iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkkk….asli, membaca dan melihat polah tingkah para fansboy memang bikin ngakak. Cakar-cakaran…saling menjatuhkan serta debat sampai botak sariawan terus dilakukan di setiap artikel yang IWB brojolin. Yang paling mencolok adalah aksi saling tuding bahwa pabrikan Rival hanyalah follower alias mengekor dari yang sudah dilakukan oleh pabrikan pujannya. Padahal kalau sampeyan perhatikan secara teliti sebenarnya dua-duanya sama-sama follower. Cuma gantian aja cak. Jadi sebagai sesama follower sudah seharusnya tidak saling memaki. Lhooo maksudee piyeee ?

Di awal Era 2000-an Yamaha adalah pabrikan Jepang yang begitu getol memperkenalkan skutik. IWB garis bawahi pabrikan Jepang, sebab kalau boleh mengupas lebih dalam sebenarnya first mover di segmen skutik tanah air adalah pabrikan Taiwan. Pabrikan garputala Jatuh Bangun berusaha memasarkan skutik di saat market belum terbentuk. Mereka memperkenalkan Yamaha Majesty yang didatangkan secara import. Harga yang cukup mahal karena CBU membuat penetrasi majesty sangat sulit di pasar. Tapi mereka tidak patah semangat…

Yamaha akhirnya memperkenalkan skutik yang lebih kecil dengan label Nouvo. Namun karena desain yang terlalu bongsor membuat Nouvo tidak terlalu booming walaupun pasar menyambut dengan hangat. Kemudian pabrikan garputala menelurkan skutik yang lebih compact berukuran kecil… ditawarkan untuk kaum wanita.  Mengandalkan iklan Tessa Kaunang lewat kombinasi para aktor jenaka, skutik kompak berlabel Mio ini pun meledak. Penjualan menguasai tanah air dan pelan namun pasti berhasil menggerogoti market bebek yang saat itu dominan dikuasai Honda…

iklan iwb
iklan iwb
iklan iwb

Kondisi tersebut membuat raksasa otomotif roda dua Honda gerah. Astra Honda Motor melihat potensi yang cukup besar dan akhirnya mereka meluncurkan skutik penantang Mio pertama kali dengan label Vario. Namun motor mereka belum diterima dengan baik oleh pasar karena desain yang cukup bongsor serta image skutik yang lebih kuat dari Yamaha pada saat itu. Bahkan Honda Beat generasi pertama yang meluncur tidak kalah anyep. Pasar belum merespon hingga akhirnya Honda terus menyempurnakan desain serta fitur dan hal ini lambat direspon Yamaha….

Kelebihan Honda Beat yang responsif, irit serta iklan yang cukup masif mulai membuat konsumen kepincut. Alhasil penjualan Mio keteteran. Saat itu Honda menawarkan mesin skutik 4Tak yang irit serta responsif. Klaim ini bukan  omong kosong dan terus terkenal dari mulut ke mulut. Fakta ini tidak berlebihan karena dari beberapa pengetesan saat itu…mesin karburator Honda Beat ternyata cenderung lebih irit dibandingkan Mio. Gas buka dikit juga ngacir beda karakter dengan rival. Yamaha baru bereaksi meluncurkan generasi injeksi yang diberi label Mio J….

Namun sayang semua sudah terlambat karena perkembangan Honda Beat sudah sangat pesat. Cap mesin Mio yang kurang responsif serta cenderung boros sudah kadung menancap dibenak biker walaupun Yamaha sudah memperbaiki pada generasi Mio J yang menurut IWB beda signifikan dari versi karbu. Lebih irit, responsif dan efisien. Karena terlalu berat berjibaku melawan Honda dikelas entry level, akhirnya Yamaha menghindar dengan membuka market yang masih belum digarap serius Honda yakni maxi skuter..

AHM sukses tapi banyak yang mengatakan Honda adalah follower disegmen skutik. Yamaha yang membentuk market dan Honda yang menikmati setelahnya. Dan faktanya memang demikian. Celakanya AHM terus melakukan improvisasi pada seluruh produk maticnya dengan fitur terkini. Sebut saja idling stop system (ISS), ACG starter ( membuat starter lebih senyap), DC outlet, helm in, side stand switch, PBL dan masih banyak lagi lainnya. Dilalah hampir 5 tahun lamanya AHM sudah menggunakan fitur tersebut pada mayoritas skutiknya…Yamaha baru melakukan langkah serupa beberapa tahun setelahnya lewat fitur serupa namun beda nama paten seperti SMG dan SSS dll. Dari sini bisa kita lihat, Yamaha gantian menjadi follower rival…

Jika kita mengamati flow keduanya…sebenarnya pabrikan kadang menjadi 1st mover…namun juga tidak jarang juga sebagai follower. Perbedaannya jika Honda lebih sebagai follower market yang sudah dibentuk oleh Yamaha, maka Yamaha lebih cenderung sebagai followers fitur yang banyak dimiliki Honda. Inovasi yang ternyata disukai market. Walaupun Tentu saja tidak semua, seperti Scoopy contohnya. AHM sukses memasarkan retro matic Scoopy yang membuat Yamaha tergiur lewat peluncuran Fino setelahnya. Sayang Yamaha Fino tidak sesukses Rivalnya…

Last…. dengan penjabaran di atas tidak bisa kita pungkiri bahwa AHM lebih banyak menjadi follower Yamaha soal membuka market. Kendati tidak semua benar sebab jika kita gali lebih dalam bahkan Maxi scooter pun sebenarnya Hondalah 1st mover lewat PCX125 ditanah air. Tapi karena terlalu santai dan ngak sadar potensinya, akhirnya Yamaha sukses Mendulang pundi-pundi lewat pengelolaan serius dengan kehadiran nmax yang diproduksi secara lokal. Sementara soal fitur jika kita kalkulasi secara detil Hondalah Pioneer yang sering memberikan inspirasi kepada Rival untuk membuat hal serupa. Artinya apa? Hilangkan debat dan menuding sebagai follower sebab sejatinya sampeyan ki sami mawon…seduluran sama-sama follower…ngono koq gelem lambe sampeyan dower saling klaim, jebule sak perguruan…isin cakkkk. Wis kono ngopi cangkrukan bareng kono, damai itu indah cak…iyo oraaaa. Sama-sama dari padepokan follower aja koq gegeran waeeee :mrgreen: …..(iwb)

 

 

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!