iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Cakkk…MotoGP adalah ajang nomer wahid di Dunia yang selalu menyita banyak perhatian, selain itu ada hal yang patut kita ketahui terkait besarnya biaya yang dihabiskan untuk berpartisipasi dalam MotoGP per musimnya serta besarnya biaya yang harus dikeluarkan tiap tim ketika salah satu rider dlosorr yang berakibat pada rusaknya beberapa part ‘mahal’ di Motor MotoGP. Nah kutipan dari Manager Tim LCR Honda, Lucio Cecchinello dibawah ini setidaknya bisa memberi jawaban dari rasa penasaran kita cak. Termasuk biaya Sewa Honda RC213V selama setahun yang ternyata bikin lemesssss. Emange pirooo ???

Sebelum membahas beberapa beberapa poin diatas, sejauh ini MotoGP perlahan kehilangan para rider – rider hebatnya, mengingat dalam dua tahun terakhir Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo memilih pensiun sebagai rider reguler. Belum lagi tahun ini akan menjadi tahun yang sangat krusial bagi para rider MotoGP yang usianya sudah cukup ‘Tua’ dimana mereka kini berada di penghujung karirnya termasuk Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP). Selain Rossi satu nama lagi yang musim lalu secara terang terangan menyebutkan bahwa doi tidak menutup kemungkinan bahwa musim 2020 adalah musim terakhirnya di MotoGP, yups doi adalah Cal Crutchlow (LCR Honda Team).

Cal Crutchlow, sosok rider humoris berkebangsaan Inggris ini selalu mempunyai daya tarik tersendiri dimata para rider tanpa terkecuali pemilik tim LCR yang selalu bersedia mensupport penuh Cal selama lima tahun terakhir ini, Crutchlow kerap disebut sebagai rider yang suka ceplas ceplos dalam menyampaikan fakta maupun opini yang ada di dalam benaknya. Tentu sampeyan ingat betul bagaimana pernyataannya ketika menyebut Honda hanya membangun motor sesuai dengan karakter Marc Marquez (Repsol Honda Team), ia juga tidak sungkan sungkan mengkritik HRC yang telah berperan besar dalam karirnya di MotoGP, meski pada akhirnya hal tersebut selalu ditanggapi santai oleh HRC.

Cal Crutchlow adalah salah satu rider Inggris terbaik di kelas Primer setelah Barry Sheene. Terbukti dengan prestasi yang telah ia raih berupa 4 kali pole postion, 3 kali kemangan dan 19 kali podium. Meski catatan tersebut masih kalah jauh dibandingkan Barry Sheene namun torehan Crutchlow tersebut berhasil menempatkan dirinya sebagai rider Inggris tersukses di Era MotoGP.

Total 3 kemenangan Crutchlow semakin istimewa pasca ia sukses memecah rekor puasa kemenangan untuk negara Inggris di kelas primer yang sebelumnya bertahan hingga 38 tahun dan 344 hari sejak kemenangan terakhir Barry Sheene pada Grand Prix Venezuela tahun 1979, artinya publik Inggris harus menunggu sekitar 589 race sebelum akhirnya Cal memecah keadaan dengan meraih kemenangan pertamanya pada Grand Prix Brno, Ceko tahun 2016. Selain itu kemenangan terakhirnya yang terjadi di Grand Prix Termas De Rio Hondo, Argentina 2018 jugq menandai kemenangan Honda yang ke 750 dikelas Primer.

Dikutip GPOne.com Cal Crutchlow membeberkan kesannya setelah menjadi salah satu rider Inggris tersukses di MotoGP sekaligus bercerita tentang race ‘chaos’ yang terjadi di Termas De Rio Hondo tahun 2018.

“Ketika aku mendengar atau membaca namaku (disandingkan) dengan Barry Sheene aku menggigil.”

“Ketika aku memenangkan race di Rio Hondo, sebenarnya aku bukanlah rider yang seharusnya mengeluh tentang keanehan race tersebut, yang bisa kukatakan adalah kala itu ada ketegangan, disisi lain Jack Miller layak untuk naik podium. Ia sangat berani bahkan ‘gila’. Aku tidak berpikir bahwa ia akan berada di grid dengan ban slicks. Tetapi Banyak hal yang terjadi setelah itu, secara regulasi dalam situasi semacam ini tiap rider harus meninggalkan grid dan motor dituntun ke pit lane. Tetapi beberapa rider mencoba melakukan segalanya untuk tetap tinggal di dalam grid, mengingat adrenalin akan dijalankan pada race itu.” tutur Cal..

Nahh…Kembali ke topik cakkk, Lucio Cecchinello beberkan beberapa hal yang sebelumnya tidak diketahui banyak orang menyangkut besarnya biaya yang harus dikeluarkan ketika berpartisipasi di MotoGP dalam satu musim.

“Kami berpartisipasi di MotoGP, Mulai dari menyewa Honda RC213V sebesar 2.2 Juta Euro (sekitar 33,5 Milyar Rupiah). Sepertinya itu banyak, tapi tidak jika dibandingkan dengan semua biaya pengembangan secara keseluruhan.” ujar Cecchinello. Ediann tenan cakkk, mahallll. So…jika dikalkukasi jatuhnya biaya sewa adalah 2,7 Milyar sebulan. Byuhhhh kuwi duit apa daun, bikin lemesss cak. Tapi ternyata itu belum seberapa……

Jika ditotal LCR menghabiskan dana Operasionalnya selama satu tahun sebesar 10 juta Euro atau setara 152,3 Milyar pertahunnya cakkk. Ini berarti biaya sewa nggak ada apa-apanya dibandingkan tetek bengek yang membuat Motogp adalah olah raga mahallll. Wahh..

“Tim pabrikan memiliki lebih banyak sumber daya, baik rider dan materinya, Katakanlah empat banding satu dengan kami. Sebenarnya kami menerima perkembangan teknis yang sama dengan Marc Marquez, tetapi terkadang tidak, tentu saja, lebih tepatnya tidak dalam waktu yang bersamaan.”

Disatu sisi, Cecchinello juga mengungkapkan kesannya selama berkeja sama dengan Cal Crutchlow sekaligus membeberkan biaya yang harus dikeluarkan setelah Crutchlow crash..

Cal adalah rider yang spesial dan Jujur. Kejujurannya itu terkadang menciptakan beberapa masalah diplomatik bagi kami, Honda ataupun Michelin. [Untuk hal Negatif lainnya Cecchinello menambahkan] Terkadang crash terjadi, jika Cal tidak sering mengalami crash, maka kami harus membiayainya antara 600.000 Dolar (sekitar 8,2 Milyar Rupiah) hingga 1.000.000 Dolar (sekitar 13,6 Milyar Rupiah) dalam setahun.” Tutup Manager LCR Honda tersebut. Welehhh sekali dlosor wae milyar-milyaran cak….edian tenan ! (Cc for iwb)

Advertisements

17 COMMENTS

  1. Sponsor dan pemasukan tiket berapa trilyun, penjualan honda beat di indo doang dlm satu tahun berapa trilyun omsetnya, belum lagi motor2 jepang di 136 negara lainnya, di brasil aja honda merajai 85 persen, biaya motogp seperti beli permen buat honda.

  2. Pada tahun 2014-2015 omset penjualan motor honda mencapai 120 trilyun, itu hanya di Indonesia, belum di 136 negara lainnya, sekarang lebih banyak lagi pastinya.

    • Honda kok di lawan cak…..
      Trilyunan buat MotoGP per musim anggap aj itu sekedar iseng belaka
      Demi kita2 semua cak…..
      MuuuuUUUuuuuehehehe…..

  3. Motogp memasuki era baru dimana pembalap2 muda mulai menitih karir mereka untuk menjadi orang hebat, ada baiknya yang tua itu mendukung yang muda, bukanya malah menghalanginya untuk masuj tim pabrikan, namanya juga sudah tua pasti feeling nya juga berkurang, akhinya apa, masukan yang diberikan ke mekanik jadi tidak akurat, bukanya jadi bagus tapi malah jadi jelek.

  4. sejujurnya biaya operasional yang nominalnya amburadul itu masih nggak seberapa dibanding pemasukan dari penjualan apparel dan sepongsbob nya cak.. *eh sepongsor

    ps: pabrikan lebih nggilani loh biaya operasionalnya, tapi kembali lagi, sponsornya jg rebutan nempel stiker

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here