iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkkk….rasa pede dilontarkan pejabat YIMM atas kehadiran Honda All Beat. Mereka tidak gentar dan menganggap bahwa Mio adalah pilihan pintar. Konfirmasi tersebut dilontarkan Manager Public Relation PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Anton Widiantoro mengaku tidak khawatir dengan kehadiran New Beat. Menurutnya konsumen pintar pasti milih Mio karena lebih murah soal maintenance. Weh menarik ki cak….

Seperti dilansir Kompas, Manager Public Relation PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Anton Widiantoro mengaku tidak khawatir dan tetap pede bahwa produk mereka Mio lebih baik. Kendati Beat sudah dibekali mesin dan sasis baru, Mio masih kompeten untuk melawan rival. “Kami tetap percaya diri dengan model saat ini, 125 cc teknologi bluecore. Lagi pula, konsumen saat ini sudah mulai pintar. Tidak semuanya ingin irit tapi juga memikirkan biaya kepemilikan motor.…” serunya via Kompas…

Menurutnya, Mio bisa dibandingkan dengan produk rival soal biaya maintenance, komponen sehingga jika ditotal dalam setahun mereka percaya Mio unggul. “ Kemudian, hemat bahan bakar itu bukan segalanya. Tetapi, biaya kepemilikan. Bisa dibuktikan sendiri dalam pemakaian setahun, maintenance, harga komponen, dan lain-lainnya iritan siapa…” cetusnya lagi. Doi juga menggaris bawahi fitur yang malah membuat motor jadi terkerek naik, fitur yang dianggap belum tentu efisien seperti DC Outlet 12V misalnya…

Jika konsumen ingin banyak perubahan tentu akan berdampak pada harga jual kendaraan. Misalkan charger di motor, tentu kita bisa hadirkan di semua motor. Tapi apakah efisien dan efiktif? Belum tentu juga. Jangan sampai kita kasih fitur, tapi tidak dipakai secara optimal. Padahal dampak dari penambahan fitur tersebut adalah kenaikan harga. Kalau (Mio) harganya tiba-tiba Rp 20 juta, jelas tidak affordable lagi untuk pasar entry level. Tentu, kita selalu lakukan survei bagaimana yang terbaik,” tutupnya….

Cukup menarik komentar pejabat YIMM yang begitu pede atas Mio untuk melawan All new Beat. Memang kita hanya bisa pantau cak mengingat dari beberapa terawangan disinyalir YIMM memang sedang menyiapkan generasi skutik entry level dengan label sementara Mio Gear. Seperti yang kita tahu, sekitar Agustus 2019 Yamaha kepergok mendaftarkan produk misterius yang diduga sebagai generasi terbaru Mio dengan label GEAR ! Pendaftaran paten produk dengan nomor permohonan DID2019044479 didaftarkan oleh Yamaha melalui Yamaha Hatsudoki Kabushiki Kaisha PDKI Indonesia……

Status Mio Gear memang belum terpantau secara jelas. Apakah merupakan versi facelift dari Mio M3 yang sudah mengaspal ditanah air hampir 4 tahun lamanya? Atau produk ini merupakan pelengkap dari varian yang sudah ada? Belum pasti. Namun dari analisa sementara kemungkinan besar Mio Gear adalah produk facelift dari Mio M3. Mengenai sosok Mio Gear, IWB sebenarnya menemukan sebuah project misterius yang memiliki hubungan erat dengan produk paten yang didaftarkan. Produk ini disinyalir mengusung kode Project BEJ. Dari terawangan, IWB menemukan beberapa ciri yang sangat menarik sebab cukup banyak komponen yang memiliki kemiripan dengan Yamaha Freego. Itemnya 11-12 cak. Artinya ban dan pelk diduga juga selebar Freego. Apakah kode project ini ada hubungannya dengan Mio Gear ?? entahlah..

Last….rasa pede pabrikan dibutuhkan untuk meyakinkan konsumen, sangat dimaklumi cak. Apalagi secara spek seharusnya motor ini memang unggul dalam penjualan mengingat mesinnya lebih besar. Bayangin wae 125cc vs 110cc. Tapi mesin besar memang identik dengan bensin boros, mungkin itu yang tidak terpikirkan pabrikan mengingat pasar ini masuk kategori low entry yang cukup sensitif masalah konsumsi BBM. Diluar itu sebenarnya basis desain menjadi isu penting dalam peracikan setiap produk. So…semoga rasa pede ini ditopang dengan produk facelift yang lebih ganteng. Honda All new Beat vs Mio ? kalau sampeyan pilih mana cak, monggo berikan komentarnya :mrgreen: …. (iwb)

Yamaha Mio

Honda New Beat

Gimana reaksi mu cakkk!
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Advertisements

116 COMMENTS

      • Kira2 dia ngomong gitu sambil Urut dada gak Lek? Kemudian ada kata penutup sabar…..sabarrrr…

        Bukankah ucapan sept itu udah dari dulu banget dilontarkan?

        Mungkin perlu diliatin Nominal rekening Hnd ?

      • Klo mio ga laku ya wajar
        Emang minim inovasi

        Klo mio laku baru aneh

        Ketahuan orang yang beli ga melek internet.

        Toh kata petinggi yamaha juga sadar klo orang sekarang udah cerdas, makanya ga pd mau beli mio.

    • Sorry lek sy pke nama iwakbeneran
      Krna sy ngefans berat iwb sejak cbr lokal di rilis
      Jujur Klo sy sih suka ke dua2nya
      Tapi sy lebih suka yg irit + nyaman krna ini matic

    • Misal ganti part / suku cadang ,Ymh lebih murah ya Wajarr tow? Motor murah part dah jelas juga murah , kalau motor ymh mahal dan part mahal , bisa berubah jadi Pabrik apa? …
      Ayo tebaak

      • Analisa goblok ya gini,, kebanyakan produk H kasik harga sekian , sparepartnya udah paling mahal dari kedua pabrikan lain, data udah ada di otomotif net.

        Honda emang mampu bikin getaran mesin minim, dan beberapa fitur pelengkap, tapi tidak dengan sparepart murah dan ketersediaan sparepart,,

    • Yg bikin mio seret penjualannya karena minim inovasi. Liat aja itu desain velg dari zaman batu dipertahankan. Bener kata pak anton yimm. Konsumen sekarang udah cerdas. Diluar sana banyak produk yg lebih baik dan lebih inovatif dibanding mio. 🤭🤭

  1. Kalo mau bersaing pake spido full digital,lampu all led,keyless tapi harga dibawah mbit…fitur yg lainnya udah ngekor tetep ga laku

  2. udah mbit paling bener , dengan entry level nya dan fitur yg di kasih dengan harga segitu, hehe, koment begini pasti dikatain Sales sama FBY koplak, dengan embel2 endroid dan eror 12 gampang di cium spakbor namex nya sama mbit jjjjjiiiieeehhhhaaahahahaaaa

  3. Halo Yamaha……
    skutik entry level itu yang di cari irit,keren,nyaman
    nah mio udah kalah irit desan amburadul pula…..

    tapi mio itu punya keunggulan yang gak bakalan bisa di saingi honda beat
    yaitu harga secondnya murah…..jadi laris di pasaran motor bekas
    kalo gak percaya cek aja

  4. Monggo kaum y ni dikasih artikel, kasih masukan ke sesembahanmu. Jangan sombong kalian, karena kesombongan mutlak milik Tuhan YME

  5. Rumus dr mana biaya sparepart dibanding biaya pemakaian harian(irit bbm) lbh mrh yg biaya sparepart????
    Kalo head to head sparepart plg slisihny gk lbh dr 50k😅

  6. Mungkin YIMM bingung mo dibikin model kyak gmana lagi, dihawatirkan setelah facelift bukannya smkin laris, tp malah smakin nyungsep.

    • udah banyak contoh nyatanya Cak Kelik.. Vikion, bingson, xride, skorpio dll.. difacelift malah tambah ancur bin rembes bentuknya.. jadi ora payu dech.. is is is.. kacian..

  7. bandingin kok biaya perawatan selama setahun. emang beli motor buat dipake setahun doang.. nyicil aja 3 tahun.
    lihat di jalan motor mio M3 yg dipake ojol rata2 suaranya udah pada amburadul. entah suara CVT atau mesin nya

  8. “Mio bisa dibandingkan dengan produk rival soal biaya maintenance, komponen sehingga jika ditotal dalam setahun mereka percaya Mio unggul” pertanyaannya kenapa hanya dinilai dalam 1 th? Setelah motor diatas 1 tahun piye?

  9. Semakin Y ngeyel..
    Semakin ambles market’e…
    Jajal wae…
    Delo wae..
    Dodolan karepmu dewe..
    Digawe dewe dipake dewe
    Lama kela’maan disadari dewe..
    Titenono…

    Jurus rawarontek maklampir sumeng

  10. Ini kalo mau jawaban jujur,, mi* jauh banget ketinggalan dari new bea*. Baik dari segi design dll. Semoga yimmi segera berbenah, baik dari design dll, ga modal koar2 aza.. produk yimmi sekarang yg bagus cuma namex doank.

  11. Beda bro.. skrg yimm beda jauh,zaman yamaha motor kencana indonesia (ymki)orang2 dulu fenomenal bombastis,designer ymki dulu keren2 plus iklan merakyat yg sampe skrg diingat ada bang komeng.. mungkin yamaha sini harus refresh lg..

  12. mio??? udh jrg liat di jalan .jaman sekarang yg penting design cakep larinya kenceng, masalah pintar atau bodoh g ada hubungannya dlm milih motor,klo ada yg bilang konsumen mulai pintar, berati konsumen sebelumnya dianggap bodoh sm yg ngomong!

  13. Walah ini namanya Yamaha mau menggiring konsumen seperti maunya seperti Honda waktu dulu hampir dilibas Yamaha…bebal

  14. liat foto beat vs mio dari depan… mau ketawa takut dosa 😀
    sbg ex pengguna mio m3 yg skrg pake beat fi, saya bisa testimoni bahwa biaya maintenace mio justru JAUH LEBIH MAHAL dibanding beat… terutama di kampas rem depan… sparepart ori yamaha yg satu ini bener2 low quality, klo motor sering dipake bisa sebulan sekali jajan kampas rem depan, smntara kampas beat awetnya bisa sampe 1/2 tahun (kampas supra x lebih mantap lagi bisa 1 tahun baru ganti). utk kkeiritan bbm jangan tanya jauh irit beat kemana2… belum vibratornya mio kerasa ampe tangan, klo mesin beat halusss. terakhir, mio ane pas abis turun mesin berubah jadi vampire oli, mosok oli bisa tiba2 kering pdahal gak ada bocor, alhasil mesin kemrosak gara2 kkurangan oli, gak tau mesti diapain akhirnya dijual mio m3 2016 cm laku 4 jt.

    • Betul, ane pundah dari mio ke beat, partnya mio rusak silih berganti, mulai dari cvt, roller, master rem, blum lagi borosnya, dijual laku 4,5 juta

  15. mugo2 fitur mirup freego, namun tangki lbh besar ya pakde, atopun bila ada yg dikurangi setidaknya bagasi, tangki, velg, pijakan luas tetap ada.

  16. Sedih rasanya saya sebagai FBY, yahama makin malah fokus dengan jargon kaum smart pilih yahama, karna masyarakat ga tau trus salah pilih dibilang bodoh?? Masyrakat yg miskin maupun kaya butuh servis yg baik, dihargai, dihormati, ini yg harus di benahi, truss gmna dengan kaum xmart yg beli moge ngondiahh masih mau bilang kaum bodoh?? Helloww mereka sudah tentu kaum xmart
    Ini yg harus di rubah dri cara pandang yahama
    Apalagi blogger yg ga sesuai dengn prinsip yahama sekarang malah di jauhi dan cendrung tutup pintu terhadap blogger kawakan.

    pas baca artikel trakhir tgl 19 kmren ama salah 1 komengtator dimari jembrengin fakta busuknya sungguh terlalu, walaupun saya masih belum yakin bahwa itu benar adanya, tpi dengan bukti bahwa kang iwb copas berita Yahama dri kompas itu sudah membuktikan yahama udah salah langkah

    Bye bye yahama,, saya fix berenti jadi fans anda

  17. Dri situ udah ngaku kalau montornya boros puol klaim blu corot tipu tipu, mana ada perawatan yahaha lebih murah dri ngonda, yahaha ga servis berkala 3bulan dah rewel ngonda ga servis setahun aman” ja wkwowkwo

  18. kalau YMH masih seperti ini terus ya bakal gitu – gitu aja jualannya!
    mereka punya tim survey, harusnya survey juga produk kompetitor kenapa bisa diterima banget!

    produk entry level itu mencakup semua aspek, nggak pandang bulu, tanpa pandang gender, semua harus bisa menikmati, semua harus bisa merasakan owner experience nya, kalau hanya cewek doang yang bisa menikmati? marketnya bakal gitu – gitu aja.

    next, jangan pakai nama MIO, segmented jadinya! buat cewek doang cocoknya, kalau masih ada MIO pasti konsepnya gituuu terusss!!

    dari segi teknologi, semua akan sama pada waktunya, tinggal mau cepat atau mau nunggu terus?

  19. Benar sekali. Mio mmg irit dr segi perawatan. Sy kapok dg beat 110 cc. .oli bocor keluar diatas mesin. Kata bengkel resmi honda, “kemungkinan kmu kelebihan ngisi oli mesin” pdhal ngisi nya di bengkel resmi. Yg pling mnyakitkan umur motor baru 2 th 1 bln. .oli diganti tiap bln. .perjalanan ga bgtu jauh. Trpaksa mtr beat nya sy jual. .sy ganti dg mio 125. .skrg blm ada kendala. .

  20. Untuk melawan dominasi honda, yamaha selalu ngasih lebih dalam bentuk cc mesin. Dulu wktu honda masih PD sm supra X 100 cc mrka meluncurkan kan bebek 110 cc, bgtu honda bikin bebek 110 cc barisan bebek yamaha upgrade pake mesin 115 cc. Hal tsb masih terus smpe skrg semua mesin produk yamaha psti dilebihin cc mesinnya dr para kompetitor, walaupun hal tsb tidak signifikan lg dlm memikat konsumen tp mrka tetap keukeuh pk strategi tsb.

  21. Komennya percis kayak fby..fitur ga dipake optimal, jadi inget tereakan fby ngemis di lamer terkait fitur ISS..eh lhadalah yamaha pake jga dgn embel1 smart..emang cucok yah pejabat yamaha..ga team bc nya ga p3jabatnya..bahasanya samaaaa…koplakkk

  22. Perlu dibuat komparasi lek, mulai konsumsi bahan bakar setahun, pajak, fast moving, sampe cicilan 😁
    Ben iso dibuktikan klo bersaing

  23. Sebenernya produk Y bagus2….ga kalah dgn produk H….yg perlu diperbaiki nih tim marketing, tim sales sama after sales servicenya…blogger itu partner buat brainstroming calon konsumen tentang produk2nya bukan malah dimusuhin…trus kalo ada produk lagi booming jgn dijadiin kesempatan tim sales buat maksa org harus kredit lewat leasing, jgn cuman yg kredit cepet dapet unit, eh yg cash diauruh nunggu 3 bulan, yah kaburlah para pembeli….sama tolong dikontrol tuh kualitas montir2 seluruh bengkel dan ketersediaan spare partnya….oh iya satu lg, ganti aja nama skutik entri levelnya jgn mio lg, udah terlanjur jelek mindsetnya, identik dgn boros dan velg yg bermasalah…ngono wae wis uneg2ku karo si Y….sebenernya produk si H sih hampir sama, cuman bedanya di 3 masalah diatas si H bisa mengatasinya…klo si K sama si S ga usah dibahas, akeh keterbatasan resourcenya 😅

    • Minusnya mio karbu 2012 ku : boros bensin dan vibrator kurang ada redaman. Kalo ongkos perawatan sih perasaan murah jarang ganti part, kalo injeksi mungkin mahal perawatannya. Kampas rem depan pake KW.
      Plusnya bawa barang enak, dek luas, dengkul gk nyundul body. Rencana mau pasang hidrogen generator dan part pendukung pengiritan soalnya kalo motor ini dijual harganya terjun payung.

  24. Ini yang bikin yahaha ancurrr, TERLALU PEDE dengan produk yg jelas kurang laku pasaran, dimana mana jelas mbit yang paling banyak di jalan, soal handling lebih nyaman mbit, desain bagus mbit jauh

  25. itu so called “Manager Public Relation” ketauan ga ngerti teknis dan turun lapangan…
    jadi ceplas ceplos aja kek fidli zonk…

    biaya maintenance setaon paling beda puluhan rebu doank, lain2? yamama terkenal dari dulu vampir oli, udah pasti maintenance lebih sering buat cek,ganti oli dan cek mesin… irit bahan bakar? dari jaman suzuki berjaya dulu ampe skrg jg yamama di banding ngondah ya lebih boros…

    klo ane jd direksi yamama mah orang macem gini ane suru jadi sales lapangan aja, cuma jago bacot doank… secara sales itu wajib jago bacot nyeheheh

  26. akhir Desember 2019 kemarin saya bermaksud membeli produk Yamalube karbon cleaner, 3 beres saya datangi, tiga² kosong gak punya stok. bahkan yg terakhir sempat diarahkan untuk beli di beres type R yg paling gede diwilayah saya, tetapi stok kosong juga.

  27. Semoga lolos, semoga gak dikarungi dan semoga dibaca …

    Sebenernya di indo milih motor entry level peran orang tua masih dominan cak, ane udah sering dapat cerita dari orang² kampung dan dari beberapa kali merantau ke berbagai daerah …

    Simpelnya mereka pilih honda karena yg pertama emang desain nya udah Indonesia banget, yang kedua harga jual cak 👍 banyak yg bilang nanti kalo bosen pengen ganti motor gak rugi² amat, bahkan kadang ada yg beli second udah dipake 1-2 tahun ketika dijual lagi malah harganya masih sama dan bahkan ipar saya malah untung 😂

    Besaran CC juga pengaruh buat entry level cak, sesama vario aja 125cc lebih diminati orang² desa karena mereka klaim lebih irit, bahkan untuk harga jual bekas 125cc lebih mahal dr yg 150cc 😅 ane juga kaget lho

    Terakhir teknologi, mau yamaha pake vva, bluecore, atau klaim 125cc tp ttp irit rata² masyarakat tidak paham, dg kekuatan honda dan marketing yg bagus, ketika mereka tanya motor apa yg irit ya jawaban kebanyakan orang pasti honda,,, gak ada mio, gak ada nex …

    Begitu juga dg ortu ane, ketika ane bilang pengen NMAX di mah iya² aja, tapi ketika sebut varian yamaha daj merek lain , dia ngotot mending ambil beat atau vario aja (Diskusi Matic) dan alasannya juga sama dg orang² yg pernah ane temuin di berbagai daerah… Ane herab kok mereka bisa sepemikiran ya 😁?

    Disini ane mengakui kehebatan honda dalam meracik dan memasarkan produknya sesuai keinginan pasar bukan malah nyari aman dg bikin kelas baru yg konsumen belum tentu ngerti atau tertarik …

  28. Lek Iwan, numpang Yo. Malas bikin email iki critane..

    Dear Mr. Widiantoro
    Sedikit unek-unek boleh lah ya. Jujur saya suka dengan Yamaha itu karena Rossi dan kampung bebek. Jantung dan hati rontok hingga nggak mau kesengsem merk lain. Dari 2008 sampai sekarang wes gandrung. Dari Jupiter Burhan, Xeon mbarep, Vixion Sinchan, terakhir Lexi goyang gergaji (getarnya) saya beli dg nyelengi setengah mati. Kita tau nggak ada produk yg sempurna. Kekurangan Yamaha apapun saya terima. Dari shockbreaker depan yg sekeras egrang, komstir oblak, pelek peyang, sampai aki dan kelistrikan yg perlu terapi kejantanan pun saya maklumi sampai saat ini😋😋. But remember, every people getting older. Kebutuhan berubah, selera berubah. Kalau anda adalah orang yg cukup uang its ok. Tp untuk kami yg pas-pasan, butuh nabung untuk beli motor tentunya kami akan memilih membeli sesuatu yg everlasting atau setidaknya value for money nya bagus. Motor diluar sana ada puluhan juta. Prestisnya naik motor itu sudah ga kayak tahun 90an. sekarang orang membeli motor itu untuk memperingan urusan transportasi pribadi atau malah kerja di lapangan. Di saat pabrikan lain RnD nya mengejar efisiensi bahan bakar, fitur keselamatan, kenyamanan berkendara kenapa justru Yamaha malah menaikkan kubikasi semua lini yg justru jatuhnya malah overpricing produk. Kita tetap butuh motor kubikasi kecil. Nyatanya matic dg kubikasi terkecil yg jadi raja penjualan. Saya pribadi tdk terlalu peduli apakah Yamaha ingin disebut pelopor atau pengikut. Yg saya rasakan justru Yamaha akhir-akhir ini kebanyakan gimmick yg belum tentu menaikkan value motornya. Di artikel lek Iwan ini terlihat seakan Yamaha menjilat ludah sendiri. Maaf, jika power outlet pada beat dinilai tidak efisien kenapa Lexi, new nmax justru dicangkokkan. Padahal imho dari sekian produk Yamaha yg saya pakai dibandingkan produk sebelah yg apple to apple instalasi kelistrikan Yamaha justru lebih rumit menurut para mekanik langganan dan satu langkah tertinggal dibandingkan produk sebelah. Contohnya gini aja, Aki dan lampu CB yg susah belok itu lebih besar daripada Vixion Sinchan. Kembali soal gimmick ya, VVA, 5-10 tahun lagi orang cuman akan bilang itu akal-akalan Yamaha aja. Sohc kagak DOHC kagak, maintenance nya tentu jg lebih repot karena bagi mekanik bengkel motor di pedesaan part dan elektroniknya kurang familiar. ISS/SSS yg cuma ngabisin aki, karena ketika SSS on tapi lampu utama Lexi kagak mati, emangnya motor pake panel tenaga surya buat ngisi aki😅. Mana gitu ga ada engkol stater lagi..curcol…
    Intinya mau jadi pelopor atau pengikut mbok yao nek bikin survey atau RnD itu yg bener.
    Daripada bikin VVA atau ngikutin ISS nya sebelah kan mendingan bikin motor Yamaha kedepan lebih nyaman, halus dan irit. Syukur2 mau ngeluarin kubikasi 100 atau 110cc. Tinggalin aja nama Mio. Labelnya di mata konsumen Mio = motor boros. Mau jetFi ataupun bluecore injeksi karena blunder Yamaha yg menaikkan kubikasi..mau dijejali teknologi apa juga jatuhnya tetep lebih boros dari mesin injeksi 110cc. Last… Masih ada kesempatan untuk bangkit. Jgn sampai Yamaha nasibnya kayak Hamamatsu. Buat motor Yamaha yg irit, nyaman dan aman. Itu saja.

    Saya sendiri kedepan masih rencana tetap setia dg Yamaha. Juga akan tetap setia mantengin blog bocoran produk di Iwanbanaran.com yg menurut saya bakule warung Iki blogger pecinta motor sing paling menjiwai. Jadi kalau ada desas desus Yamaha masih idealis dg sudut pandang saat ini mungkin rencana saya berubah terhadap Yamaha.

    Thank buat lek IWB. Yg sudah ngasih bocoran sejak era NVL SMP sekarang. Njenengan masih blogger favorit saya lek. Jitu, akurat dan independent! Jujur aku kangen nonton video lek IWB srunthulan ngene ikih.. https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=%23&ved=2ahUKEwidoJHq9ZTnAhXUZSsKHZ1sDrgQwqsBMAB6BAgKEAQ&usg=AOvVaw0VTJzWxrN8ZFOD4xbU2nov
    Ora ba-bi-bu langsung tuku🤣🤣🤣
    Sehat terus lek Iwan dan keluarga. Salam jos gandoss..

    Rafi ([email protected])

    PS: nek enek kata2 sing kurang pantes disensor opo dikarungi Yo Ra po2 kok Lek😁

  29. Mio itu motor sampah, elektrik starternya mulai bermasalah walo usia motor blm ada setahun. di parkiran motor itu rata2 Mio nyalanya diengkol kaki setelah standar tengah dulu. sedangkan beat yg starter ACG itu tinggal ngacir saja.

  30. Menyerahlahlah,lempar handuk mio,uda ngga ada yg beli lg…liatlah di komen2 diatas atau di jalanan.,karena tdk seirit,seawet,mesin halus BEAT…ini masih kepedean. Liatlah honda,vario 110 yg masih laku aja udah distop..ini baru pede abbiss

  31. mio m3 umurnya udh 5 tahun lebih sebulan om dri pertama rilis awal desember 2014 dan pertama x nongol di bulan september 2014 di spyshoot n udh ada yg pake sekeluarga warna abu² coklat polosan tanpa striping.
    jdi menurut saya yamaha terlalu ego n fokus cma ke maxi sampai lupa nama besar “mio” yg buat yamaha jaya slma bertahun² n jdi pelopor matic membooming di tanah air.
    umur 5 tahun lebih saya rasa udh terlalu lama masa bakti matic. beat aja pertengahan 2016 nongol udh di ganti, pdhl penjualannya laris bgt, sedangkan m3 penjualan kalah mulu tpi ttp betah aja dgn model itu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here