yang ternyata tidak memiliki arti apapun ketika keputusan dibuat…

Keputusan Lin Jarvis yang pastinya didukung penuh oleh BOD Iwata telah dibuat. Yamaha takut kehilangan Fabio quartararo…. di sisi lain jika dikomparasi performa Vinales dan Valentino Rossi keduanya lumayan berbeda jauh. Vinales lebih menonjol, hal ini sudah cukup untuk membuat Yamaha memilih. Yang menjadi masalah adalah bagaimana Valentino Rossi akan berkiprah di tim satelit Petronas??

Walaupun Yamaha sudah memberikan iming-iming spek factory, tapi satelit tetaplah satelit. Setiap pengembangan motor serta komponen baru prioritas utama selalu berkiblat pada tim Factory. Belum lagi dari sisi gengsi. Petronas pasti gembira karena VR46 adalah pembalap paling menjual selama sejarah Motogp. Tapi apakah Rossi demikian? sebagai sosok legendaris yang memiliki Pride, jelas situasi ini tidak mudah bagi The Doctor….

Rossi pernah bergabung dengan tim satelit, namun patut diingat kasusnya berbeda. Rossi saat itu masih meniti karir sedang sekarang ? dari superstar bergeser menjadi meredup. Apalagi ibu Rossi mother Stefy sempat melontarkan komentar terhadap kondisi anaknya¬† dengan sebuah kalimat singkat…” dia sudah melakukan dengan benar, dan aku bangga padanya….” serunya via Gpone. Seakan menengaskan dukungan moril pada Vale bahwa keputusan sudah dibuat walaupun sulit untuk diterima….

Situasi Valentino Rossi-Yamaha memang cukup pelik. Cukup banyak yang menyayangkan keputusan blue tim membuang Valentino Rossi dan digeser ke tim satelit diawal musim mengingat hubungan keduanya berlangsung cukup harmonis selama bertahun-tahun. Tidak ada yang mengingkari Valentino adalah sosok yang berjasa mengangkat nama Yamaha hampir dua dekade lamanya. Dan nggak ada yang bisa mengingkari pula bahwa karirnya pelan dan pasti juga diselesaikan oleh Yamaha…

Last……Yamaha haus kemenangan, so apapun harus dilakukan untuk bangkit bahkan jika menyakiti Valentino Rossi sekalipun. Apapun itu Valentino Rossi memang sudah usai… setidaknya untuk saat ini. Yang menjadi pertanyaan, bagaimana jika Rossi musim ini ternyata bangkit dan selalu finish didepan Vinales disaat keputusan dibuat secara prematur?? diawal musim…..Januari, moment yang terlalu awal dan dikritisi Luca Marini. So…berdoalah semoga musim 2020 Rossi terpuruk agar Yamaha tidak menyesali keputusannya…(iwb)

 

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!